Breaking News
light_mode
Trending Tags

Fatayat Lampung Ajak Masyarakat Terlibat Cegah KDRT

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2016
  • visibility 354
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandar Lampung, NU Online
Visi Fatayat NU adalah penghapusan kekerasan, ketidakadilan dan kemiskinan dalam masyarakat dengan mengembangkan wacana kehidupan sosial yang konstruktif serta berkeadilan gender. Pasca Kongres Fatayat NU di Jawa Timur, langkah kongkrit dilakukan dalam mengimplementasikan salah satu visi dimaksud adalah dengan langsung mengadakan penyuluhan hukum tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan.

“Kewajiban kita dalam konteks ini, siapa pun itu, tidak hanya perempuan adalah mencegah berlangsungnya KDRT,” ujar Ketua PW Fatayat NU Lampung, Khalida, di Bandar Lampung, Sabtu (2/7).

Langkah telah dilakukan ialah memberikan sosialisasi dan cara pencegahan serta penanganannya dengan melibatkan semua simpul-simpul masyarakat serta berinisiatif memberikan perlindungan kepada korban.

“Hal lain berkaitan dengan kejadian KDRT ialah memberikan pertolongan darurat semampu kita sebelum tenaga medis atau dokter datang, serta mendampingi pelaporan,” papar anggota Komisi Informasi Lampung itu lagi.

Namun demikian, imbuh Khalida, satu hal jangan sampai luput karena terkosentrasi pada pencegahan tindakan semata. Tapi juga pada akibat, bimbingan konseling kepada korban KDRT baik dari psikolog maupun pembimbing rohani sangat penting untuk membangkitkan kepercayaan diri dari korban.

PW Fatayat NU Provinsi Lampung beberapa waktu lalu mengambil inisiasi terkait penanganan KDRT dengan melibatkan peserta dari seluruh pimpinan cabang, pimpinan anak cabang dan ranting Fatayat NU di Kabupaten Lampung Timur yang dibagi dalam tiga zona.

“Intinya, jika perempuan selalu dan kerap sebagai obyek korban KDRT, langkah preventif dan antisipatisinya justru bukan pada keluarga atau orang terdekat. Tapi pada perempuan itu sendiri. Perlu memberikan ‘bekal’ atau pengetahuan mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya KDRT, upaya pencegahan dan cara mengatasinya serta yang paling penting adalah membangun kemandirian perempuan itu sendiri,” demikian Khalida. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • 注册Binance

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    Balas19 Mei 2026 6:15 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 41
    • 0Komentar

    KEMIRI – Musyawarah Anggota Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong menjadi ruang strategis dalam meneguhkan regenerasi kepemimpinan dan arah gerakan organisasi untuk masa khidmah 2026–2028. Kegiatan yang digelar di Masjid Al Huda Desa Winong, Jumat (09/01/2026), berlangsung khidmat dengan semangat musyawarah dan kebersamaan. Sebagai forum tertinggi di tingkat ranting, Musyawarah Anggota tidak hanya menjadi […]

  • Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

    Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

    • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 1Komentar

    Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Ciamis, Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi menjelaskan bahwa umat mesti membedakan dengan tegas yang mana ulama dan yang mana sekadar khutaba’ (penceramah). Ia menyampaikan hal itu pada pengajian rutin di kesempatan Ramadhan tahun ini. “Jangan kaburkan istilah ulama dengan khutaba, sabda Rasulullah, sebagaimana diperingatankan oleh Sahabat […]

  • LAKUT 2026 di Purworejo Resmi Dibuka, Ukir Sejarah Baru Kaderisasi IPNU-IPPNU

    LAKUT 2026 di Purworejo Resmi Dibuka, Ukir Sejarah Baru Kaderisasi IPNU-IPPNU

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Sejarah baru kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo resmi tercatat. Kamis (15/01/2026), Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Purworejo menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT) perdana di Yayasan Khasanah Nusantara, Kecamatan Bayan, Purworejo. Opening ceremony dihadiri puluhan peserta dan tamu undangan. Ketua PC IPPNU Purworejo, Debi Saktiyani, dalam sambutannya menegaskan bahwa LAKUT kali ini merupakan […]

  • Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan bahwa peran santri dalam melawan penjajah dan ikut merebut kemerdekaan tidak sedikit.  “Dan di antara para santri itu adalah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang legendaris itu,” ujarnya.  Hal ini disampaikan dalam Diskusi Interaktif Pimpinan Cabang (PC) […]

  • KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 1Komentar

    Revolusi kemerdekaan Indonesia ditopang oleh perjuangan kaum santri dan barisan Kiai yang menyelamatkan negeri. Sayangnya, kisah perjuangan para kiai dan santri, tenggelam dalam narasi sejarah Indonesia. Salah satunya, Kiai Subchi Parakan, yang dikenal dengan “Kiai Bambu Runcing”. Bagaimana kisah hidup dan perjuangan Kiai Subchi? Kiai Subchi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. […]

  • CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo sukses menyelenggarakan DIKLATAMA (Pendidikan dan Latihan Pertama) pada 4–6 Juli 2025 di Gedung PCNU Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo. Dengan tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Jiwa”, DIKLATAMA bertujuan membentuk […]

expand_less