Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tashwirul Afkar, Kelompok Diskusi Pemuda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 935
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tashwirul Afkar adalah kelompok diskusi yang bermetamorfosis menjadi madrasah dan kursus, dibentuk oieh K.H. Abdul Wahab hasbullah setelah beliau pulang dari Makkah pada tahun 1914. Markasnya ada di Surabaya.

Setelah pulang dari Makkah itu, mbah Wahab tinggal di Kertopaten, dan memulai rintisan mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan para koleganya. Tujuannya untuk mencerdaskan kalangan santri dan kiai-kiai dengan cara melakukan diskusi dan perdebatan. Diskusi ini membesar sampai diperlukan madrasah untuk mendidik para kader.

Mbah Wahab menghubungi koleganya, K.H. Ahmad Dahlan Kebondalem untuk bergiat dalam kelompok diskusi ini, dan meningkatkan statusnya menjadi Madrasah Tashwirul Afkar (MTA) pada tahun 1919. Madrasah ini bertempat di Ampel, dengan merekrut para murid di Surabaya bagian utara, sambil kegiatan-kegiatan diskusi terus berjalan.

Kelompok diskusi ini anggotanya terdiri dari para kiai dan kiai-kiai muda. Ketuanya dipegang oleh K.H. Achmad Dahlan Kebondalem. Menurut Choirul Anam dalam buku Perkembangan dan Pertumbuhan Nahdlatul Ulama, Madrasah TA hingga kini masih ada, tetapi tempatnya berpindah ke pinggiran Surabaya.Situasi di tanah air yang mendorong dibentuknya TA adalah adanya perdebatan masalah-masalah khilafiyah dan serangan kalangan yang terpengaruh Wahabi terhadap ulama bermadzhab Ahlussunah wal Jama’ah, yang harus dihadapi kalangan pesantren; dan adanya penjajahan yang membuat rakyat semakin miskin dan terbelakang.

Dengan adanya TA, kiai-kiai muda di daerahnya masing-masing sudah bisa dan sanggup meladeni perdebatan dan diskusi yang menantang mereka, dan siap maju dalam gerakan kebangsaan.Tentu saja, K.H. Abdul Wahab Hasbullah tidak bisa menghadapi serangan-serangan kaum anti-madzhab Ahlussunnah wal jama’ah secara sendirian. Sebab itu, pada tahun 1924, TA ditingkatkan lagi kegiatannya dengan membuka kursus persoalan-persoalan keagamaan guna memberdayakan pengetahuan para kiai muda untuk mempertahankan madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan hanya diskusi dan membuat madrasah.

Kegiatan ini dipusatkan di Madrasah Nahdlatul Wathan, yang juga didirikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan para koleganya, yang diselenggarakan 3 kali seminggu. Pesertanya tak terbatas dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Madura. Jumlah peserta kursus sebanyak 65 orang. Karena pesertanya banyak, K.H. Abdul Wahab Hasbullah meminta teman-temannya untuk ikut membantu, diantaranya K.H. Bisri Syansuri, K.H. Mas Alwi, K.H. Abdul Halim Leuwimunding Majalengka, K.H. Ridwan Abdullah dari Surabaya, K.H. Maksum Lasem, dan K.H. Khalil Lasem.

Mereka yang membantu dari kalangan muda adalah Abdullah Ubaid, Thahir Bakri, Abdul Hakim Petukangan Surabaya, Hasan, dan Nawawi dari Surabaya. Dengan dibuatnya kursus-kursus ini, K.H. Abdul Wahab hasbullah telah mempersiapkan pertahanan ampuh bagi kiai-kiai muda di daerah untuk langsung bisa berhadapan dan meladeni perdebatan yang dilancarkan kaum anti madzhab Ahlussunah wal Jama’ah sekaligus ikut memikirkan nasib bangsa yang sedang terjajah.

Meski begitu, K.H. Abdul Wahab Hasbullah masih belum yakin usaha tersebut bisa massif membentengi kaum Ahlussunah wal Jama’ah dan melibatkannya dalam gerakan kebangsaan. Untuk itu, ia meminta restu pada Hadratusy Syekh Hasim Asy’ari untuk boleh mendirikan jam’iyah. Sampai akhirnya tahun 1926 jam’iyah ini bisa dibentuk dengan nama Nahdlatul Ulama.Sumber: Ensiklopedia Nahdlatul Ulama

Referensi: www.writravelicious.com

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 290
    • 7Komentar

    BAGELEN – Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan di berbagai tingkatan organisasi, sejumlah Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor di Kecamatan Bagelen mulai melaksanakan reorganisasi sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Beberapa ranting yang telah memulai tahapan reorganisasi di antaranya PR GP Ansor Desa Bagelen, Bapangsari, Soko, dan Dadirejo. Langkah ini menjadi bagian penting dalam […]

  • Pelantikan NU dan Ansor Ranting Jatiwangsan Kemiri

    Pelantikan NU dan Ansor Ranting Jatiwangsan Kemiri

    • calendar_month Senin, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.org Pelantikan NU dan Ansor Ranting Jatiwangsan Kemiri, Jumat malam Sabtu 26 Februari 2016  Dihadiri Ketua PC GP ANSOR, Komandan BANSER Cabang Purworejo, berikut Syuriyah, Katib dan Tim dari PC NU PURWOREJO dan MWC Kemiri. Bapak anak kumpul jadi satu Pemandangan sangat indah. Jika bapak datang ke anak akan rasa beda nantinya akan jadi […]

  • Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

    Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Tanggal 2 januari bertepatan dengan wafatnya salah seorang sineas Nahdlatul Ulama yang disebut membuat Film Indonesia Pertama, Usmar Ismail. Film yang disutradarainya, Darah dan Doa, disebut sebagai film Indonesia pertama karena digarap sepenuhnya oleh orang Indonesia. Film itu diproduksi Perusahan Film Nasional Indonesia (Perfini), perusahaan yang didirikannya. Ia juga merupakan ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), sebuah […]

  • Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Departemen Seni Budaya PC GP Ansor Kabupaten Purworejo bersama dengan Tim Media Ansor se Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan edukasi ke Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo pada Minggi (21/11). Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Seni Budaya, Sahabat Miftahuzzaman menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan untuk mendekatkan generasi milenial dengan sejarah bangsanya. “Penting bagi kita untuk […]

  • MWC NU Pituruh Bangun Gedung Sektretariat

    MWC NU Pituruh Bangun Gedung Sektretariat

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 1Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Guna mewujudkan impian kaum nahdiyin dalam memiliki gedung sekretariat yang representatif untuk melayani umat. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pituruh kini mulai melaksanakan pembangunan gedung yang bertempat di Jalan Pituruh-Brnegkol KM 3, Dukuh Kulon RT. 01/RW. 01 Desa Megulunglor, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Calon gedung ini menghabiskan dana sekitar Rp1 miliar […]

  • Pagar Nusa sebagai Ruang Pembinaan Remaja, Wabup Dion Ajak Kolaborasi Cegah Kenakalan Remaja

    Pagar Nusa sebagai Ruang Pembinaan Remaja, Wabup Dion Ajak Kolaborasi Cegah Kenakalan Remaja

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 161
    • 5Komentar

    PURWOREJO – Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pengurus Cabang Pagar Nusa Kabupaten Purworejo masa khidmad 2025–2030 tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga penegasan peran Pagar Nusa sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., saat menghadiri kegiatan yang digelar di Pendopo Bupati Purworejo, […]

expand_less