Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menggerakkan Ranting

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
  • visibility 955
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai struktur paling bawah di Nahdlatul Ulama, kepengurusan di tingkat Desa (Ranting) atau bahkan dalam kelompok-kelompok di bawahnya (Anak Ranting) menjadi jantung organisasi. Sebagaimana jantung, denyut pergerakan Nahdlatul Ulama di tingkat yang paling bawah inilah yang menjadi kunci NU menjadi organisasi yang sangat besar hingga saat ini. Dan tidak hanya penting, ranting juga memiliki sifat unik. Memiliki karakter khusus. Wilayahnya khusus, kearifan lokalnya khusus, budaya dan kulturnya khusus (khos) sementara kepengurusan di tingkat yang lebih tinggi akan memiliki sifat yang lebih umum (ammah).

Maka, menjawab berbagai persoalan di tingkat bawah tidak sesederhana dengan membuat kebijakan tertentu di tingkat yang lebih tinggi. Setidaknya hal ini yang mesti di pahami oleh semua tingkat kepengurusan agar dapat saling bersinergi dan melengkapi dalam membesarkan Nahdlatul Ulama, atau dalam hal ini GP Ansor.

الولاية الخاصة اقوى من الولاية العامة

‘Kekuasaaan dalam wilayah tertentu (khos) lebih kuat daripada kekuasaan dalam wilayah yang lebih luas (umum).’

Ranting, mesti memiliki kemandirian dalam menentukan sikap terhadap persoalan yang ada di bawah. Mandiri tidak berarti membangkang atau menentang kepengurusan diatasnya. Mandiri berarti Ranting berperan aktif dalam mengidentifikasi setiap permasalahan juga potensi yang ada disekitarnya karena Ranting lah yang paling tahu situasi ‘khusus’ didesanya. Sementara tingkatan diatasnya seperti PAC juga harus aktif memantau dan membersamai agar dapat membuat kebijakan yang lebih sempurna di masa yang mendatang.

Menggerakkan Ansor di tingkat Ranting juga akan sangat berbeda dengan menggerakan Ansor di tingkat PC. Tidak seperti di PC yang terbiasa dengan program kerja 4 tahun, program-program di Ranting bersifat lebih fleksibel dan bersifat menjawab kebutuhan yang terjadi saat itu juga. Pergerakan di ranting dilakukan secara lebih intensif untuk menjawab kebutuhan (to fulfill the need) atau menyelesaikan masalah (to solve the problem) dengan pendekatan komunitas. Bisa komunitas pengajian, yasinan bahkan komunitas pertanian.

Disinilah peran pesantren dalam mencetak kyai khas NU menjadi sangat penting. Sebab, kyai-kyai NU dikenal arif dan mampu mengayomi masyarakat. Kyai NU lebih memilih melakukan pendekatan yang humanis, bukannya administratif untuk menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Bahkan jika boleh jujur, Kyai NU dianggap dan dituntut bisa menyelesaikan semua persoalan. Mulai dari masalah keagamaan, kemanusiaan hingga kebangsaan. Ditengah masyarakat, masalah tidak dibeda-bedakan. Warga tidak peduli lagi persoalannya akan diselesaikan organ Ansor yang mana atau bahkan bagian NU yang mana. Lembaga Bencana, MRA, Baanar atau banom NU yang lainnya. Sebab itu, pergerakan Ansor di Ranting tidak boleh meninggalkan pengaruh Kyai NU dan NU didaerahnya. Dan kunci yang paling penting adalah adanya silaturahmi, komunikasi dan kerja sama yang erat antara Ansor dan Kyai untuk memajukan daerahnya.

Untuk itu kegiatan-kegiatan Ansor di Ranting harus bersifat aplikatif dan langsung bisa dirasakan masyarakat.

Di bidang keagamaan misalnya, Ranting Ansor mesti aktif di rutinan-rutinan pengajian atau yasinan. Ranting Ansor juga tidak cukup melaksanakan kegiatan yang sifatnya pelatihan seperti pelatihan mengkafani jenazah, tapi kader Ansor sendiri yang dituntut mampu melakukannya sebagai bagian dari memecahkan persoalan dan kebutuhan umat.

Selain itu, Ranting juga harus memperkuat pergerakan di bidang sosial. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah menyalurkan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan. Akan sangat bagus kalau Ranting Ansor memiliki kepedulian untuk menyusun data anak yatim dan fakir miskin agar ketika suatu saat ada bantuan dari berbagai pihak sudah tidak kebingungan. Ansor juga bisa melaksanakan kegiatan bersih Masjid dan Musholla atau bahkan bersih balai desa sebagai komitmen menjaga kebersihan lingkungan.

Pun begitu dibidang yang lain seperti bidang ekonomi, kewirausahaaan atau bahkan tekhnologi. Poin pentingnya adalah menyelenggarkan program yang aplikatif, sederhana dan bisa melibatkan warga sekitar.

Denyut di bawah seperti inilah yang menyebabkan NU besar dan terus dicintai masyarakat. Dan jika Rantingnya sudah bergerak, saatnya PAC membuat program yang bersifat mendukung dan mengayomi Ranting. Sementara PC bertugas membuat program yang mampu memperkuat PAC dan Ranting seperti program peningkatan SDM dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Dengan begitu Ansor dan NU akan semakin kokoh dan kompak dalam mengabdi pada Agama dan Bangsa.

Penulis: Hidayatulah

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asal-Usul Islam di Nusantara

    Asal-Usul Islam di Nusantara

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda. Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, […]

  • JALUR PANTURA “DATA POSKO MUDIK SATKORWIL BANSER JAWA TENGAH 2016”

    JALUR PANTURA “DATA POSKO MUDIK SATKORWIL BANSER JAWA TENGAH 2016”

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 670
    • 0Komentar

    KAB BREBES :1. Losari pos perempatan di SMP Islam Losari, (Satkoryon Banser Losari)2. Pertigaan Dermoleng, (Satkoryon Banser Ketanggungan)3.  Lapangan PG, (Satkoryon Banser Kersana)4. Depan Masjid Kluwut, (Satkoryon Banser Bulakamba)5. Depan Kantor Kec.Wanasari , (Satkoryon Banser Wanasari)6. Kantor BAZDA Brebes, (Satkoyon Banser Brebes) KOTA TEGAL1. Depan Halaman Masjid Al-Ittihad Pantura Sumur Panggang Kec.Margadana,Timur Water Park KAB […]

  • GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 2Komentar

    Gerakan Islam radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang meresahkan masyarakat di berbagai belahan dunia menuai penolakan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekitar seratusan anggota organisasi kepemudaan tersebut melakukan aksi long march dan orasi di depan Mapolres Purworejo, Kamis (2/4). Sepanjang perjalanan […]

  • LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.063
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pendistribusian bantuan logistik dan obat-obatan korban bencana alam tanah longsor di wilayah kecamatan Pituruh, yaitu Desa Brengkol dan Kalijering. Kegiatan ini bersinergi dengan Mikat Al-Khidmah, LPBI NU Purworejo dan Pimpinan Anak Cabang Gerakana Pemuda Ansor Pituruh, pada Senin, 26/10/2020 siang memberikan bantuan logistik berupa mie instan, air mineral dan obat-obatan, guna memenuhi […]

  • Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 1Komentar

      REKOMENDASI MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA NTB, 23-25 NOVEMBER 2017 Latar Belakang Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.    NU […]

  • CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 155
    • 2Komentar

    Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo sukses menyelenggarakan DIKLATAMA (Pendidikan dan Latihan Pertama) pada 4–6 Juli 2025 di Gedung PCNU Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo. Dengan tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Jiwa”, DIKLATAMA bertujuan membentuk […]

expand_less