Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tashwirul Afkar, Kelompok Diskusi Pemuda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 704
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tashwirul Afkar adalah kelompok diskusi yang bermetamorfosis menjadi madrasah dan kursus, dibentuk oieh K.H. Abdul Wahab hasbullah setelah beliau pulang dari Makkah pada tahun 1914. Markasnya ada di Surabaya.

Setelah pulang dari Makkah itu, mbah Wahab tinggal di Kertopaten, dan memulai rintisan mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan para koleganya. Tujuannya untuk mencerdaskan kalangan santri dan kiai-kiai dengan cara melakukan diskusi dan perdebatan. Diskusi ini membesar sampai diperlukan madrasah untuk mendidik para kader.

Mbah Wahab menghubungi koleganya, K.H. Ahmad Dahlan Kebondalem untuk bergiat dalam kelompok diskusi ini, dan meningkatkan statusnya menjadi Madrasah Tashwirul Afkar (MTA) pada tahun 1919. Madrasah ini bertempat di Ampel, dengan merekrut para murid di Surabaya bagian utara, sambil kegiatan-kegiatan diskusi terus berjalan.

Kelompok diskusi ini anggotanya terdiri dari para kiai dan kiai-kiai muda. Ketuanya dipegang oleh K.H. Achmad Dahlan Kebondalem. Menurut Choirul Anam dalam buku Perkembangan dan Pertumbuhan Nahdlatul Ulama, Madrasah TA hingga kini masih ada, tetapi tempatnya berpindah ke pinggiran Surabaya.Situasi di tanah air yang mendorong dibentuknya TA adalah adanya perdebatan masalah-masalah khilafiyah dan serangan kalangan yang terpengaruh Wahabi terhadap ulama bermadzhab Ahlussunah wal Jama’ah, yang harus dihadapi kalangan pesantren; dan adanya penjajahan yang membuat rakyat semakin miskin dan terbelakang.

Dengan adanya TA, kiai-kiai muda di daerahnya masing-masing sudah bisa dan sanggup meladeni perdebatan dan diskusi yang menantang mereka, dan siap maju dalam gerakan kebangsaan.Tentu saja, K.H. Abdul Wahab Hasbullah tidak bisa menghadapi serangan-serangan kaum anti-madzhab Ahlussunnah wal jama’ah secara sendirian. Sebab itu, pada tahun 1924, TA ditingkatkan lagi kegiatannya dengan membuka kursus persoalan-persoalan keagamaan guna memberdayakan pengetahuan para kiai muda untuk mempertahankan madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan hanya diskusi dan membuat madrasah.

Kegiatan ini dipusatkan di Madrasah Nahdlatul Wathan, yang juga didirikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan para koleganya, yang diselenggarakan 3 kali seminggu. Pesertanya tak terbatas dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Madura. Jumlah peserta kursus sebanyak 65 orang. Karena pesertanya banyak, K.H. Abdul Wahab Hasbullah meminta teman-temannya untuk ikut membantu, diantaranya K.H. Bisri Syansuri, K.H. Mas Alwi, K.H. Abdul Halim Leuwimunding Majalengka, K.H. Ridwan Abdullah dari Surabaya, K.H. Maksum Lasem, dan K.H. Khalil Lasem.

Mereka yang membantu dari kalangan muda adalah Abdullah Ubaid, Thahir Bakri, Abdul Hakim Petukangan Surabaya, Hasan, dan Nawawi dari Surabaya. Dengan dibuatnya kursus-kursus ini, K.H. Abdul Wahab hasbullah telah mempersiapkan pertahanan ampuh bagi kiai-kiai muda di daerah untuk langsung bisa berhadapan dan meladeni perdebatan yang dilancarkan kaum anti madzhab Ahlussunah wal Jama’ah sekaligus ikut memikirkan nasib bangsa yang sedang terjajah.

Meski begitu, K.H. Abdul Wahab Hasbullah masih belum yakin usaha tersebut bisa massif membentengi kaum Ahlussunah wal Jama’ah dan melibatkannya dalam gerakan kebangsaan. Untuk itu, ia meminta restu pada Hadratusy Syekh Hasim Asy’ari untuk boleh mendirikan jam’iyah. Sampai akhirnya tahun 1926 jam’iyah ini bisa dibentuk dengan nama Nahdlatul Ulama.Sumber: Ensiklopedia Nahdlatul Ulama

Referensi: www.writravelicious.com

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersinergi dengan Banser dan SYD, DRW Skin Care Adakan Bedah Rumah Mbah Bainah

    Bersinergi dengan Banser dan SYD, DRW Skin Care Adakan Bedah Rumah Mbah Bainah

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Dalam rangka kegiatan sosial, DRW Skin Care bersinergi dengan Banser Purworejo dan Komunitas SYD melaksanakan bedah rumah di salah satu warga Desa Munggangsari Gebang. Rumah tersebut milik Mbah Bainah, Minggu, 13/06/2021. Kasatkorcab Banser Purworejo, Hari Raharjo mengatakan, bahwa kegiatan bedah rumah ini iinisiasi DRW Skin Care sebagai pihak donatur, Satkorcab Banser Purworejo […]

  • Harlah GP Ansor ke-81, Nusron Wahid Resmikan Masjid Abdurrahman Wahid

    Harlah GP Ansor ke-81, Nusron Wahid Resmikan Masjid Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Perayaan hari lahir Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-81 yang diselenggarakan pada Jumat (24/4) malam menjadi tonggak sejarah bagi organisasi kepemudaan Nahdhatul Ulama (NU) itu. Ditandai dengan peresmian masjid yang diberi nama KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, Presiden RI Ke-4 sekaligus ulama besar NU. Nusron Wahid, Ketua GP Ansor, menilai Gus Dur menjadi figur […]

  • Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng

    Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad Lahirkan Piagam Tebuireng

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Jombang, NU OnlineSejumlah ulama, kiai, habaib, dan akademisi serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, Sabtu (5/11). Dari pertemuan tersebut tercetus piagam yang ditandatangani bersama. Ada Tuan Guru Turmudzi, Habib Sholeh al-Jufri, KH Anwar Manshur, Tuan Syech Akbar Marbun, KH Ahmad bin Zain al-Kaff, KH Mahfudz Syaubari, Habib Nabil […]

  • Ngaji Kitab Risalah Aswaja Karya Hadrotussyaikh Hasyim Asy’ary Bareng Rijaalul Ansor Pituruh

    Ngaji Kitab Risalah Aswaja Karya Hadrotussyaikh Hasyim Asy’ary Bareng Rijaalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pituruh, 14 Juni 2023 – Majlis Dzikir dan Solawat Rijaalul Ansor (MDS) dari PAC GP ANSOR Pituruh mengadakan kajian rutin pada tanggal 14 Juni 2023. Acara tersebut diadakan di gedung bersama MWC NU Kecamatan Pituruh. Kajian kali ini difokuskan pada kitab yang terkenal, yaitu “Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah” yang ditulis oleh ulama terkemuka, KH. Hasyim […]

  • Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KEMIRI – Musyawarah Anggota Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong menjadi ruang strategis dalam meneguhkan regenerasi kepemimpinan dan arah gerakan organisasi untuk masa khidmah 2026–2028. Kegiatan yang digelar di Masjid Al Huda Desa Winong, Jumat (09/01/2026), berlangsung khidmat dengan semangat musyawarah dan kebersamaan. Sebagai forum tertinggi di tingkat ranting, Musyawarah Anggota tidak hanya menjadi […]

  • Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Meski diterpa hujan deras, Apel Akbar dan Silaturahmi Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo berlangsung dengan hikmah dan berjalan lancar, acara berlangsung di Pantai Jatimalang, Rabu malam (9/11/2022).Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Tengah, KH M Muzamil menyampaikan, Alhamdulillah wa syukru lilaah pada malam hari ini walau diguyur hujan yang cukup […]

expand_less