Breaking News
light_mode
Trending Tags

Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
  • visibility 638
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sore tadi diajak diskusi bersama Ansor Kota dan diminta untuk me-refleksikan sedikit sejarah Ansor. Mengutip terminologinya Gus Gendoel Phothol , tak ubahnya pijat refleksi, halaqoh ini juga bentuk ikhtiar memijat kepala, hati dan semua anggota tubuh, yang mungkin capek, lelah dan sudah kaku semua, agar kembali fresh dan prima untuk kembali bergerak dalam perjuangan.

Menemani ndan Muhajir Namung Astri saya diminta berbicara sedikit soal sejarah Ansor. Menurut saya, mengetahui sejarah Ansor sangat penting untuk bisa mengambil posisi dan menentukan sikap pergerakan pada masa ini dan yang akan datang. Misalnya saja ketika kita membahas dua semi otonom Ansor, MDSRA dan BANSER. Yang pertama, MDSRA atau lebih dikenal sebagai Rijaalul Ansor. Seperti saya tulis sebelumnya, RA bukanlah nafas baru dalam Ansor. Menganggap RA hal yang baru bisa menyebabkan gerakan RA landai-landai saja. Padahal RA adalah bagian mandat sejarah dalam bidang keagamaan dalam tubuh GP Ansor. Ia cita-cita lama dan tidak terpisahkan dari sejarah Ansor itu sendiri. Sebagaimana GP Ansor yang mewarisi genetika Syubbanul Wathon dan Nahdlatul Wathon (1916), MDSRA juga tak lepas dari cita-cita Da’watus Syubban dan Tashwirul Afkar (1918).

Yang kedua, Barisan Ansor Serbaguna yang kita kenal sebagai Banser. Mungkin tidak banyak yang tahu jika gerakan baris berbaris dan kepanduan Banser ini dulu dikenal sebagai ‘Riyadhoh Badaniyah’. Banser adalah metamorofsa dari BANOE dan Ahlul Wathon. Pendirian BANOE bukanlah hal yang mudah karena juga mendapat pertentangan dari dalam NU sendiri. Penggunaan alat musik Drumband misalnya, sempat mendapat respon yang keras dari ulama-ulama NU. Padahal maksud GP Ansor adalah untuk syiar agama. Sama halnya ketika Ansor berpenampilan dengan memakai celana, sebagian ulama memberikan tanggapan yang keras karena dianggap menyerupai kaum penjajah. Padahal maksud Ansor adalah untuk menunjukan bahwa kaum pribumi setara dengan Belanda. Dalam penolakan-penolakan itulah Mbah Hasyim berfatwa, bahwa Riyadloh Badaniyah diperbolehkan selama mendatangkan manfaat. ‘An takuna ar riyadlotu syar’an mubahatan mufidatan ghoiro mudhorotin.’

Jadi, sejatinya bergabung dengan Banser, mengikuti diklatsar adalah pintu riyadloh. Catatanya: selama mendatangkan manfaat. Dengan memahami sejarah ini, kita jadi tahu bahwa ruh perjuangan Banser adalah ruh perjuangan yang luhur. Baris berbaris itu bukanlah sebatas bergaya, tapi bagian dari riyadloh, latihan, dan upaya yang keras untuk menopang gerakan Ansor dan Nahdlatul Ulama. Maka, menggunakan Banser untuk hal-hal yang jauh daripada itu, bukan saja berarti memunggungi organisasi, tapi juga perlawanan terhadap mandat sejarah NU sekaligus perlawanan terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh Mbah Hasyim Asyary saat pendirian BANOE.

Kadang kita malas menarik diri kebelakang untuk memahami sejarah. Lahir di Ansor dan NU yang terlanjur besar memang sebuah kenikmatan. Di sisi lain juga bisa menjadi malapetaka, sebab kebesaran itu yang akhirnya menina bobokkan kita dari mandat dan cita-cita yang mesti terus di perjuangkan. Momen harlah selalu sebatas hal-hal formil belaka. Tidak ada refleksi yang serius untuk lebih memahami organisasi yang kita cintai ini. Kita tak peduli lagi dengan ‘siapa’ pendiri-pendiri organisasi ini dan ‘bagaimana’ organisasi ini dilahirkan. Lalu sebenarnya kepada siapa kita mencontoh dan mengkiblatkan diri? Atau malah memang sebenarnya kita tidak mau peduli dan memilih untuk terus berlindung di bawah ketiak NU, demi kepentingan diri sendiri.

Selamat Harlah GP Ansor ke 88, Khidmat tanpa batas!

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baanar Purworejo: Perbanyak Sholawat Insya Alloh Terhindar Dari Narkoba

    Baanar Purworejo: Perbanyak Sholawat Insya Alloh Terhindar Dari Narkoba

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Hari ini, 26 Juni 2020 diperingati sebagai hari Anti Narkotika Internasional. Seperti kita tahu, narkotika menjadi salah satu ancaman yang nyata dan berbahaya di tengah-tengah generasi bangsa kita saat ini. Hal ini tak luput dari perhatian Baanar (Badan Ansor Anti-Narkoba) Purworejo yang di kepalai oleh Gus Naufal Abdillah. Melalui pesan singkat dan grup whatsapp Gus […]

  • Semangat Organisasi Di Era Digital – PAC Ansor Bagelen

    Semangat Organisasi Di Era Digital – PAC Ansor Bagelen

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pemuda Ansor, sebagai sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU), telah lama menjadi garda terdepan dalam membangun semangat organisasi di era digital. Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, Ansor berhasil memanfaatkan teknologi dan inovasi digital untuk memperkuat peran dan eksistensinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana PAC GP Ansor Bagelen secara khusus mampu menjaga semangat […]

  • Sinergikan Gerakan PC GP Ansor Purworejo Sambangi PAC GP Ansor Kemiri

    Sinergikan Gerakan PC GP Ansor Purworejo Sambangi PAC GP Ansor Kemiri

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo sinergikan gerakan kader sambangi sahabat ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kemiri. Pada kegiatan sambang sahabat ini dikemas bersamaan dengan Selapanan Satkoryon Banser PAC GP Ansor Kemiri. Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung MWC NU Kemiri, Rabu (21/09/2022) Agenda tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menyiapkan […]

  • Ansor Peduli

    Ansor Peduli

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    PC Gp Ansor Purworejo terus menebar manfaat bagi masyarakat. Yang teranyar, Bidang Sosial PC GP Ansor Purworejo memberikan santunan untuk 25 anak yatim. Penyerahan santunan itu dilakukan di Masjid Al Ma’arif Winong Kemiri Purworejo Jum’at (6/3). Menurut wakil Ketua Bidang Sosial GP Ansor Purworejo, Alfin Zidni, mengungpkan pemberian santunan itu merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pemuda […]

  • Sejarah Banser Dari Ensiklopedi NU

    Sejarah Banser Dari Ensiklopedi NU

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.785
    • 1Komentar

    Banser NU Akronim dari Barisan Serba Guna NU. Merupakan lembaga semi-otonom dari GP Ansor, organisasi pemuda NU, yang berdiri pada 1930 atau empat tahun setelah NU didirikan. Menurut catatan, Banser sendiri berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini […]

  • kh chalwani nawawi

    KH Chalwani: Jangan Takut Mengeluarkan Uang Untuk NU, Barokahnya Langsung Terasa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Ansor Purworejo – Wakil Rais Suriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani Nawawi berpesan kepada seluruh elemen untuk jangan pernah takut untuk mengeluarkan uang untuk kepentingan Nahdlatul Ulama. Sebab, mengeluarkan uang untuk perjuangan NU itu barokahnya luar biasa. Hal ini disampaikan pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan itu pada acara Peresmian Gedung NU Kabupaten Purworejo, […]

expand_less