Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 484
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanggal 2 januari bertepatan dengan wafatnya salah seorang sineas Nahdlatul Ulama yang disebut membuat Film Indonesia Pertama, Usmar Ismail. Film yang disutradarainya, Darah dan Doa, disebut sebagai film Indonesia pertama karena digarap sepenuhnya oleh orang Indonesia. Film itu diproduksi Perusahan Film Nasional Indonesia (Perfini), perusahaan yang didirikannya. Ia juga merupakan ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), sebuah lembaga yang didirikan Nahdlatul Ulama di Bandung pada tanggal 28 Maret 1962 .

Seperti dikutip NU Online, Choirotun Chisaan dalam bukunya, “Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan” mengatakan, pandangan kebudayaan Lesbumi adalah humanisme relijius, yaitu berlandaskan kepada ketauhidan dan kemanusiaan. Lebih tegasnya adalah, hablum minallah wa hablum minan nas, yaitu mencintai Allah dan mencintai manusia. Menurut Chisaan, pandangan Lesbumi semacam itu, merupakan gejala baru di Indonesia di antara pandangan-pandangan kesenian lain yang muncul di tahun 50 hingga 60-an. Pandangan itu sesuai dengan pandangan tokoh utamanya, Usmar Ismail, yang religius humanis. Hal itu tampak dalam tulisan-tulisannya mengenai konsep kesenian dan kebudayaan, terutama dalam tulisan Usmar Ismail “Seniman Indonesia dan Karyanya”. Tulisan itu, menurut Ensiklopedi NU, dipandang oleh teman-temannya sebagai manifesto atau surat kepercayaan kesenimanan Usmar. 

Film yang rilis pada 1950 itu sebenarnya bukan film pertama Usmar Ismail. Sebelumnya, ia mengarahkan film Harta Karun dan Tjitra. Selain film-film ini, ia juga dikenal lewat karya-karyanya seperti Lewat Djam Malam, Enam Djam di Djogdja, Tiga Dara, dan lainnya. Tiap akhir Maret, tepatnya tanggal 30 Maret lantas diperingati sebagai Hari Film Nasional. Penetapannya diambil dari hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi. Film itu dimulai dibuat pada 30 Maret 1950.

Dalam tulisan lain, Usmar menegasakan bahwa tugas seniman dan budayawan adalah untuk mengabdi kepada Allah. Karenanya para seniman dan para kiai harus bergandengan tangan untuk mengembangkan syiar Islam. Pandangannya itu semakin kentara ketika berhadapan dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra). Sebagai Ketua Umum Lesbumi, ia menempati ujung tombak front A dalam Nasakom. A mewakil kalangan agamis dalam unsur-unsur Nasakom itu yang terdiri dari Nas (nasionalis) yang diwakili LKN, A (agamis) diwakili Lesbumi, dan kom (komunis) diwakili Lekra. Bagi Usmar, masuknya Lesbumi ke dalam Nasakom itu menjadi penting karena sebagai saluran para seniman Muslim. Sebab, saat itu, tak ada partai Islam yang kuat selain NU, setelah Masyumi dibubarkan Presiden Soekarno.

Perjalanan panjangnya sebagai seniman sekaligus tokoh Nahdliyyin menyimpan banyak cerita. Dikutip dari FilmIndonesia.or.id, semasa Perang Kemerdekaan, Usmar Ismail aktif sebagai jurnalis di sejumlah media. Hal ini sempat membuatnya mendapat pengalaman tak enak. Pada 1948, ia pernah ditawan Belanda atas tuduhan melakukan subversi. Kala itu, ia datang ke Jakarta sebagai wartawan politik Kantor Berita Antara. Usmar Ismail juga mengantongi berbagai penghargaan. Ia mendapatkan perhatian dari Presiden Soekarno. Pada 1962, ia menerima penghargaan di bidang kebudayaan, Piagam Wijayakusuma. Bahkan Usmar Ismail pernah diabadikan dalam Doodle dihalaman utama Google saat Hari Film Nasional. Nama Usmar Ismail juga diabadikan sebagai tajuk penghargaan perfilman dari jurnalis film, yang malam puncaknya digelar saat Hari Film, pada 30 Maret. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai monumen dalam sejumlah hal mulai dari ruas jalan hingga Gedung Perfilman yang berada di Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921 dan meninggal di Jakarta, 2 Januari 1971 pada umur yang ke 49 tahun. Ia menjadi pengurus Besar Nahdlatul Ulama 1964 – 1069 dan pernah menjadi Anggota DPR – Gotong Royong 1966 – 1969.

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Ansor Purworejo akan mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada ahad besok (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kalimiru, Bayan. Yang menjadi istimewa, rapat kerja ini berdekatan dengan peringatan hari lahir NU yang ke 95 atau ke 98 dalam kalender Hijriyah. Menurut ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Sahabat Khabib Anwar, momen spesial ini memberikan spirit yang […]

  • Dokumentasi Kegiatan

    Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kemiri Meriahkan Malam Sabtu Pahing bersama Santri

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kemiri (22/09/2023) – Malam Sabtu Pahing di Kemiri menjadi lebih bersemangat dengan kehadiran Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kemiri. Kegiatan ini merupakan acara rutin yang diadakan setiap minggu malam sabtu pahing, dengan tujuan utama memperkenalkan generasi muda pada nilai-nilai dan tradisi Ansor. Pondok […]

  • Purworejo menjadi juara  tim hadroh GP Ansor pada perlombaan di Banjarnegara

    Purworejo menjadi juara tim hadroh GP Ansor pada perlombaan di Banjarnegara

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Tim hadroh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo berhasil keluar sebagai juara 1 pada lomba Festival dan Lomba Rebana se-Eks Karesidenan Banyumas dan Kedu. Acara itu diselenggarakan oleh pengurus wilayah GP Ansor Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi. Jawa Tengah, Minggu (09/10) lalu di STIMIK Tunas Bangsa Kompleks Ponpes […]

  • Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Buku saku dan buku putih ini sangat penting dibaca kader Ansor dan NU untuk lebih memperdalam wawasan Aswaja An Nahdliyah

  • PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 548
    • 1Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Lugosobo, Kamis (19/08/2021). Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi SIKom MSi, Pengurus NU Kabupaten Purworejo, dan sejumlah ulama dan kyai setempat . Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama telah […]

  • Untuk Keselamatan Pengawasan Pilkada, Bawaslu Adakan Doa Bersama

    Untuk Keselamatan Pengawasan Pilkada, Bawaslu Adakan Doa Bersama

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Bawaslu Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara doa bersama pada Jumat (19/6/2020) di Ruang Sidang Nurhadi Sekretariat Bawaslu Purworejo. Doa bersama ini diadakan untuk memohon keselamatan dalam rangka giat pengawasan Pilkada 2020 yang sudah dimulai kembali. Sebelumnya, tahapan Pilkada 2020 sempat ditunda sementara akibat adanya pandemi Covid-19. “Purworejo termasuk salah satu kabupaten yang sudah harus […]

expand_less