Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nu Vis-a-Vis Negara, Siasat NU dalam Menjaga Negara

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 513
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membahas masalah politik, sama halnya membahas masalah Negara. Sebab, salah satu yang menyebabkan Negara itu maju adalah partai politik. Namun, terkadang partai politik juga dapat merugikan Negara, karena ketidak sesuaian tindakan-tindakan yang dilakukan oleh partai politik itu sendiri.

Pada saat Orde Baru itu lahir, NU memainkan peran kunci dalam peralihan kekuasaan secara bertahap setelah dalam waktu beberapa hari saja Jenderal Sueharto berhasil menumpas “Gerakan 30 September”. Di samping keikutsertaan para aktivis radikalnya dalam demonstrasi-demunstrasi mashasiswa di tahun 1966, NU juga memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilalihan kekuasaan secara konstitusional oleh jenderal Sueharto.

Bagi jenderal yang menekankan keabsahan peralihan kekuasaan, NU merupakan satu-satunya pasangan yang dapat dijadikan tumpuan harapan: Partai Nasional terlalu dekat hubungannya dengan Suekarno, Masyumi sudah dilarang Tahun 1960 dan sangat dicurigai, sementara partai-partai lainnya terlalu kecil untuk berperan. Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengalami perombakan tidak lama setelah peralihan kekuasaan kepada Sueharto tanggal 11 Maret 1966, sebagian diserahkan ketangan NU.

Sejalan dengan itu, maka terjalin satu kerja sama antara ABRI dan gerakan tradisionalis, persekutuan yang diibaratkan oleh Sjaichu, Wakil Ketua II Nahdhatul Ulama, sebagai hubungan antara “saudara sekandung”. Satu solidaritas timbal-balik lahir dari hubungan tersebut. Pernyataan-pernyataan yang muncul pun sangat hiperbolis: Angkatan bersenjata “mempercayakan” tentaranya pada NU begitupun sebaliknya. (hal. 87).

Namun, ada beberapa peristiwa yang membuat NU terkucilkan. Sejak Tahun 1965, NU tidak menduduki peran penting dalam pemerintahan, perannya sangat ditentukan. Sebab, mempermudah reshuffle yang dilakukan dengan berturut-turut. Apalagi, Wakil Rakyat berhaluan terhadap komunis demi keuntungan kelompok politik yang dekat dengan Orde Baru.

Sehingga kemudian, NU mulai lesu terhadap politik yang berkepanjangan. Sehingga, NU mempunyai rencana untuk kembali ke khittah. Namun, Pada tahun 80-an, NU memilih keluar dari Partai Persatuan Pembangunan, karena untuk sebagian kecewa terhadap adanya kelompok modernis yang ada di PPP. Sejalan dengan itu, NU tidak masuk di perpolitikan lagi, hanya saja ia menitip namanya di Partai Kebangkitan Bangsa. Partai ini, di fasilitasi oleh PBNU.

NU semakin terpecah belah pada saat terjadi pluralisme sikap politik di kalangan NU sendiri, karena ada beberapa partai yang menaungi NU. dalam muktamar 1994, H. Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (SUNI). Sedangkan pamannya Gus Dur, mendirikan Partai Kebangkitan Umat (PKU). Dan, salah satu ulama besar pada dekade Orde Baru yang dekat dengan Jenderal Sueharto yaitu, KH. Syukron Makmun juga mendirikan Partai Nahdhatul Ummah (PNU).

Pemilu 1982, di tandai oleh putusnya hubungan antara para ulama dengan PPP yang dipimpin oleh John Naro. Menjelang pemilihan umum, Naro mengusulkan agar pembagian kursi di hitung berdasarkan hasil pemilu 1955. Hal ini yang membuat MI, mewakili Parmusi, menjadi pewaris sah Masyumi, dan secara tidak langsung Muhammadiyah, dua organisasi Islam pembaru, meskipun keduanya telah menjauhkan diri dari Parmusi sejak tahun1968.

Nahdhatul Ulama minta agar pembagian kursi didasarkan pada hasil Pemilihan Umum tahun 1971, saat Parmusi tampak sangat lemah dibanding Masyumi. Pertikaian menjadi lebih seru ketika, tanggal 27 Oktober 1981, Naro menyerahkan daftar caleg PPP pada pemerintah: 29 caleg NU di tempatkan pada urutan terbawah sehingga kemungkinan untuk terpilih bisa tidak ada. Para anggota DPR yang disingkirkan itu hampir semuanyaberada dalam barisan oposisi terhadap pemerintah yang tidak menyembnyikan campur tangan-nya dalam penyusunan daftar caleg ini.

Menteri dalam Negeri, Jenderal Amir Machmud menjelaskan bahwa NU telah “menyakiti pemerintah”. Bagi Naro, pembersihan partai ini merupakan usaha yang wajar untuk meletakkan dasar bagi sebuah partai modern yang mempunyai kader-kader bebas dari unsur-unsur partai Islam, baik dari NU, MI, Perti, maupun PSII. Menurut Naro, dalam suatu wawancara: “Bila orang mau masuk partai, dia harus masuk NU dulu, atau Perti dulu, baru ke PPP. Undang-undang partai menyatakan tidak bisa begitu lagi. Saya ingin aktivis masuk langsung, ingin mereka menjadi ‘intellectuals’”. (hal. 201-202)

Buku NU vis-à-vis Negara ini menerangkan berbagai laporan yang kuat dan terbukti, tentang relasi NU terhadap Negara. Perpolitikan yang terjadi, dan bagaimana pertikaian antara golongan NU sendiri pada saat Orde Baru. Buku ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya sejarah, agar kita tidak hanya menjadi penikmatnya saja, setidaknya ikut merasakan pahitnya mempertahankan persatuan Negara. Selain bahasanya yang sistematis, buku ini akan mempermudah kita untuk berlama-lama ketika membaca.

Judul               : NU Vis-a-Vis Negara

Penulis             : Andree Feillard

Penerbit           : Basabasi

Cetakan           : Pertama, Agustus 2017

Tebal               : 467 halaman

ISBN               : 9786026651174

Peresensi: Faiqur Rahman, tinggal di Garawiksa Institute Yogyakarta.

Artikel sumber: https://harakatuna.com/siasat-nu-dalam-menjaga-negara.html

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendirian RSNU DIY diresmikan Ketua PBNU

    Pendirian RSNU DIY diresmikan Ketua PBNU

    • calendar_month Sabtu, 31 Mar 2018
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Kulonprogo, Setelah melalui proses yang panjang, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya resmi didirikan pada Jumat (30/3). Peresmian tersebut dilakukan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di Girigondo, Temon, Kulonprogo. Kiai Said menyampaikan apresiasi kepada NU DIY yang telah mampu merintis pembangunan rumah sakit. Hal ini menjadi bukti bahwa NU telah […]

  • H – 01 Rakercab 2019

    H – 01 Rakercab 2019

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 2.536
    • 0Komentar

    Ada Apa di Rakercab Kita : Ada Pencerahan , Optimisme dan Kebersamaan Buat Apa Rakercab Kita : Untuk Menjalankan Amanat Organisasi , Silaturohim, Evaluasi , Koordinasi dan Penataan Program Kerja Siapa yang terlibat di dalamnya : Panitia , Pengurus Pimpinan Cabang dan Semi Otonomnya , Perwakilan PAC dan PR Serta Seluruh Anggota Ansor Banser Purworejo […]

  • Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F. Play Button

    Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F.

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Eps. 10-12 kita kedatangan tamu sepsial jurnalis muda NU yang akan mengangakat aktivitas aktivitas kreatif di tengah pandemi

  • Toleransi dalam Perspektif Fikih

    Toleransi dalam Perspektif Fikih

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Toleransi menjadi penting dideskripsikan guna mengawal kerukunan di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia. Indonesia adalah negara unik dan beda. Sebab Indonesia bukan negara sekuler dan bukan pula negara agama, tapi berlandaskan Pancasila.Sebuah konsep lain yang tetap berlandaskan agama berpadu dengan norma pribumi. Sebagai mayoritas, umat Muslim memiliki tanggung jawab memandu toleransi di negeri ini. Di […]

  • Doa untuk Indonesia bersama Habib Lutfi dan Habib Umar

    Doa untuk Indonesia bersama Habib Lutfi dan Habib Umar

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Sekitar 10.000 jamaah memadati Alun-alun Kutoarjo mengikuti pengajian akbar yang diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo, Senin (07/08/2017) malam kemarin. Lantunan shalawat dan doa bersama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menggema di Alun-alun Kutoarjo malam itu. Kegiatan bertajuk Doa Untuk Indonesia itu dihadiri ratusan Ulama, Habaib, anggota TNI dan Polri serta pejabat di Pemkab […]

  • MDS Rijalul Ansor Purworejo Sukses Gelar Kongkow Ngaji

    MDS Rijalul Ansor Purworejo Sukses Gelar Kongkow Ngaji

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Purworejo kembali menggelar kegiatan rutinan kebanggaannya, “Kongkow Ngaji Malam Sabtu Pon”. Acara yang berlangsung khidmat penuh keberkahan ini dilaksanakan di Serambi Masjid Darul Muslimin, Cangkreplor, Kecamatan Purworejo pada Jumat malam (15/05/2026). Kegiatan rutin ini menjadi magnet spiritual bagi para kader dan masyarakat sekitar untuk saling […]

expand_less