Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Banser Dari Ensiklopedi NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
  • visibility 1.790
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banser NU Akronim dari Barisan Serba Guna NU. Merupakan lembaga semi-otonom dari GP Ansor, organisasi pemuda NU, yang berdiri pada 1930 atau empat tahun setelah NU didirikan. Menurut catatan, Banser sendiri berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pendiriannya juga berkaitan dengan semakin keras dan menghangatnya persaingan politik pada waktu itu, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional. Di tingkat internasional, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia yang melahirkan program politik Ganyang Malaysia, sedangkan di tingkat nasional dan regional, konflik antar-partai, yang melibatkan juga NU sebagai salah satu partai, semakin tajam dan keras.

Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer.  Sebagaimana namanya, barisan serba guna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana.

Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat.

Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU, di dalam sistem politik kepartaian yang liberal. Konflik ini semakin menghangat di dalam panggung politik internasional akibat pengaruh Perang Dingin di antara dua kekuatan adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dilaporkan ribuan hingga jutaan orang, terutama para aktivis—atau mereka yang diduga terkait dengan—PKI dan onderbouw-nya, terbunuh atau hilang tak tahu rimbanya dalam peristiwa itu. Banyak penelitian yang mengungkap peristiwa berdarah ini, tetapi pemerintah sendiri belum melakukan investigasi dan menyampaikan pengakuan yang resmi. Meski demikian, terkait dengan peran Banser NU di dalamnya, Abdurrahman Wahid selaku Ketua PBNU, secara rendah hati dan terbuka pernah meminta maaf kepada keluarga korban 1965 tersebut.

Menurut sumber lain, Banser diyakini sudah ada jauh sebelum tahun 1960-an. Dalam Kongres Ke-2 pada 1937 di Malang, Jawa Timur, Gerakan Pemuda Ansor, atau ANU (Ansor Nahdhatul Ulama) namanya saat itu, mengembangkan sebuah organisasi gerakan kepanduan yang disebut Barisan Ansor Nahdhatul Ulama (BANU). Keberadaan BANU memperoleh lampu hijau dengan adanya pengakuan NU pada Muktamar Ke-14 di Magelang, Jawa Tengah. Pada Muktamar NU ke-15 di Surabaya, NU bahkan mengesahkan AD/ART BANU, seragam, mars resmi Al-Iqdam, atribut-atribut, serta yang paling penting diperbolehkannya mereka memainkan terompet dan genderang. Diyakini bahwa BANU inilah yang menjadi cikal-bakal Banser NU yang dikenal sekarang.

Pendirian BANU merupakan respons terhadap kemunculan organisasi-organisasi kepanduan saat itu. Sifatnya yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air juga memperlihatkan respons nasionalistis NU. Jika ANU adalah organisasi pemuda, maka BANU adalah organisasi kepanduan. Kegiatan BANU, seperti banyak organisasi-organisasi kepanduan, adalah:

1. Pendidikan baris-berbaris
2. Latihan lompat dan lari
3. Latihan angkat-mengangkat
4. Latihan ikat-mengikat (pioner)
5. Fluit Tanzim (belajar kode atau isyarat suara)
6. Isyarat dengan bendera (morse)
7. Perkampungan dan perkemahan
8. Belajar menolong kecelakaan (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau PPPK)
9. Musabaqoh fil Kholi (pacuan kuda)
10. Muromat (melempar lembing dan cakram)

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor umumnya dan Banser khususnya yang direkrut dalam pelatihan militer. Laskar Hizbullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu laskar penting dalam perang kemerdekaan diisi oleh banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Periode Jepang ini diyakini turut membentuk watak paramiliter sekaligus watak nasionalistis dari Banser.

Sekarang Banser banyak berperan dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara yang digelar oleh NU dan organisasi-organisasi afiliasinya. Namun, peran ini tidak hanya terbatas di kalangan NU, mereka juga sering kali terlibat dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara keagamaan dan sosial di luar yang digelar NU. Kehadirannya ini secara umum bisa diterima karena memang diakui masih kurang dan terbatasnya aparat kepolisian dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia. 

Sebagai bagian dari NU, Banser selalu menyatakan eksistensinya sebagai pembela dan benteng ulama, tetapi di pihak lain, mereka juga selalu dengan tegas menyatakan komitmen nasionalismenya untuk selalu mempertahankan NKRI. Hal ini tercermin dari komitmen mereka untuk membantu siapa pun, tanpa mengenal perbedaan agama, suku, maupun golongan.

Salah satu yang mencuatkan nama Banser dalam periode mutakhir ini adalah tewasnya salah seorang anggotanya, Riyanto, pada 2000, ketika mengamankan acara malam natal di Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur, akibat serangan bom para teroris.

Belakangan ini Banser banyak memainkan peran sebagai relawan dalam berbagai bencana, baik bencana alam seperti banjir, gempa, letusan gunung berapi, maupun bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial. Dalam hal ini mereka memainkan peran yang mirip dengan dan mendekati peran Search And Rescue (SAR).

Menurut survei, pada akhir 1990-an, anggota Banser berjumlah sekitar 500.000. Namun, para pengurus Banser sendiri meyakini bahwa anggota mereka berjumlah tiga jutaan di seluruh Indonesia. Yang jelas, di mana ada Gerakan Pemuda Ansor maka dipastikan di situ juga ada Banser, yang merupakan organisasi semi-otonomnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

DIterbitkan dengan beberapa perubahan. Pernah dimuat di NU Online dengan Judul Banser NU

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Binance推荐码

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas25 Juli 2026 8:00 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Peduli

    Ansor Peduli

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PC Gp Ansor Purworejo terus menebar manfaat bagi masyarakat. Yang teranyar, Bidang Sosial PC GP Ansor Purworejo memberikan santunan untuk 25 anak yatim. Penyerahan santunan itu dilakukan di Masjid Al Ma’arif Winong Kemiri Purworejo Jum’at (6/3). Menurut wakil Ketua Bidang Sosial GP Ansor Purworejo, Alfin Zidni, mengungpkan pemberian santunan itu merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pemuda […]

  • Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kenikmatan surga digambarkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Seperti termaktub dalam surah Al-Insan ayat 20, وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا Artinya: Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar Dalam surah Al Baqarah ayat 25, Allah SWT mengabarkan bahwa keindahan surga diperuntukkan bagi orang-orang […]

  • Pimpinan Ranting GP Ansor Wonosuko Mengadakan Selapanan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    Pimpinan Ranting GP Ansor Wonosuko Mengadakan Selapanan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Wonosuko, 2 Juli 2023 – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Wonosuko mengadakan acara Selapanan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Mushola Al-Wasilah. Acara ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan keimanan, serta menghimpun kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai kader GP Ansor. Acara Selapanan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor […]

  • Anggota Banser Desa Sumowono Berperan Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desanya

    Anggota Banser Desa Sumowono Berperan Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desanya

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KALIGESING, ansorpurworejo.org – Pemerintah Desa Sumowono sukses menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di halaman SD Negeri Sumowono, Kecamatan Keligesing, Kabupaten Purworejo, Pada Kamis (17/8/2023) Acara yang dihadiri oleh warga masyarakat dan berbagai unsur pelajar ini menjadi momen bersejarah yang penuh makna. Saat upacara tersebut, peran penting anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Desa […]

  • Ansor Bener Kumpulkan Ranting Untuk Gass E-KTA

    Ansor Bener Kumpulkan Ranting Untuk Gass E-KTA

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Bener, 26 Juni 2023 – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Bener mengadakan Rapat Koordinasi dengan Ranting Ansor se-Kecamatan Bener pada tanggal 26 Juni 2023. Acara tersebut berlangsung di rumah sekretaris Ansor PAC Bener, sahabat Damanhuri. Rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi dari PAC untuk melakukan perapian dan penginputan data kader di tingkat kecamatan dan […]

  • Ketua PC Ansor Purworejo, Silahturahmi PAC Ansor Banyuurip

    Ketua PC Ansor Purworejo, Silahturahmi PAC Ansor Banyuurip

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    BANYUURIP, ansorpurworejo.org – Ketua PC Ansor Purworejo Khabib Anwar Dahlan, didampingi sekretaris PC Purworejo Tashilul Manasik untuk bersilahturahmi ke Ketua PAC Banyuurip Miftahuzaman, Selasa, 06/10/2020. Silaturahmi ini bertujuan untuk menyampaikan poin-poin hasil dari Konferensi Besar. Salah satu poin yang disampaikan yaitu terkait kaderisasi anggota baik ansor maupun banser, dikarena sedang masa pandemi covid-19 untuk kaderisasi […]

expand_less