Breaking News
light_mode
Trending Tags

Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
  • visibility 560
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sore tadi diajak diskusi bersama Ansor Kota dan diminta untuk me-refleksikan sedikit sejarah Ansor. Mengutip terminologinya Gus Gendoel Phothol , tak ubahnya pijat refleksi, halaqoh ini juga bentuk ikhtiar memijat kepala, hati dan semua anggota tubuh, yang mungkin capek, lelah dan sudah kaku semua, agar kembali fresh dan prima untuk kembali bergerak dalam perjuangan.

Menemani ndan Muhajir Namung Astri saya diminta berbicara sedikit soal sejarah Ansor. Menurut saya, mengetahui sejarah Ansor sangat penting untuk bisa mengambil posisi dan menentukan sikap pergerakan pada masa ini dan yang akan datang. Misalnya saja ketika kita membahas dua semi otonom Ansor, MDSRA dan BANSER. Yang pertama, MDSRA atau lebih dikenal sebagai Rijaalul Ansor. Seperti saya tulis sebelumnya, RA bukanlah nafas baru dalam Ansor. Menganggap RA hal yang baru bisa menyebabkan gerakan RA landai-landai saja. Padahal RA adalah bagian mandat sejarah dalam bidang keagamaan dalam tubuh GP Ansor. Ia cita-cita lama dan tidak terpisahkan dari sejarah Ansor itu sendiri. Sebagaimana GP Ansor yang mewarisi genetika Syubbanul Wathon dan Nahdlatul Wathon (1916), MDSRA juga tak lepas dari cita-cita Da’watus Syubban dan Tashwirul Afkar (1918).

Yang kedua, Barisan Ansor Serbaguna yang kita kenal sebagai Banser. Mungkin tidak banyak yang tahu jika gerakan baris berbaris dan kepanduan Banser ini dulu dikenal sebagai ‘Riyadhoh Badaniyah’. Banser adalah metamorofsa dari BANOE dan Ahlul Wathon. Pendirian BANOE bukanlah hal yang mudah karena juga mendapat pertentangan dari dalam NU sendiri. Penggunaan alat musik Drumband misalnya, sempat mendapat respon yang keras dari ulama-ulama NU. Padahal maksud GP Ansor adalah untuk syiar agama. Sama halnya ketika Ansor berpenampilan dengan memakai celana, sebagian ulama memberikan tanggapan yang keras karena dianggap menyerupai kaum penjajah. Padahal maksud Ansor adalah untuk menunjukan bahwa kaum pribumi setara dengan Belanda. Dalam penolakan-penolakan itulah Mbah Hasyim berfatwa, bahwa Riyadloh Badaniyah diperbolehkan selama mendatangkan manfaat. ‘An takuna ar riyadlotu syar’an mubahatan mufidatan ghoiro mudhorotin.’

Jadi, sejatinya bergabung dengan Banser, mengikuti diklatsar adalah pintu riyadloh. Catatanya: selama mendatangkan manfaat. Dengan memahami sejarah ini, kita jadi tahu bahwa ruh perjuangan Banser adalah ruh perjuangan yang luhur. Baris berbaris itu bukanlah sebatas bergaya, tapi bagian dari riyadloh, latihan, dan upaya yang keras untuk menopang gerakan Ansor dan Nahdlatul Ulama. Maka, menggunakan Banser untuk hal-hal yang jauh daripada itu, bukan saja berarti memunggungi organisasi, tapi juga perlawanan terhadap mandat sejarah NU sekaligus perlawanan terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh Mbah Hasyim Asyary saat pendirian BANOE.

Kadang kita malas menarik diri kebelakang untuk memahami sejarah. Lahir di Ansor dan NU yang terlanjur besar memang sebuah kenikmatan. Di sisi lain juga bisa menjadi malapetaka, sebab kebesaran itu yang akhirnya menina bobokkan kita dari mandat dan cita-cita yang mesti terus di perjuangkan. Momen harlah selalu sebatas hal-hal formil belaka. Tidak ada refleksi yang serius untuk lebih memahami organisasi yang kita cintai ini. Kita tak peduli lagi dengan ‘siapa’ pendiri-pendiri organisasi ini dan ‘bagaimana’ organisasi ini dilahirkan. Lalu sebenarnya kepada siapa kita mencontoh dan mengkiblatkan diri? Atau malah memang sebenarnya kita tidak mau peduli dan memilih untuk terus berlindung di bawah ketiak NU, demi kepentingan diri sendiri.

Selamat Harlah GP Ansor ke 88, Khidmat tanpa batas!

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – FGD (Focus Group Discussion) Sat Binmas Polres Purworejo lakukan sosialisasi radikalisme dan intoleran bersama PAC GP Ansor Bayan di Ponpes Assyifa Desa Besole, Kec. Bayan, Kab. Purworejo pada selasa (14/12). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH. Drs. Farid Solihin MM.Pd, Ketua MWCNU Kecamatan Bayan K. Purwanto S.Pd.I M.Pd, […]

  • Korban hanyut ditemukan

    Korban hanyut ditemukan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

     Alhamdulillaah, Korban hanyut an. Muhammad Syafi’i 15 tahun, santri PP Al Iman Bulus yang hanyut hari Rabu 10/2 jam – 15.30an, telah ditemukan Hari ini di Sungai sekitar dusun Banjaran-gintungan, Kamis jam 9.45. Semua berkat kerjasama dan koordinasi yg baik antar Relawan, SAR, BANSER, PMI, TNI, POLRI, Santri, dan masyarakat, semua relawan yang diKomandani BPBD […]

  • Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 1Komentar

    Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengusulkan lagu gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang popluer berjudul Yaa Lal Wathan dijadikan sebagai lagu perjuangan nasional karena terbukti menyemayamkan cinta tanah air dan nasionalisme kuat di dada para pejuang terutama anak-anak muda saat itu. Peresmian lagu tersebut rencananya akan dilaksanakan pada momen Hari Pahlawan Nasional […]

  • Ansor Kaliwader Pererat Warga dengan Voli

    Ansor Kaliwader Pererat Warga dengan Voli

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Santri sebagai bagian dari warga masyarakat, peran dan keberadaanya seringkali dibenturkan dengan dikotomi santri dan abangan, sebuah ironi yang secara tidak sengaja terpelihara dari warisan penjajahan. Momen peringatan HSN (Hari Santri Nasional) tahun 2016 ini dimanfaatkan betul oleh Ansor Ranting Kaliwader dengan mengadakan lomba bola voli sebagai media interaksi antara santri dan warga […]

  • Pelantikan Pengurus Ranting GP Ansor Benowo, Masa Khidmat 2020 -2022

    Pelantikan Pengurus Ranting GP Ansor Benowo, Masa Khidmat 2020 -2022

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pengurus Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Benowo masa khidmat 2020 -2022 resmi dilantik, Rabu (26/08/2020) siang, di Dusun Sirebut, Desa Benowo, Kec Bener. Pelantikan dan Pengambilan sumpah sebagai pengukuhan kepengurusan dipimpin langsung Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Purworejo Sahabat Khabib Anwar . Usai melantik, Khabib Anwar mengatakan dalam sambutannya supaya pengurus […]

  • Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Banjarnegara – Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Pondok Pesantren Yaqutun Nufus, Banjarnegara, pada Rabu (26/2/2025), telah sukses menggelar pemilihan ketua baru. Dalam pemilihan tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah untuk masa khidmah 2025-2029. Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus, Abdul Rozaq […]

expand_less