Breaking News
light_mode
Trending Tags

Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
  • visibility 666
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi
Ciamis,
Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi menjelaskan bahwa umat mesti membedakan dengan tegas yang mana ulama dan yang mana sekadar khutaba’ (penceramah). Ia menyampaikan hal itu pada pengajian rutin di kesempatan Ramadhan tahun ini.
“Jangan kaburkan istilah ulama dengan khutaba, sabda Rasulullah, sebagaimana diperingatankan oleh Sahabat Ibnu Mas’ud RA, “Sesungguhnya kalian sekarang ini pada zaman yang masih banyak ulamanya, sedikit tukang ceramahnya. Dan sesungguhnya setelah kalian akan datang suatu zaman yang banyak tukang ceramahnya dan sedikit ulamanya,” tuturnya, pada kesempatan ngaji sore di Pesantren Qoshrul Arifin Kasepuhan Atas Angin, Cikoneng, Ciamis. Kemudian beliau membacakan surat Al-Fathir: 28.  
Kedudukan ulama itu sangat tinggi sekali, lanjutnya. Ulama itu adalah mereka yang takut (yakhsya) kepada Allah. Hanya para ulamalah yang takut kepada Allah. Dengan kata lain, hanya orang pandailah yang takut kepada Allah. Kalau Allah melarang membuka aib orang lain, sedang dia tahu membuka aib itu dilarang, dan dia membuka aib orang lain di muka umum, menghina dan memperolok-olok, bukankah ulama. 
“Ulama itu pewaris Nabi, sementara Nabi kita tidak memiliki tutur kata yang fahisy dan tidak pula mutafahisy (keji, jorok dan menyakitkan hati). Bisakah orang seperti itu dikatakan ulama?” Mencaci-maki sesembahan selain Allah saja tidak boleh, kenapa mencaci-maki sesama Muslim, sesama anak bangsa?” tanya beliau menyirat keprihatinan.
Seandainya orang yang berkata keji, jorok dan menyakitkan hati dikatakan ulama, mereka termasuk ulama apa namanya? Apakah tidak lebih baik seandainya gelar ulama itu biar Allah saja yang memberikannya, tegasnya.  
“Mari kita pahami Islam; Al-Qur’an dan Al-Hadits sampai hakikatnya. Jangan sekadar kulitnya saja. Demikianlah agar hati kita tidak keras, sekeras batu bahkan lebih, dan agar kiblat pandang awamul muslimin tepat (tidak salah),” tutur Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah ini lebih memperjelas.
Kiyi yang didapuk menjadi anggota Dewan Khas PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) ini mengajak agar menjadikan momentum puasa di bulan Ramadhan ini sebagai sarana mujahadah untuk memperbaiki diri.
“Mari di bulan Ramadhan ini kita sempurnakan puasa agar kita termasuk orang muttaqin, orang yang bertaqwa; orang yang terjaga akal bicaranya, terjaga jiwa perasaannya, hati dan perbuatannya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah,” pungkasnya. (Fuad Athor/Abdullah Alawi-NU Online)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

    Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    ba Tulungagung, NU OnlineRapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Tulunggung berakhir Ahad (7/8). Beberapa keputusan penting telah diambil dalam acara yang berlangsung sejak 5-7 Agustus tersebut. “Alhamdulillah 17  draf  materi ke-Banser-an telah selesai dibahas dalam waktu dua hari ini. Untuk itu akan segera kami tindak lanjuti. Setelah lapor Ketua Umum GP Ansor. […]

  • GP Ansor Purworejo Tebar 1.934 Ikan, Tutup Rangkaian Harlah ke-92

    GP Ansor Purworejo Tebar 1.934 Ikan, Tutup Rangkaian Harlah ke-92

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 2Komentar

    Purworejo – Rangkaian peringatan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo ditutup dengan kegiatan olahraga goes dan tebar benih ikan di Bendungan Kedung Putri, Loano, pada Jumat sore, (1/5/2026). Ketua GP Ansor Purworejo, H. M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang dimulai dari Kota Purworejo hingga finish di Bendungan Kedung […]

  • Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Purworejo Selenggarakan Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ . Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut bulan syawal 1442 Hijriyah, Ahad (30/05/2021) Malam. Bertempat di Komplek Mushola Al Arifin Baledono Purworejo Hadir pada kesempatan ini, Perwakilan Camat Purworejo, PC NU Purworejo, Jajaran Mustasyar, Pengurus MWC, Perwakilan Ranting NU Se-Kecamatan, Perwakilan Banom (Muslimat, […]

  • Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Ngombol, ansorpurworejo.org Sabtu, 27 Februari 2016 di Ponpes Assunnah Joso diadakan pelantikan PAC Ansor dan Banser Kecamatan Ngombol. Sebelumnya diawali dengan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Ngombol. Hadir Ketua PC GP Ansor Purworejo Sahabat H. Muhammad Haekal, S.Pd.I. beserta sahabat-sahabat PC. Pelantikan sengaja di Ponpes Assunnah Joso Ngombol atas permintaan KH. Baihaqi Pendiri Pondok untuk mendapatkan pondok […]

  • Ikhtiar Merawat Ghiroh Berorganisasi, Ranting NU Ngaglik Gelar Rapat Rutin

    Ikhtiar Merawat Ghiroh Berorganisasi, Ranting NU Ngaglik Gelar Rapat Rutin

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Ikhtiar merawat ghiroh berorganisasi, Pengurus Ranting NU Ngaglik gelar selapanan rutin Ngaglik, 5 Juli 2023 – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Ngaglik kembali menggelar rapat rutinan . kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap malam kamis pon setiap bulan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk merawat ghiroh berkhidmah kepada organisasi dan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh […]

  • Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.  Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru […]

expand_less