Sejarah Singkat KHR Sulaiman Zuhdi
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
- visibility 252
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KELAHIRAN DAN MASA KECIL
KHR Sulaiman Zuhdi adalah putra sulung dari pasangan KHR Bunyamin Sholeh dan ibunyai Kartinah (mohon maaf khusus Mbah kartinah, untuk nama beliau sampai sekarang masih simpang-siur karena penulis belum menemukan data asli yang kongkrit) .KHR Sulaiman Zuhdi lahir pada tahun 1911 di Desa Sindurjan kec Purworejo Kab Purworejo Jawa tengah. masa kecil beliau adalah masa masa yang sulit,di karenakan pemerintahan di masa itu masih di kuasai oleh Hindia Belanda. beberapa orang yang pernah kami temui mengatakan,di masa itu sangatlah jarang sekali bisa makan nasi,paling paling hanya ganyong,erut,oyek,katul, paling bagus adalah nasi jagung. Oleh karena itu Sulaiman kecil dan kesepuluh adiknya sudah terbiasa tidak makan nasi.sekitar umur 7- 10 tahun, beliau di berangkatkan di pondok pesantren kiyangkong Rejo asuhan KH Rusman.untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di pondok, beliau biasa buruh nyuci baju teman temannya dan sebagai upah nya beliau bisa mendapatkan makanan gratis. Beliau pernah juga menjadi buruh membuat bata merah untuk sekedar membeli perlengkapan di pondok seperti kitab,pen tutul dsb.** Bapak teman penulis yang tidak mau disebutkan namanya beralamatkan di Desa Suren.Di kiyangkong itulah beliau pertama kali bertemu dengan KH Bisri Musthofa (ayahanda Gus Mus) yang dikemudian hari menjadi sahabat karib bersama dengan KH Mahrus Ali (Lirboyo) terkenal dengan sebutan 3 serangkai waktu bareng bareng nyantri di pesantren kasingan Rembang Jawa tengah di bawah asuhan KH Kholil Harun. Setelah di rasa cukup,maka Sulaiman kecil oleh bapaknya di suruh pindah pesantren tepatnya di dusun lirap Dorowati kebumen Jawa tengah di bawah naungan KH Ibrahim.di pondok inilah beliau memperdalam ilmu nahwu dan Sharaf . Karena di waktu itu pondok lirap memang terkenal pondok alat (nahwu Sharaf)nya. Di pondok ini pula lah Sulaiman kecil mulai tampak keistimewaan nya. Pada suatu hari beliau ikut ro’an (kerjabakti) naik gerobak akan tetapi karena insiden, gerobak tersebut guling dan Sulaiman kecil pun tertindih di bawah nya. Teman temannya mengira bahwa beliau telah tewas tertimpa gerobak,. akan tetapi tiba-tiba Sulaiman kecil bilang nyong Jeh Urip (saya masih hidup) sambil beliau mengangkat gerobak tersebut. Mulai saat itu pulalah beliau disegani karena di anggap sakti hingga suatu hari seorang temannya yang juga masih saudara namanya Mbah Saleh ingin menguji kesaktiannya tapi bukan mengajak adu tanding kesaktian melainkan mencari gara gara dengan beberapa preman dengan harapan nanti akan mendapat pembelaan diri dari Sulaiman kecil.betul juga disaat yang direncanakan tiba, Mbah Saleh jalan jalan ke kampung mendekati orang yang sedang berpacaran tiba tiba beliau meludahi cewek tersebut, sontak pemudan tersebut marah besar, sedangkan Mbah Saleh lari sekencang-kencangnya.ternyata pemuda tersebut mengundang warga dan teman temannya hingga berjumlah puluhan orang dengan semboyan salah satu santri harus mati . Entah secara kebetulan atau sengaja di undang oleh Mbah Saleh, Sulaiman kecil lewat daerah situ dan penasaran dengan kerumunan orang yang berjumlah puluhan tersebut, beliau pun bertanya enten nopo nggih mas kok rame rame???(ada apa ya mas kok rame rame???) Niki enten santri kurang ajar pengin tak pateni mosok pacar Kulo di idoni cangkeme…(ini ada santri kurang ajar akan saya bunuh,masa pacarku di ludahi mulutnya.. Sulaiman kecil lalu bilang mas ampun wani wani kalih santri nggih??? Orang tersebut bilang gak bisa pokoknya hari ini harus ada salah satu santri yang mati.. setelah terjadi perdebatan panjang akhirnya Sulaiman kecil bilang “mas sampeyan boleh membunuh santri dengan syarat sampeyan menang duel Ama saya , kalau saya mati barulah sampeyan boleh membunuh santri. Tanpa bicara panjang lebar, beliau pun menghidupkan korek api dan tiba tiba puluhan orang tersebut lari tunggang langgang tak ada satupun yang ketinggalan.** Mbah penghulu Saleh (beliau adalah seorang penghulu yang tinggal di Pekalongan yang di kemudian hari beliau menjadi salah satu murid kesayangan Alhabib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya).
Setelah beranjak remaja mendekati dewasa Sulaiman kecil melakukan riyadloh jalan kaki keliling Jawa, begitu sudah hampir selesai tepatnya di daerah Jawa barat beliau mendapatkan kasyaf (terbuka nya mata hati) berupa bisa melihat manusia berupa syaraf, jantung dan seluruh organnya dan juga mendapatkan Ilham untuk mengobati berbagai penyakit.
MASA REMAJA DAN DEWASA
Sesudah merasa cukup mempelajari nahwu Sharaf,akhirnya beliau pamit dari pondok lirap dan melanjutkan menimba ilmu di bawah asuhan KH Kholil Harun Kasingan Rembang Jawa tengah di pondok Kasingan keistimewaan beliau semakin hari semakin tampak terutama beliau terkenal dengan ilmu medis nya hingga membuka klinik kesehatan di dekat Kauman Rembang tepatnya di ndalem KH Hamzawi menantu tertua KH Kholil Harun . Di situlah beliau mulai akrab dengan KH Mahrus Ali dan bernostalgia dengan KH Bisri Musthofa .disamping beliau mengobati berbagai penyakit beliau juga mengajarkan ilmu doa doa yang aneh aneh dan istimewa hingga waktu itu beliau menjadi idola para santri dan keluarga ndalem salah satunya adalah KH Faqih Kesuma putra dari KH Hamzawi sekaligus cucu tertua KH Kholil Harun. Keistimewaan yang lain yang dari Sulaiman Remaja adalah beliau pernah mengajak adu cepat dengan para pemuda untuk balapan motor dan uniknya beliau gak terkalahkan padahal beliau belum pernah sekalipun naik sepeda motor.** KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Sulaiman remaja terkenal senang keluar malam hingga di laporkan ke kyai .. setelah itu beliau pun hampir di marahin sama KH Kholil Harun. Pada Suatu Malam KH Kholil Harun sedang mengelilingi pondok dan tanpa sengaja beliau melihat Sulaiman remaja sedang wiridan, setelah selesai wiridan, beliau di timbali oleh KH Kholil Harun dan di tanya : cung wiridan mu iku Seko sopo???saking bapak ,Romo, jawab nya.. akhirnya KH Kholil Harun Dawuh: mulai Saiki mung sliramu sing tak ijini merupakan bengi.. setelah beberapa lama di pesantren Kasingan, beliau pun dinyatakan boleh pulang sambil di beri wejangan,cung kanggo awakmu ,gak usah mulang ngaji kitab sing Gedhe Gedhe. Awakmu ngurusi thoriqoh wae tinggalan e pak mu. Kitab Ben jatahe Bisri,mengko sing ngurusi santri ben Mahrus wae, singkat cerita beliau bertiga pulang di rumah masing-masing dan sesuai dengan apa yang di Dawuhkan KH Kholil Harun .KHR Sulaiman Zuhdi tidaklah mengajar kitab yang besar, yang biasa di baca beliau adalah Adduroru Bahiyah.. sedangkan KH Bisri Musthofa di ambil menantu oleh KH Kholil Harun beliau membuat beberapa karya tulis dan kitab kitab salah satunya adalah Al Ibriz lima’rifati TafisrilQur’anilAziz dan KH Mahrus Ali di ambil menantu oleh KH Abdul Karim Lirboyo yang dikemudian hari terkenal dengan pondok pesantren salafiyah terbesar di Asia.
PERNIKAHAN BELIAU
Pada sekitar tahun 1940/1941 beliau mulai membangun rumah tangga, beliau di karuniai 26 putra hasil dari pernikahan beliau dengan 4 orang istri,yang paling menakjubkan adalah ke 4 istrinya tersebut tinggal dalam 1 rumah dan mempunyai tugas masing-masing .ada yang jatah masak ,nyapu, nyuci baju, dan menemui tamu. jika tamunya seorang kyai besar atau putra guru maka semua istri dan anak-anaknya di ajak menemui tamu tersebut sambil memperkenalkan diri nama dan dari ibu yang mana.**Gus Mus (KH Mustofa Bisri).
MASA MASA SULIT
Pada tahun 1948 ketika agresi ke 2 Belanda di kerahkan , beliau sempat di tuduh orang-orang dan sebagian santri thoriqoh murid murid dari KHR Bunyamin Sholeh (ayahanda beliau sendiri) sebagai antek Belanda,di karenakan sikap tegas beliau untuk tidak meninggalkan rumah beliau demi menjaga peninggalan perjuangan ayahanda beliau terutama thoriqoh kholidiyyah annaqsabandiyyah. karena sikap beliau yang demikian itulah orang orang yang gak paham, menuduh beliau sebagai antek Belanda. Beliau tetap tabah dalam menghadapi fitnah yang begitu besar. puncaknya pada tahun 1950-1952 beliau di penjara di Nusakambangan Cilacap . di sana lah beliau bertemu dengan beberapa kyai sahabatnya salah satunya adalah KH Abdul Hamid ,kajoran Magelang. di Nusakambangan Beliau selalu di siksa dan di pukul dengan gagang bedhil (semacam tembak yang besar) hingga berdarah darah setiap hari.
KEISTIMEWAAN (KAROMAH BELIAU)
pada suatu hari , ketika dalam keadaan gelap gulita ada salah seorang sahabatnya sangat ingin membaca Al Qur’an dan hal itu disampaikan kepada beliau,lalu KHR Sulaiman Zuhdi pun matur Monggo njenengan nderes (baca Al Quran) Kulo tak dzikir .tiba tiba hal ajaib pun terjadi,satu ruangan itu mendadak terang benderang seperti ada lampunya.** KHR Muhaimin Asnawi, salam kanci, bandongan Magelang. karomah Beliau yang lain adalah pernah Beliau di Surati oleh KH Bisri Musthofa yang intinya Beliau di minta menemui KH Kholil Bisri (kakak kandung Gus Mus) bahwa ada salah satu ayat dalam kitab Al Ibriz yang perlu di revisi. ternyata setelah beliau sampaikan pada KH Kholil Bisri dan di cek oleh beliau, memang ada yang salah,. Padahal saat itu ,KH Bisri Musthofa sudah meninggal dunia tapi masih bisa memberi surat kepada beliau dan uniknya lagi wujud dari surat itu benar-benar nyata(bukan hanya mimpi/hayalan belaka). Suatu ketika beliau menyuruh santrinya untuk mengirim surat untuk putra beliau yang berada di pondok pesantren ,sang santri pun berangkat menuju kantor pos, akan tetapi ternyata kantor pos nya tutup,lalu santri tersebut matur ‘romo kantor pos ipun tutup’ lalu oleh Simbah KHR Sulaiman Zuhdi di suruh kendangke wae nang kalen (hanyut kan saja di sungai) dan akhirnya surat itu pun dihanyutkan di sungai oleh santri tersebut . setelah selang beberapa waktu berlalu santri tersebut berjumpa dengan putra KHR Sulaiman Zuhdi dan putra tersebut menunjukkan surat yang dikirim nya melalui sungai.** KH Miftah Kedung Kracak Bener Purworejo.
AMALAN DAN DAWUH BELIAU
Suatu ketika ada santri beliau yang sedang mengalami masa-masa sulit, bahkan saking sulitnya santri tersebut tidak bisa memberi makan untuk keluarganya hingga matur lah santri tersebut ,Romo kulo nyuwun amalan ingkang saget kagem nguwataken anak bojo Kulo,pun pinten2 dinten Kulo sak keluargo mboten media nopo2… KHR Sulaiman Zuhdi menjawab Podo Karo nyong kui,coba wacanen sholawat ummi PING 10 ewu njuk di Sebulke Ng mbun mbunane Kabeh Karo ndungo duh Gusti,Kulo nyuwun rejeki ingkang jatah kagem Malaikat, panjenengan paringaken Dateng Kulo sak keluarga.setelah amalan tersebut di lakukan, Secara ajaib seluruh keluarga santri tersebut tidak merasakan lapar dan haus serta merasakan lemas lagi.**KH Miftah Kedung Kracak Bener Purworejo
Dawuh beliau yang lain diantaranya adalah: naliko awakmu due hajat gedhe tapi duit Ra Patek due mocoho sholawat hajat.
Ada salah seorang santri beliau yang buta selama 8 tahun, oleh beliau di suruh mengamalkan Sholawat Nariyah sebanyak 4444 x dalam sekali majlis, Alhamdulillah setelah kurang lebih 10 hari santri buta tersebut bisa pulang ke rumahnya.
Kalau sholawat harian beliau adalah sholawat Syafi’ina dan kalau hari Jum’at setelah sholat subuh di baca bareng bareng dengan santri sebanyak 1000 x. ** K.R Ahmad Farid Sulaiman.Mohon maaf untuk tulisan sholawat nya sengaja kami tiadakan kami kuatirnya jika tiba-tiba di amalkan oleh pembaca.
Yen awakmu penghasilan e mung cukup nggo gawe tuku beras,Kowe Ojo mangan Sego tapi mangano katul mengko ayem uripmu** Mbah nyai kaji (ibunda KH Umar Abdul Hamid ) Pogung Rejo Bayan Purworejo. Nasihat KHR Sulaiman Zuhdi untuk seluruh putra wayah dan keturunan beliau adalah Ojo gunungan Ojo kepinginan..
SAHABAT DAN TEMAN SEPERJUANGAN
Diantara teman seperjuangan beliau yang sering tampak berpergian bersama sama adalah KH Nawawi Shiddiq (pondok pesantren annawawi) berjan Purworejo . KH Ustad Agil (pondok pesantren Al iman bulus gebang Purworejo) KH Asnawi Umar (pondok pesantren Nurul Hidayah pangen Purworejo)kyai Damanhuri .
KHR Sulaiman Zuhdi adalah termasuk pendiri adanya pengajian Bukhori An (pembacaan kitab sahih Bukhari). Ketika Menjelang wafat Beliau pengajian Bukhori An di pasrahkan pada KH Masykuri (pondok Ma’unah Plaosan Baledono Purworejo).dan Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan bahkan sampai Kulonprogo Yogyakarta.
PROSESI TAKZIYAH DAN PEMAKAMAN BELIAU
Pada Kamis pahing 15 bakda mulud 1985 KHR Sulaiman Zuhdi menghembuskan nafas terakhirnya.. ribuan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada beliau, suara tangis kehilangan bagaikan suara mesin motor balap, menurut cerita dari guru kami di pondok,pada pukul 10.00 WIB sholat jenazah yang ke 80 ambalan , padahal sekali sholat memenuhi ruangan yang bisa menampung kurang lebih 600 jama’ah,dan bagi putra wayah Beliau pun tidak diperbolehkan untuk membaca tahlil, dikarenakan banyaknya orang yang ingin mensholati jenazah beliau.bahkan ketika pemakaman Beliau, jenazah tidak dibawa dengan keranda,jadi cuma di gotong estafet sampai ke makam beliau.padahal jarak antara rumah duka dan maqbaroh sekitar 400 meter.disini bisa dibayangkan betapa banyaknya yang takziyah, menurut riwayat semua yang takziyah pada berebut untuk memegang jenazah beliau.sayang sekali disini penulis kehilangan foto waktu proses takziyah beliau. Semoga generasi penerus Beliau bisa meneruskan perjuangan beliau meniru tindak lampau beliau ikhlas dalam perjuangan barokah manfaat ilmunya… untuk Beliau KHR Sulaiman Zuhdi …. alfatihah


Saat ini belum ada komentar