Breaking News
light_mode
Trending Tags

Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
  • visibility 701
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi
Ciamis,
Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi menjelaskan bahwa umat mesti membedakan dengan tegas yang mana ulama dan yang mana sekadar khutaba’ (penceramah). Ia menyampaikan hal itu pada pengajian rutin di kesempatan Ramadhan tahun ini.
“Jangan kaburkan istilah ulama dengan khutaba, sabda Rasulullah, sebagaimana diperingatankan oleh Sahabat Ibnu Mas’ud RA, “Sesungguhnya kalian sekarang ini pada zaman yang masih banyak ulamanya, sedikit tukang ceramahnya. Dan sesungguhnya setelah kalian akan datang suatu zaman yang banyak tukang ceramahnya dan sedikit ulamanya,” tuturnya, pada kesempatan ngaji sore di Pesantren Qoshrul Arifin Kasepuhan Atas Angin, Cikoneng, Ciamis. Kemudian beliau membacakan surat Al-Fathir: 28.  
Kedudukan ulama itu sangat tinggi sekali, lanjutnya. Ulama itu adalah mereka yang takut (yakhsya) kepada Allah. Hanya para ulamalah yang takut kepada Allah. Dengan kata lain, hanya orang pandailah yang takut kepada Allah. Kalau Allah melarang membuka aib orang lain, sedang dia tahu membuka aib itu dilarang, dan dia membuka aib orang lain di muka umum, menghina dan memperolok-olok, bukankah ulama. 
“Ulama itu pewaris Nabi, sementara Nabi kita tidak memiliki tutur kata yang fahisy dan tidak pula mutafahisy (keji, jorok dan menyakitkan hati). Bisakah orang seperti itu dikatakan ulama?” Mencaci-maki sesembahan selain Allah saja tidak boleh, kenapa mencaci-maki sesama Muslim, sesama anak bangsa?” tanya beliau menyirat keprihatinan.
Seandainya orang yang berkata keji, jorok dan menyakitkan hati dikatakan ulama, mereka termasuk ulama apa namanya? Apakah tidak lebih baik seandainya gelar ulama itu biar Allah saja yang memberikannya, tegasnya.  
“Mari kita pahami Islam; Al-Qur’an dan Al-Hadits sampai hakikatnya. Jangan sekadar kulitnya saja. Demikianlah agar hati kita tidak keras, sekeras batu bahkan lebih, dan agar kiblat pandang awamul muslimin tepat (tidak salah),” tutur Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah ini lebih memperjelas.
Kiyi yang didapuk menjadi anggota Dewan Khas PB Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) ini mengajak agar menjadikan momentum puasa di bulan Ramadhan ini sebagai sarana mujahadah untuk memperbaiki diri.
“Mari di bulan Ramadhan ini kita sempurnakan puasa agar kita termasuk orang muttaqin, orang yang bertaqwa; orang yang terjaga akal bicaranya, terjaga jiwa perasaannya, hati dan perbuatannya dari hal-hal yang dilarang oleh Allah,” pungkasnya. (Fuad Athor/Abdullah Alawi-NU Online)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pabrik Baru Air Minum Baqnu di Bagelen, Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren

    Pabrik Baru Air Minum Baqnu di Bagelen, Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 3Komentar

    PT Baqnu Sekawan Mulya resmikan pabrik air minum demineral baru di Bagelen, perkuat sinergi dengan PCNU Purworejo melalui prinsip Mabadi Khaira Ummah.

  • Kafilah Kecamatan Kemiri Meriahkan Gebyar Muharram Sambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah

    Kafilah Kecamatan Kemiri Meriahkan Gebyar Muharram Sambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Purworejo, Selasa (18/07/2023) – Kabupaten Purworejo meriah dengan adanya acara Gebyar Muharram yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo. Acara ini menjadi ajang untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah dan disambut antusias oleh seluruh warga masyarakat. Dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Islam, Gebyar Muharram diadakan dengan berbagai kegiatan […]

  • Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan […]

  • PAC GP Ansor Kutoarjo Gelar “NGOPI Luget”, Bahas Konsolidasi dan Gagasan Penguatan Organisasi

    PAC GP Ansor Kutoarjo Gelar “NGOPI Luget”, Bahas Konsolidasi dan Gagasan Penguatan Organisasi

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 147
    • 2Komentar

    KUTOARJO — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kutoarjo menggelar kegiatan NGOPI Luget (Ngobrol Organisasi Penuh Inspirasi) pada Sabtu malam, 31 Mei 2025, bertempat di kediaman Ketua PAC terpilih, Teguh Nuryanto, di Desa Tepus Wetan, Kutoarjo. Kegiatan ini dihadiri oleh para calon pengurus harian, tim formatur, dan penasihat PAC GP Ansor Kutoarjo. Selain […]

  • Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 1Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah. “Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, […]

  • Mari Donasi untuk Gempa Bumi di Aceh

    Mari Donasi untuk Gempa Bumi di Aceh

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 1Komentar

    NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakt Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Meski tak berpotensi tsunami, bencana yang terjadi sekitar pukul 05.03 WIB ini merobohkan sejumlah bangunan dan menelan puluhan korban jiwa. “Kami mengajak semua pihak […]

expand_less