Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 532
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanggal 2 januari bertepatan dengan wafatnya salah seorang sineas Nahdlatul Ulama yang disebut membuat Film Indonesia Pertama, Usmar Ismail. Film yang disutradarainya, Darah dan Doa, disebut sebagai film Indonesia pertama karena digarap sepenuhnya oleh orang Indonesia. Film itu diproduksi Perusahan Film Nasional Indonesia (Perfini), perusahaan yang didirikannya. Ia juga merupakan ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), sebuah lembaga yang didirikan Nahdlatul Ulama di Bandung pada tanggal 28 Maret 1962 .

Seperti dikutip NU Online, Choirotun Chisaan dalam bukunya, “Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan” mengatakan, pandangan kebudayaan Lesbumi adalah humanisme relijius, yaitu berlandaskan kepada ketauhidan dan kemanusiaan. Lebih tegasnya adalah, hablum minallah wa hablum minan nas, yaitu mencintai Allah dan mencintai manusia. Menurut Chisaan, pandangan Lesbumi semacam itu, merupakan gejala baru di Indonesia di antara pandangan-pandangan kesenian lain yang muncul di tahun 50 hingga 60-an. Pandangan itu sesuai dengan pandangan tokoh utamanya, Usmar Ismail, yang religius humanis. Hal itu tampak dalam tulisan-tulisannya mengenai konsep kesenian dan kebudayaan, terutama dalam tulisan Usmar Ismail “Seniman Indonesia dan Karyanya”. Tulisan itu, menurut Ensiklopedi NU, dipandang oleh teman-temannya sebagai manifesto atau surat kepercayaan kesenimanan Usmar. 

Film yang rilis pada 1950 itu sebenarnya bukan film pertama Usmar Ismail. Sebelumnya, ia mengarahkan film Harta Karun dan Tjitra. Selain film-film ini, ia juga dikenal lewat karya-karyanya seperti Lewat Djam Malam, Enam Djam di Djogdja, Tiga Dara, dan lainnya. Tiap akhir Maret, tepatnya tanggal 30 Maret lantas diperingati sebagai Hari Film Nasional. Penetapannya diambil dari hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi. Film itu dimulai dibuat pada 30 Maret 1950.

Dalam tulisan lain, Usmar menegasakan bahwa tugas seniman dan budayawan adalah untuk mengabdi kepada Allah. Karenanya para seniman dan para kiai harus bergandengan tangan untuk mengembangkan syiar Islam. Pandangannya itu semakin kentara ketika berhadapan dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra). Sebagai Ketua Umum Lesbumi, ia menempati ujung tombak front A dalam Nasakom. A mewakil kalangan agamis dalam unsur-unsur Nasakom itu yang terdiri dari Nas (nasionalis) yang diwakili LKN, A (agamis) diwakili Lesbumi, dan kom (komunis) diwakili Lekra. Bagi Usmar, masuknya Lesbumi ke dalam Nasakom itu menjadi penting karena sebagai saluran para seniman Muslim. Sebab, saat itu, tak ada partai Islam yang kuat selain NU, setelah Masyumi dibubarkan Presiden Soekarno.

Perjalanan panjangnya sebagai seniman sekaligus tokoh Nahdliyyin menyimpan banyak cerita. Dikutip dari FilmIndonesia.or.id, semasa Perang Kemerdekaan, Usmar Ismail aktif sebagai jurnalis di sejumlah media. Hal ini sempat membuatnya mendapat pengalaman tak enak. Pada 1948, ia pernah ditawan Belanda atas tuduhan melakukan subversi. Kala itu, ia datang ke Jakarta sebagai wartawan politik Kantor Berita Antara. Usmar Ismail juga mengantongi berbagai penghargaan. Ia mendapatkan perhatian dari Presiden Soekarno. Pada 1962, ia menerima penghargaan di bidang kebudayaan, Piagam Wijayakusuma. Bahkan Usmar Ismail pernah diabadikan dalam Doodle dihalaman utama Google saat Hari Film Nasional. Nama Usmar Ismail juga diabadikan sebagai tajuk penghargaan perfilman dari jurnalis film, yang malam puncaknya digelar saat Hari Film, pada 30 Maret. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai monumen dalam sejumlah hal mulai dari ruas jalan hingga Gedung Perfilman yang berada di Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921 dan meninggal di Jakarta, 2 Januari 1971 pada umur yang ke 49 tahun. Ia menjadi pengurus Besar Nahdlatul Ulama 1964 – 1069 dan pernah menjadi Anggota DPR – Gotong Royong 1966 – 1969.

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Jihad saat ini bukanlah perang secara fisik melainkan perang melawan hawa nafsu diri sendiri dan melawan kebodohan yaitu selalu belajar dan mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT “ujar Askuri selaku imam tahlil keliling yang dilakukan jamaah BURHANUL QODIRI Buntit di dusun Buntit RT. 02/09 di desa Gintungan Gebang Purworejo.(25/10) Kegiatan rutinan setiap […]

  • Penyuluh Agama Islam Bayan Gelar Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan Diikuti Kader Fatayat

    Penyuluh Agama Islam Bayan Gelar Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan Diikuti Kader Fatayat

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo, – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bayan menggelar Kegiatan Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan. Kegiatan penyuluhan ini di ikuti oleh anggota Fatayat di Ranting Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo sebanyak 60 Orang. Jum’at, 26/08/2022. Program penyuluh agama islam tidak hanya sebatas pada bidang dakwah saja, tetapi juga ada bidang lainya termasuk penyuluhan dalam bidang pemberdayaan […]

  • Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 1Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah. “Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, […]

  • Islam Indonesia Cinta Damai, Jangan Terpancing Perang Saudi-Yaman

    Islam Indonesia Cinta Damai, Jangan Terpancing Perang Saudi-Yaman

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nusron Wahid, mengingatkan umat Islam di Indonesia tidak terpancing dengan konflik yang terjadi antara Saudi Arabi dan Yaman. Terlebih lagi mendukung perang yang telah menyengsarakan pihak-pihak yang bertikai. “Umat Islam Indonesia adalah Islam yang cinta damai. GP Ansor tidak boleh, apalagi ditarik-tarik, untuk mendukung perang. Apalagi kekerasan itu sama-sama […]

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 120
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

  • Bazar Sembako Murah NU Care LAZISNU Winong, Wujud Kepedulian Menjelang Ramadhan

    Bazar Sembako Murah NU Care LAZISNU Winong, Wujud Kepedulian Menjelang Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 92
    • 4Komentar

    KEMIRI – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, NU Care LAZISNU Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Winong, Kecamatan Kemiri, kembali menghadirkan kegiatan Bazar Amal Sembako Murah bagi masyarakat. Kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna Desa Winong, Minggu (18/01/2026), dan mendapat sambutan hangat dari warga. Melalui bazar ini, warga Desa Winong yang memiliki kaleng Koin NU dapat […]

expand_less