Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

  • account_circle Ahmad Naufa
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 1.329
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus.

***

Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman.

Tapi zaman berubah. Kini—meski saya sendiri tak suka dan ogah mencoba—tato tak identik dengan kenakalan, apalagi preman. Bahkan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti pun bertato. Juga, banyak saya melihat anak-anak lebay dan ganjen bertato. Orang “normal” sampai PSK banyak yang bertato. Ini artinya tato tak identik dengan preman.

Meski begitu, banyak—atau kebanyakan—orang masih melihat tato sebagai sebuah simbol negatif, nakal dan sejenisnya.

Dalam Islam sendiri, setahu saya, kebanyakan fatwa ulama mengharamkannya, dengan dalih menghambat air wudlu. Jika air wudlu tidak mengalir ke kulit, maka wudlu tidak sah, secara fiqih. Jika wudlu tidak sah, maka shalatnya tidak sah. Ini otomatis juga berlaku bagi orang yang junub, mandi besarnya tidak sah.

Pertanyaanya kemudian, kalau sudah terlanjur bagaimana? Ada dua pendapat: pertama, menghapusnya. Banyak saya menjumpai orang yang menghapus tatonya. Konon, menghapus tato teramat sakit, karena menggunakan setrika. Entah sekarang ada alatnya atau tidak. Kedua, jika memang teramat sakit, tak perlu menghapusnya. Ini karena prinsip bahwa agama itu membuat mudah, bukan malah menyulitkan.

Juga, pendapat ulama-ulama tasawuf yang lebih melihat hati, di mana hati lebih penting untuk disucikan, dibersihkan. Banyak orang yang meski tubuhnya mulus, namun hatinya penuh tato kebencian, hasut, dengki, dendam, dan lain-lain.


Usai menyalami, ia yang bercelana hitam dan berkaos doreng, minta perintah.

“Apa yang bisa kita kerjakan malam ini?” ungkapnya, kepada kami pengurus GP Ansor Purworejo.

“Kita akan menyiapkan tempat untuk acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Susbalan Banser besok. Ada juga tumpukan batu di halaman depan yang perlu dibereskan.”

“Siap laksanakan…!!!” Balasnya.

Kemudian, beserta beberapa anggota Banser lain, ia—dengan badannya yang kekar berotot—memindah batu-batu itu. Ketika hujan turun mengguyur, ia tetap semangat, sampai selesai pukul 00.00 WIB.

Itulah Banser, salah satu sayap kekuatan Ansor NU, yang menerima dan merangkul siapa saja, jika memang ingin menuju cahaya. Betapa pun kotor masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. NU tidak memukul, tapi merangkul. Karena, hanya Iblis yang menentang manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada Rabu, 04 Januari 2017.

  • Penulis: Ahmad Naufa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengusulkan lagu gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang popluer berjudul Yaa Lal Wathan dijadikan sebagai lagu perjuangan nasional karena terbukti menyemayamkan cinta tanah air dan nasionalisme kuat di dada para pejuang terutama anak-anak muda saat itu. Peresmian lagu tersebut rencananya akan dilaksanakan pada momen Hari Pahlawan Nasional […]

  • Puting Beliung Melanda, NU Bergerak Membantu

    Puting Beliung Melanda, NU Bergerak Membantu

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    PURWOEEJO, ansorpurworejo.org – Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda sekitar Purworejo kota pada Sabtu (26/2) yang mengakibatkan beberapa kerusakan. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) MWCNU Kecamatan Purworejo bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan koordinasi dengan Lurah Baledono Agus Pramono, TNI dan Polri. “Yang terdampak kerusakan baik rusak berat, sedang maupun […]

  • 9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    Sebagai organisasi Islam dengan masa terbesar di dunia, menjadikan Nahdlatul Ulama magnet tersendiri bagi banyak kalangan. Tak terkecuali dalam berbagai situasi politik yang ada dinegeri ini. Strukturnya yang kuat dari tingkatan nasional hingga tingkatan terbawah di dusun-dusun dan perkampungan, bahkan kini Nahdatul Ulama setidaknya telah memiliki kepengurusan di 36 negara, menjadikan tarikan-tarikan kepada Nahdlatul Ulama […]

  • Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

    Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle A. Nur Kholis
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Tak terasa kita sudah berada di awal tahun 2020. Semua momen senang, sedih, marah, dan perasaan lainnya telah kita lalui. Semua kenagan itu bisa menjadi pengalaman berharga kita di tahun lalu. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, umumnya masyarakat merayakan momen pergantian tahun dengan cara berkumpul bersama keluarga ataupun sahabat. Ada pula cara lain yang dilakukan, seperti […]

  • Bagi Bagi Menu Berbuka Puasa Ala Banser Kota Purworejo

    Bagi Bagi Menu Berbuka Puasa Ala Banser Kota Purworejo

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 634
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Satkoryon Banser Kota Purworejo adakan bagi-bagi menu buka puasa, pada Senin (26/4/2021) Sore. Bertempat di Sekitaran Masjid Agung Darul Muttaqin, Pasar Suronegaran, Plasa, Depan Jodo,  Perempatan pasar kembang, depan UMP, perempatan Buntu. Kegiatan tersebut merupakan gerakan oleh Banser Kasatkoryon Kota yang bersinergi dari DRW skincare. Ada puluhan Jumlah anggota yang ikut turun […]

  • Sambang sahabat Ranting  PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    Sambang sahabat Ranting PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus PAC GP Ansor Pituruh melakukan agenda silaturahmi dalam agenda reoni PKD ke 3 angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan di mushola Az Zahro. Kegiatan dihadiri oleh alumni PKD Angkatan 2022, tokoh masyarakat, pengurus PC GP Ansor Purworejo. Minggu, 25/09/2022. Malik Khairul Anam, Ketua PAC Ansor Pituruh menyampaikan bahwa tantangan Ansor kedepan cukup besar […]

expand_less