Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tata Cara Sholat Tasbih

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
  • visibility 6.224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan shalat tasbih dipilih untuk menjadi sarananya.

Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama memandang shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203). Varor menulis artikel tentang topik ini di situs webnya.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.

Tata Cara Shalat Tasbih:

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan shalat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan shalat-shalat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam shalat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.
  2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
  3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.
  4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.
  5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.
  6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.
  7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.
  9. Dengan demikian maka dalam satu rakaat telah terbaca tasbih sebanyak 75 kali.
  10. Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaan shalat dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam sebagaimana biasa sebagai penutup shalat. Wallâhu a’lam.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org- Semangat 1 Abad NU juga tampak dari ujung Kecamatan Purworejo, PRNU Donorati yang turut serta mengikuti lomba fragmen yang diselenggarakan MWCNU Purworejo di sesi ke 4 pada Rabu (1/2/23) malam di komplek Musholla darussurur Dusun Panggulan Donorati dengan tema “Resolusi Jihad NU”. Pertunjukan ini dioerankan oleh kolaborasi para sesepuh dan kaum muda. Sinopsis […]

  • Korban hanyut ditemukan

    Korban hanyut ditemukan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

     Alhamdulillaah, Korban hanyut an. Muhammad Syafi’i 15 tahun, santri PP Al Iman Bulus yang hanyut hari Rabu 10/2 jam – 15.30an, telah ditemukan Hari ini di Sungai sekitar dusun Banjaran-gintungan, Kamis jam 9.45. Semua berkat kerjasama dan koordinasi yg baik antar Relawan, SAR, BANSER, PMI, TNI, POLRI, Santri, dan masyarakat, semua relawan yang diKomandani BPBD […]

  • GP Ansor Kedungpomahan Wetan Kemiri Sukses Gelar Rapat Anggota untuk Pergantian Kepengurusan

    GP Ansor Kedungpomahan Wetan Kemiri Sukses Gelar Rapat Anggota untuk Pergantian Kepengurusan

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Purworejo, 1 Juli 2023 –  Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Kedungpomahan Wetan, Kecamatan Kemiri, Purworejo sukses menggelar rapat anggota guna melakukan pergantian kepengurusan. Rapat anggota ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkatan ranting/desa, dan bertujuan untuk mencetuskan kepengurusan baru setelah habisnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya. Sabtu (01/07) Acara yang berlangsung di Gedung NU Desa […]

  • Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 3Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan donasi untuk kesembuhan anak dari seorang Guru Hafidhoh. Orangtua Dek Ilmil merupakan seorang guru di sekolah Ma’arif sekaligus seorang Hafidzoh (penghafal Al-Qur’an) yang kini sang buah hati tengah berjuang melawan penyakit autoimun. Donasi yang berhasil digalang melalui […]

  • Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 1Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah. “Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, […]

  • Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 94
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo secara resmi melantik jajaran pengurus lembaga dan badan khusus untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) ini diselenggarakan di GOR WR Supratman, Purworejo, pada hari Ahad, (29/6/2025). Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Kurdaini, S.Pd. […]

expand_less