Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2016
  • visibility 340
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengusulkan lagu gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang popluer berjudul Yaa Lal Wathan dijadikan sebagai lagu perjuangan nasional karena terbukti menyemayamkan cinta tanah air dan nasionalisme kuat di dada para pejuang terutama anak-anak muda saat itu. Peresmian lagu tersebut rencananya akan dilaksanakan pada momen Hari Pahlawan Nasional 10 November 2016 mendatang. 
Di balik rasa bangga dengan hasil karya nyata Mbah Wahab yang mampu membakar semangat perjuangan bangsa Indonesia tersebut, baik kiranya masyarakat Indonesia mengetahui sejarah di balik penciptaan lagu itu. Semangat Abdul Wahab muda sekitar tahun 1914 setelah pulang dari menuntut ilmu di Mekkah merasa tidak bisa memaksimalkan seluruh kemampuan berpikir dan bergeraknya saat menjadi salah satu bagian dari Syarikat Islam (SI) dengan tokoh utamanya Haji Oemar Said Tjokroaminoto (1883-1934 M). 
Kiai Wahab merasa tidak puas jika belum mendirikan organisasi sendiri. Karena dalam pandangannya, SI terlalu mengutamakan kegiatan politik, sedangkan dirinya menginginkan tumbuhnya nasionalisme di kalangan pemuda melalui kegiatan pendidikan.
Singkatnya pada tahun 1916, KH Wahab Chasbullah berhasil mendirikan perguruan Nahdlatul Wathan atas bantuan beberapa kiai lain dengan dirinya menjabat sebagai Pimpinan Dewan Guru (keulamaan). Sejak saat itulah Nahdlatul Wathan dijadikan markas penggemblengan para pemuda. Mereka dididik menjadi pemuda yang berilmu dan cinta tanah air (Choirul Anam, 2010: 29). 
Bahkan setiap hendak dimulai kegiatan belajar, para murid diharuskan terlebih dahulu menyanyikan lagu perjuangan dalam bahasa Arab ciptaan Mbah Wahab sendiri. Kini lagu tersebut sangat populer di kalangan pesantren dan setiap kegiatan Nahdlatul Ulama (NU), yakni Yaa Lal Wathan yang juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan. Berikut syair lagu yang kini masyhur itu:
يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن
حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان
وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان
اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن
إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ
أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا
طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَا
“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah dulimu!”
Semangat nasionalisme Kiai Wahab yang berusaha terus diwujudkan melalui wadah pendidikan juga turut serta melahirkan organisasi produktif seperti Tashwirul Afkar yang berdiri tahun 1919. Selain itu, terlibatnya Kiai Wahab di berbagai organisasi pemuda seperti Indonesische Studieclub, Syubbanul Wathan, dan kursus Masail Diniyyah bagi para ulama muda pembela madzhab tidak lepas dari kerangka tujuan utamanya, yakni membangun semangat nasionalisme bangsa Indonesia yang sedang terjajah. 
Kiai Wahab telah membuktikan diri bahwa internalisasi semangat nasionalisme sangat efektif diwujudkan melalui ranah pendidikan. Hal ini dilakukan dengan masif di berbagai pesantren sehingga peran kalangan pesantren sendiri diakui oleh dr Soetomo (Bung Tomo) sebagai lembaga yang sangat berperan dalam membangun keilmuan kokoh bagi bangsa Indonesia sekaligus dalam pergerakan nasional untuk mewujudkan kemerdekaan. (Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • abrir uma conta na binance

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas20 Mei 2026 4:25 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Posko Banser akan Bersiaga Hingga Tigapuluh Hari Pasca Bencana

    Posko Banser akan Bersiaga Hingga Tigapuluh Hari Pasca Bencana

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Pasca rentetan bencana akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Purworejo Sabtu (18/06) lalu , Banser Purworejo mendirikan posko bencana ang terletak di Dusun Caok, Desa Karangrejo Kecamatan Loano. Titik bencana tersebar di beberapa tempat namun posko Banser didirikan di Dusun Caok mengingat tempat inilah yang menjadi titik terdampak longsor yang paling parah.Lokasi posko yang tidak […]

  • Beda dari Tahun Sebelum, SMK VIP Ma’arif NU Kemiri Peringati HSN dengan Resiki Masjid

    Beda dari Tahun Sebelum, SMK VIP Ma’arif NU Kemiri Peringati HSN dengan Resiki Masjid

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    KEMIRI, – Tanggal 22 Oktober merupakan Peringatan Hari Santri Nasional, pada tahun ini, Hari Santri jatuh pada hari Jumat (22/10/2021). Dalam rangka memperingati hari santri nasional, SMK VIP Ma’arif NU 1 KEMIRI menggelar kegiatan sosial yaitu dengan mendatang masjid disekitar sekolah dan melaksanakan pembersih di dalam maupun luar masjid, kegiatan sosial ini merupakan salah kepedulian […]

  • Menggerakkan Ranting

    Menggerakkan Ranting

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Sebagai struktur paling bawah di Nahdlatul Ulama, kepengurusan di tingkat Desa (Ranting) atau bahkan dalam kelompok-kelompok di bawahnya (Anak Ranting) menjadi jantung organisasi. Sebagaimana jantung, denyut pergerakan Nahdlatul Ulama di tingkat yang paling bawah inilah yang menjadi kunci NU menjadi organisasi yang sangat besar hingga saat ini. Dan tidak hanya penting, ranting juga memiliki sifat […]

  • Silaturrahim Keluarga Besar NU Pituruh dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung Lantai II

    Silaturrahim Keluarga Besar NU Pituruh dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung Lantai II

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Pituruh, 26 April 2024 – Hari Jumat menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pituruh, yang telah menyelenggarakan acara Silaturrahmi dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung MWC NU lantai II. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 WIB ini menjadi momen kebersamaan dan syukur atas berkah yang dianugerahkan Allah […]

  • PAC GP ANSOR Pituruh Ikut Berpatisipasi Dalam “Pituruh Ampuh Bersholawat” di Lapangan Desa Pituruh

    PAC GP ANSOR Pituruh Ikut Berpatisipasi Dalam “Pituruh Ampuh Bersholawat” di Lapangan Desa Pituruh

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pituruh bersama Organisasi Kepemudaan seperti Pemuda Pancasila, PSHT dan Karang Taruna menyelenggarakan acara Sholawatan Bersama yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Senin (5/6) malam.  Kegiatan Sholawat bersama yang dikemas dalam acara Pituruh Ampuh Bersholawat ini menghadirkan beberapa Hababib, Ulama dan Umara’ setempat. […]

  • Sejarah Berdirinya Ansor

    Sejarah Berdirinya Ansor

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan […]

expand_less