Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menggerakkan Ranting

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
  • visibility 861
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai struktur paling bawah di Nahdlatul Ulama, kepengurusan di tingkat Desa (Ranting) atau bahkan dalam kelompok-kelompok di bawahnya (Anak Ranting) menjadi jantung organisasi. Sebagaimana jantung, denyut pergerakan Nahdlatul Ulama di tingkat yang paling bawah inilah yang menjadi kunci NU menjadi organisasi yang sangat besar hingga saat ini. Dan tidak hanya penting, ranting juga memiliki sifat unik. Memiliki karakter khusus. Wilayahnya khusus, kearifan lokalnya khusus, budaya dan kulturnya khusus (khos) sementara kepengurusan di tingkat yang lebih tinggi akan memiliki sifat yang lebih umum (ammah).

Maka, menjawab berbagai persoalan di tingkat bawah tidak sesederhana dengan membuat kebijakan tertentu di tingkat yang lebih tinggi. Setidaknya hal ini yang mesti di pahami oleh semua tingkat kepengurusan agar dapat saling bersinergi dan melengkapi dalam membesarkan Nahdlatul Ulama, atau dalam hal ini GP Ansor.

الولاية الخاصة اقوى من الولاية العامة

‘Kekuasaaan dalam wilayah tertentu (khos) lebih kuat daripada kekuasaan dalam wilayah yang lebih luas (umum).’

Ranting, mesti memiliki kemandirian dalam menentukan sikap terhadap persoalan yang ada di bawah. Mandiri tidak berarti membangkang atau menentang kepengurusan diatasnya. Mandiri berarti Ranting berperan aktif dalam mengidentifikasi setiap permasalahan juga potensi yang ada disekitarnya karena Ranting lah yang paling tahu situasi ‘khusus’ didesanya. Sementara tingkatan diatasnya seperti PAC juga harus aktif memantau dan membersamai agar dapat membuat kebijakan yang lebih sempurna di masa yang mendatang.

Menggerakkan Ansor di tingkat Ranting juga akan sangat berbeda dengan menggerakan Ansor di tingkat PC. Tidak seperti di PC yang terbiasa dengan program kerja 4 tahun, program-program di Ranting bersifat lebih fleksibel dan bersifat menjawab kebutuhan yang terjadi saat itu juga. Pergerakan di ranting dilakukan secara lebih intensif untuk menjawab kebutuhan (to fulfill the need) atau menyelesaikan masalah (to solve the problem) dengan pendekatan komunitas. Bisa komunitas pengajian, yasinan bahkan komunitas pertanian.

Disinilah peran pesantren dalam mencetak kyai khas NU menjadi sangat penting. Sebab, kyai-kyai NU dikenal arif dan mampu mengayomi masyarakat. Kyai NU lebih memilih melakukan pendekatan yang humanis, bukannya administratif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Bahkan jika boleh jujur, Kyai NU dianggap dan dituntut bisa menyelesaikan semua persoalan. Mulai dari masalah keagamaan, kemanusiaan hingga kebangsaan. Ditengah masyarakat, masalah tidak dibeda-bedakan. Warga tidak peduli lagi persoalannya akan diselesaikan organ Ansor yang mana atau bahkan bagian NU yang mana. Lembaga Bencana, MRA, Baanar atau banom NU yang lainnya. Sebab itu, pergerakan Ansor di Ranting tidak boleh meninggalkan pengaruh Kyai NU dan NU didaerahnya. Dan kunci yang paling penting adalah adanya silaturahmi, komunikasi dan kerja sama yang erat antara Ansor dan Kyai untuk memajukan daerahnya.

Untuk itu kegiatan-kegiatan Ansor di Ranting harus bersifat aplikatif dan langsung bisa dirasakan masyarakat.

Di bidang keagamaan misalnya, Ranting Ansor mesti aktif di rutinan-rutinan pengajian atau yasinan. Ranting Ansor juga tidak cukup melaksanakan kegiatan yang sifatnya pelatihan seperti pelatihan mengkafani jenazah, tapi kader Ansor sendiri yang dituntut mampu melakukannya sebagai bagian dari memecahkan persoalan dan kebutuhan umat.

Selain itu, Ranting juga harus memperkuat pergerakan di bidang sosial. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah menyalurkan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan. Akan sangat bagus kalau Ranting Ansor memiliki kepedulian untuk menyusun data anak yatim dan fakir miskin agar ketika suatu saat ada bantuan dari berbagai pihak sudah tidak kebingungan. Ansor juga bisa melaksanakan kegiatan bersih Masjid dan Musholla atau bahkan bersih balai desa sebagai komitmen menjaga kebersihan lingkungan.

Pun begitu dibidang yang lain seperti bidang ekonomi, kewirausahaaan atau bahkan tekhnologi. Poin pentingnya adalah menyelenggarkan program yang aplikatif, sederhana dan bisa melibatkan warga sekitar.

Denyut di bawah seperti inilah yang menyebabkan NU besar dan terus dicintai masyarakat. Dan jika Rantingnya sudah bergerak, saatnya PAC membuat program yang bersifat mendukung dan mengayomi Ranting. Sementara PC bertugas membuat program yang mampu memperkuat PAC dan Ranting seperti program peningkatan SDM dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Dengan begitu Ansor dan NU akan semakin kokoh dan kompak dalam mengabdi pada Agama dan Bangsa.

Penulis: Hidayatulah

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Gus Solah Dalam Penutupan Rakerwil Ansor Jateng

    Pesan Gus Solah Dalam Penutupan Rakerwil Ansor Jateng

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Sholahuddin Aly atau yang akab disapa Gus Solah, memberikan beberapa pesan saat memberikan sambutan dalam penutupan Rakerwil PW GP Ansor semalam (08/03) yang di selenggarakan secara daring. Berikut beberapa pesan beliau: Agenda-agenda Pimpinan Cabang Mulai bisa dijalankan, akan tetapi tetap dengan protokol kesehatan. Dalam kondisi pandemi, bidang Ekonomi […]

  • Setelah Dilantik, MWC NU Kecamatan Bayan Lakukan Musyawarah Kerja

    Setelah Dilantik, MWC NU Kecamatan Bayan Lakukan Musyawarah Kerja

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bayan mengadakan pelantikan pengurus harian dan lembaga NU, di Pon Pes Al Hamidiyyah, Sucenjurutengah, Bayan, Purworejo, Ahad (3/10). Pembacaan Surat Keputusan (SK) dalam pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan masa khidmah 2021-2026 dibacakan oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Firman Yasin A.W S.Ag sedangkan pelantikannya oleh […]

  • GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Gerakan Islam radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang meresahkan masyarakat di berbagai belahan dunia menuai penolakan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekitar seratusan anggota organisasi kepemudaan tersebut melakukan aksi long march dan orasi di depan Mapolres Purworejo, Kamis (2/4). Sepanjang perjalanan […]

  • Pengajian Selapanan Ahad Wage di Bapangsari Semarakkan Tradisi dan Perkuat Organisasi Pemuda Ansor

    Pengajian Selapanan Ahad Wage di Bapangsari Semarakkan Tradisi dan Perkuat Organisasi Pemuda Ansor

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    BAPANGSARI – Tradisi keagamaan yang mengakar kuat di kalangan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) kembali semarak di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, pada Minggu, 17 Mei 2026. Acara “Pengajian Selapanan Ahad Wage” yang rutin diselenggarakan telah berhasil mengumpulkan puluhan anggota dan pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor serta anggota Ranting NU setempat di Masjid Al Barokah, Bojong, Bapangsari. […]

  • Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Purworejo, 10 Juli 2023 – Hari ini, Gedung Pertemuan MTs Ma’arif NU 01 Bruno, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo menjadi saksi pelantikan kepala dan pembinaan Dewan Guru dan Karyawan yang penuh harapan. Acara ini dihadiri oleh para pengurus Pimpinan LP Ma’arif Kabupaten Purworejo, Rois Syuriah, dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bruno, Dewan Pembina, Pengawas dan […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    BAGELEN – Semangat pengabdian dan kaderisasi Nahdlatul Ulama mengemuka dalam Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bagelen yang digelar di Masjid Al Huda Bugel, Ahad Pon (31/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Pengajian Selapanan NU Ahad Pon yang rutin diikuti warga Nahdliyin Kecamatan Bagelen. Ratusan jamaah dari unsur Muslimat NU, badan otonom (Banom) […]

expand_less