Balai Desa Tegalsari menjadi saksi kebahagiaan dan haru dalam acara Akhirussanah dan Pelepasan Siswa Kelas IX MTs Ma’arif NU 02 Bruno. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar para siswa di jenjang MTs dan menjadi momentum apresiasi atas prestasi serta perjalanan mereka selama tiga tahun terakhir.
Rangkaian acara dimulai dengan Khotmil Kutub oleh siswa kelas IX, sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi keilmuan pesantren. Pentas seni dari siswa kelas VII dan VIII turut menyemarakkan suasana, menghadirkan semangat dan kreativitas generasi muda madrasah.
Acara ini juga mendapat perhatian khusus dari para tokoh NU dan pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Bruno. Tampak hadir KH. Mahin Mubasyir, SH., MH., Wakil Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, yang hadir bersama K. Muslih, Wakil Sekretaris PCNU. Dukungan dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU pun mengalir melalui kehadiran Mafatihudin, M.Pd. selaku Wakil Ketua LP Ma’arif NU. Dari wilayah kecamatan, KH. Mutamim, S.Pd.I (Ketua MWC NU Bruno) dan KH. Muhammad Sultoni (Rois Suriyah) hadir memberi doa dan motivasi. Tak ketinggalan, Kepala Desa Tegalsari dan para kepala lembaga pendidikan dasar se-Pol Utara turut meramaikan kegiatan ini.
Dalam sambutannya, KH. Mahin Mubasyir menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian MTs Ma’arif NU 02 Bruno. Menurutnya, madrasah ini menunjukkan bahwa lembaga di bawah NU mampu menjadi rujukan pendidikan yang berkualitas, bahkan tanpa harus terintegrasi langsung dengan pesantren. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan alumni dari berbagai pondok pesantren ternama seperti Lirboyo, Al Anwar, Tegalrejo, hingga Al Iman, dalam memperkuat pengajaran kitab di madrasah.
“Ini adalah bentuk kekuatan kultural NU yang menyatu dalam pendidikan. Kunci suksesnya adalah keikhlasan guru, semangat siswa, dan peran besar wali murid,” ujarnya usai acara, Sabtu, 31/05/2025.
Sementara itu, KH. Mutamim, S.Pd.I, yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Madrasah, menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan. Ia menilai MTs Ma’arif NU 02 Bruno telah berhasil menyelaraskan kurikulum formal dengan pengembangan keterampilan seperti musik, olahraga, kelistrikan, farmasi, hingga keperawatan—sebuah upaya yang dinilainya mampu menjawab tantangan zaman.
“Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah — mari rawat tradisi baik, dan ambil yang baru jika lebih baik,” katanya menutup sambutan.
Melalui kegiatan ini, MTs Ma’arif NU 02 Bruno kembali meneguhkan diri sebagai madrasah yang tidak hanya menjunjung tinggi nilai keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Generasi yang berilmu, berakhlak, dan terampil menjadi cita-cita bersama yang terus diperjuangkan.
















