Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menggerakkan Ranting

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
  • visibility 862
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai struktur paling bawah di Nahdlatul Ulama, kepengurusan di tingkat Desa (Ranting) atau bahkan dalam kelompok-kelompok di bawahnya (Anak Ranting) menjadi jantung organisasi. Sebagaimana jantung, denyut pergerakan Nahdlatul Ulama di tingkat yang paling bawah inilah yang menjadi kunci NU menjadi organisasi yang sangat besar hingga saat ini. Dan tidak hanya penting, ranting juga memiliki sifat unik. Memiliki karakter khusus. Wilayahnya khusus, kearifan lokalnya khusus, budaya dan kulturnya khusus (khos) sementara kepengurusan di tingkat yang lebih tinggi akan memiliki sifat yang lebih umum (ammah).

Maka, menjawab berbagai persoalan di tingkat bawah tidak sesederhana dengan membuat kebijakan tertentu di tingkat yang lebih tinggi. Setidaknya hal ini yang mesti di pahami oleh semua tingkat kepengurusan agar dapat saling bersinergi dan melengkapi dalam membesarkan Nahdlatul Ulama, atau dalam hal ini GP Ansor.

الولاية الخاصة اقوى من الولاية العامة

‘Kekuasaaan dalam wilayah tertentu (khos) lebih kuat daripada kekuasaan dalam wilayah yang lebih luas (umum).’

Ranting, mesti memiliki kemandirian dalam menentukan sikap terhadap persoalan yang ada di bawah. Mandiri tidak berarti membangkang atau menentang kepengurusan diatasnya. Mandiri berarti Ranting berperan aktif dalam mengidentifikasi setiap permasalahan juga potensi yang ada disekitarnya karena Ranting lah yang paling tahu situasi ‘khusus’ didesanya. Sementara tingkatan diatasnya seperti PAC juga harus aktif memantau dan membersamai agar dapat membuat kebijakan yang lebih sempurna di masa yang mendatang.

Menggerakkan Ansor di tingkat Ranting juga akan sangat berbeda dengan menggerakan Ansor di tingkat PC. Tidak seperti di PC yang terbiasa dengan program kerja 4 tahun, program-program di Ranting bersifat lebih fleksibel dan bersifat menjawab kebutuhan yang terjadi saat itu juga. Pergerakan di ranting dilakukan secara lebih intensif untuk menjawab kebutuhan (to fulfill the need) atau menyelesaikan masalah (to solve the problem) dengan pendekatan komunitas. Bisa komunitas pengajian, yasinan bahkan komunitas pertanian.

Disinilah peran pesantren dalam mencetak kyai khas NU menjadi sangat penting. Sebab, kyai-kyai NU dikenal arif dan mampu mengayomi masyarakat. Kyai NU lebih memilih melakukan pendekatan yang humanis, bukannya administratif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Bahkan jika boleh jujur, Kyai NU dianggap dan dituntut bisa menyelesaikan semua persoalan. Mulai dari masalah keagamaan, kemanusiaan hingga kebangsaan. Ditengah masyarakat, masalah tidak dibeda-bedakan. Warga tidak peduli lagi persoalannya akan diselesaikan organ Ansor yang mana atau bahkan bagian NU yang mana. Lembaga Bencana, MRA, Baanar atau banom NU yang lainnya. Sebab itu, pergerakan Ansor di Ranting tidak boleh meninggalkan pengaruh Kyai NU dan NU didaerahnya. Dan kunci yang paling penting adalah adanya silaturahmi, komunikasi dan kerja sama yang erat antara Ansor dan Kyai untuk memajukan daerahnya.

Untuk itu kegiatan-kegiatan Ansor di Ranting harus bersifat aplikatif dan langsung bisa dirasakan masyarakat.

Di bidang keagamaan misalnya, Ranting Ansor mesti aktif di rutinan-rutinan pengajian atau yasinan. Ranting Ansor juga tidak cukup melaksanakan kegiatan yang sifatnya pelatihan seperti pelatihan mengkafani jenazah, tapi kader Ansor sendiri yang dituntut mampu melakukannya sebagai bagian dari memecahkan persoalan dan kebutuhan umat.

Selain itu, Ranting juga harus memperkuat pergerakan di bidang sosial. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah menyalurkan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan. Akan sangat bagus kalau Ranting Ansor memiliki kepedulian untuk menyusun data anak yatim dan fakir miskin agar ketika suatu saat ada bantuan dari berbagai pihak sudah tidak kebingungan. Ansor juga bisa melaksanakan kegiatan bersih Masjid dan Musholla atau bahkan bersih balai desa sebagai komitmen menjaga kebersihan lingkungan.

Pun begitu dibidang yang lain seperti bidang ekonomi, kewirausahaaan atau bahkan tekhnologi. Poin pentingnya adalah menyelenggarkan program yang aplikatif, sederhana dan bisa melibatkan warga sekitar.

Denyut di bawah seperti inilah yang menyebabkan NU besar dan terus dicintai masyarakat. Dan jika Rantingnya sudah bergerak, saatnya PAC membuat program yang bersifat mendukung dan mengayomi Ranting. Sementara PC bertugas membuat program yang mampu memperkuat PAC dan Ranting seperti program peningkatan SDM dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Dengan begitu Ansor dan NU akan semakin kokoh dan kompak dalam mengabdi pada Agama dan Bangsa.

Penulis: Hidayatulah

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. K.H.R. Chakim Chamid, selaku Rais Suriah NU Kabupaten Purworejo dalam sambutannya jelang pelantikan mengutarakan pentingnya sinergitas semua pihak dalam perjuangan NU kedepan. “Jangan ada dikotomi Struktural dan […]

  • Peduli Sahabat dan Ansor Purworejo Salurkan 13.323 Paket Sembako Selama Pandemi Covid-19

    Peduli Sahabat dan Ansor Purworejo Salurkan 13.323 Paket Sembako Selama Pandemi Covid-19

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    Hingga kini, Ansor-Banser bersama Peduli Sahabat masih terus melakukan galang dana dan penyaluran bantuan.

  • Muslimat dan Fatayat NU Purworejo Peringati Harlah dan Harsos

    Muslimat dan Fatayat NU Purworejo Peringati Harlah dan Harsos

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Harlah Muslimat NU ke-69 dan Harsos Muslimat Fatayat NU di Kabupaten Purworejo, diperingati Minggu (1/3), di Masjid An Nur Brengkelan. Berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan diantaranya anjangsana kepada para tokoh NU dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Disamping itu, juga dilaksanakan perlombaan antar raudhatul athfal di lingkungan NU se-Kabupaten Purworejo. Menurut Bupati Purworejo Drs […]

  • Peluncuran Website 16 PAC GP Ansor: Menghubungkan dan Membangun Konektivitas Generasi Muda

    Peluncuran Website 16 PAC GP Ansor: Menghubungkan dan Membangun Konektivitas Generasi Muda

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Butuh
    • visibility 7
    • 0Komentar

    *Purworejo, 25 Juni 2023* – Suasana penuh semangat dan haru terasa di Gedung NU Kabupaten Purworejo pada hari Sabtu, tanggal 25 Juni 2023, pukul 14.00 WIB. Acara peluncuran website 16 PAC GP Ansor di Kabupaten Purworejo telah berhasil digelar dengan sukses. Acara ini dipimpin oleh Ketua PC GP Ansor Purworejo, KH. Khabib Anwar, yang memberikan […]

  • Untuk Para Suami! Sudah Ingatkan Istrimu Untuk Hal Ini? Play Button

    Untuk Para Suami! Sudah Ingatkan Istrimu Untuk Hal Ini?

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Eps. 6 Jangan Tanya Gujel Masih Bersama Kyai Dalang Kyai Hanafi Dari MDSRA GP Ansor Purworejo

  • Gus Dur: “Gitu Aja Kok Repot!”

    Gus Dur: “Gitu Aja Kok Repot!”

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    PURWOEEJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Keseneng, Kecamatan Purworejo turut serta dalam lomba Dekorasi dan Fragmen yang diadakan oleh MWCNU Purworejo untuk menyambut satu abad Nahdlatul Ulama pada Senin (13/02/2023) malam di Musholla Sirotul Jannah Keseneng dengan judul Gus Dur: “Gitu Aja Kok Repot!” yang disutradarai oleh K. Sholahudin dan Dwi Cahyono. Fragmen […]

expand_less