Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

  • account_circle Ahmad Naufa
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 1.558
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus.

***

Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman.

Tapi zaman berubah. Kini—meski saya sendiri tak suka dan ogah mencoba—tato tak identik dengan kenakalan, apalagi preman. Bahkan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti pun bertato. Juga, banyak saya melihat anak-anak lebay dan ganjen bertato. Orang “normal” sampai PSK banyak yang bertato. Ini artinya tato tak identik dengan preman.

Meski begitu, banyak—atau kebanyakan—orang masih melihat tato sebagai sebuah simbol negatif, nakal dan sejenisnya.

Dalam Islam sendiri, setahu saya, kebanyakan fatwa ulama mengharamkannya, dengan dalih menghambat air wudlu. Jika air wudlu tidak mengalir ke kulit, maka wudlu tidak sah, secara fiqih. Jika wudlu tidak sah, maka shalatnya tidak sah. Ini otomatis juga berlaku bagi orang yang junub, mandi besarnya tidak sah.

Pertanyaanya kemudian, kalau sudah terlanjur bagaimana? Ada dua pendapat: pertama, menghapusnya. Banyak saya menjumpai orang yang menghapus tatonya. Konon, menghapus tato teramat sakit, karena menggunakan setrika. Entah sekarang ada alatnya atau tidak. Kedua, jika memang teramat sakit, tak perlu menghapusnya. Ini karena prinsip bahwa agama itu membuat mudah, bukan malah menyulitkan.

Juga, pendapat ulama-ulama tasawuf yang lebih melihat hati, di mana hati lebih penting untuk disucikan, dibersihkan. Banyak orang yang meski tubuhnya mulus, namun hatinya penuh tato kebencian, hasut, dengki, dendam, dan lain-lain.


Usai menyalami, ia yang bercelana hitam dan berkaos doreng, minta perintah.

“Apa yang bisa kita kerjakan malam ini?” ungkapnya, kepada kami pengurus GP Ansor Purworejo.

“Kita akan menyiapkan tempat untuk acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Susbalan Banser besok. Ada juga tumpukan batu di halaman depan yang perlu dibereskan.”

“Siap laksanakan…!!!” Balasnya.

Kemudian, beserta beberapa anggota Banser lain, ia—dengan badannya yang kekar berotot—memindah batu-batu itu. Ketika hujan turun mengguyur, ia tetap semangat, sampai selesai pukul 00.00 WIB.

Itulah Banser, salah satu sayap kekuatan Ansor NU, yang menerima dan merangkul siapa saja, jika memang ingin menuju cahaya. Betapa pun kotor masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. NU tidak memukul, tapi merangkul. Karena, hanya Iblis yang menentang manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada Rabu, 04 Januari 2017.

  • Penulis: Ahmad Naufa

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berhaji Hanya Menjadi Semacam “Wisata”

    Berhaji Hanya Menjadi Semacam “Wisata”

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 85
    • 1Komentar

    Memenuhi segala kewajiban itu lebih utama daripada melakukan ibadah sunnah, baik itu haji sunnah, umrah sunnah, maupun yang lain. Karena seorang hamba tidaklah mendekat pada Allah dengan sesuatu yang lebih dicintaiNya daripada memenuhi segala yang diwajibkan padanya. Sementara banyak orang yang merasa enteng melakukan haji sunnah dan sedekah, namun ia merasa berat memenuhi kewajiban-kewajibannya seperti […]

  • Baity Jannaty, Membangun Keluarga Sakinah

    Baity Jannaty, Membangun Keluarga Sakinah

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 1Komentar

    Judul: Baity Jannaty, Membangun Keluarga SakinahOleh: Gus Yusuf ChudloriPenerbit: KhalistaHarga: Rp. 32.000,- Keluarga adalah komunitas terkecil di masyarakat namun sangat menentukan nasib bangsa ini ke depan, Mahligai yang sakinah, mawaddah wa rahmah menjadi idaman setiap keluarga, namun jalan menuju ke sana tentu tidak mudah dan berliku. Penulis bersama keluarga Fast FM di acara Baity Jannaty […]

  • Diskusi Seputar Hukum Kurban bersama Rijalul Ansor Pituruh

    Diskusi Seputar Hukum Kurban bersama Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 187
    • 1Komentar

    Pituruh, 22 Mei 2024 – Masjid Alibyadl Tunjungtejo menjadi saksi dari kegiatan rutin yang diadakan setiap Rabu malam oleh Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalun Ansor Pituruh. Pada malam Kamis, para anggota Ansor Banser Kecamatan Pituruh berkumpul untuk mendalami materi seputar hukum hewan kurban. Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini dipimpin oleh Ketua Majlis, sahabat […]

  • Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Di era kemajuan yang berkembang semakin pesat, seringkali membuat manusia lupa dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. Lalu apa solusinya? Salah satunya ialah tahlil.  “Tanpa silaturahmi atau interaksi sosial, sifat individualisme semakin merasuk dalam diri seseorang sehingga rasa kebersamaan, kepedulian dan toleransi semakin memprihatinkan. Tidak hanya masyarakat kota, melainkan […]

  • Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 1Komentar

    PURWOREJO, – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kabupaten Purworejo menjadi momentum penting bagi kader Gerakan Pemuda Ansor untuk memperkuat soliditas, konsolidasi, serta arah gerakan ke depan. Ketua PC GP Ansor Purworejo, Tashilul Manasik, menegaskan bahwa kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal dan musyawarah kerja cabang tersebut bukan sekadar seremoni […]

  • Ansor Peduli Siapkan Laporan Real-Time Untuk Masyarakat

    Ansor Peduli Siapkan Laporan Real-Time Untuk Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pada tanggal 11 September 2020, Dalam menjaga keterbukaan publik PC GP Ansor Purworejo merilis data laporan Ambulan, bertempat di Desa Lugosobo Purworejo dala rapat koordinasi bersama Tim Ansor Peduli berkumpul untuk melaporkan dan mengevaluasi gerakan ambulan Ansor peduli Purworejo Miftahudin sebagai koordinator relawan memaparkan “Sejak serah terima ambulan sinegi DRW – Ansor […]

expand_less