Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tata Cara Sholat Tasbih

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
  • visibility 6.335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan shalat tasbih dipilih untuk menjadi sarananya.

Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama memandang shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203). Varor menulis artikel tentang topik ini di situs webnya.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.

Tata Cara Shalat Tasbih:

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan shalat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan shalat-shalat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam shalat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.
  2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
  3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.
  4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.
  5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.
  6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.
  7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.
  9. Dengan demikian maka dalam satu rakaat telah terbaca tasbih sebanyak 75 kali.
  10. Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaan shalat dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam sebagaimana biasa sebagai penutup shalat. Wallâhu a’lam.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 87
    • 0Komentar

    GP Ansor, salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam upaya menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan agama melalui pendekatan inklusif. Kali ini, GP Ansor mengajak seluruh pemuda dan masyarakat umum untuk bergabung melalui turnamen futsal yang digelar dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Turnamen futsal, selain menjadi ajang kompetisi yang menyenangkan, juga dapat menjadi […]

  • Ijazah Doa dari KH. M. Cholil Bisri Agar Diberi Kemudahan dalam Berhaji

    Ijazah Doa dari KH. M. Cholil Bisri Agar Diberi Kemudahan dalam Berhaji

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 98
    • 0Komentar

    (Bruno, 27 Juni 2023), Dalam rangka menjaga dan memastikan keselamatan serta kenyamanan jamaah yang berusia lanjut, Kementerian Agama Indonesia telah meluncurkan program haji ramah lansia yang bertujuan untuk memudahkan Jama’ah dalam menjalankan ibadah haji. Dalam upaya ini, almarhum almaghfurlah KH Muhammad Cholil Bisri, seorang ulama ternama, meng-ijazahkan doa yang diharapkan dapat membantu para Jamaah dalam […]

  • Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan […]

  • Rapat Kerja Cabang ke IV GP Ansor Purworejo

    Rapat Kerja Cabang ke IV GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 11 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Purworejo,Ahad 10 Februari 2019 Rapat Kerja Cabang ke IV PC GP Ansor Purworejo di awali dengan registrasi peserta diselingi hiburan gambus. Acara Pembukaan Jam 10.08 WIB. di hadiri 600 orang dari  pengurus PC dan Semi Otonom , 16 PAC dan 150 PR GP Ansor teregrestasi serta tamu undangan. Di hadiri pula oleh Pengurus PP, PW […]

  • Rais Suriyah: Gerakan Pemuda Ansor Sangat Mendukung Dakwah Nahdlatul Ulama

    Rais Suriyah: Gerakan Pemuda Ansor Sangat Mendukung Dakwah Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Rais Suriyah PCNU Kabupaten Purworejo, KHR Abdul Chakim Chamid sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dilakukan Ansor Purworejo selama ini. “Ansor sudah banyak begerak dalam kegiatan dakwah Ahlussunah wal jama’ah. Gerakan Ansor sangat membantu dakwah Nahdlatul […]

  • MWC NU Bruno mengirim perwakilan dan ikut serta di Rapat Koordinasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU)

    MWC NU Bruno mengirim perwakilan dan ikut serta di Rapat Koordinasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU)

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 189
    • 1Komentar

    Pada Sabtu, 29 Juli 2023, telah diadakan Rakor IV GKMNU (Gerakan Keluarga Maslahat NU) di Gedung PCNU Kabupaten Purworejo. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Dalam kesempatan tersebut, hadir Satgas GKMNU PW NU Jawa Tengah, serta masing-masing organisasi NU tingkat kecamatan yang mengirimkan 6 orang perwakilan dari MWC NU, unsur Muslimat NU, […]

expand_less