Breaking News
light_mode
Trending Tags

Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
  • visibility 592
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sore tadi diajak diskusi bersama Ansor Kota dan diminta untuk me-refleksikan sedikit sejarah Ansor. Mengutip terminologinya Gus Gendoel Phothol , tak ubahnya pijat refleksi, halaqoh ini juga bentuk ikhtiar memijat kepala, hati dan semua anggota tubuh, yang mungkin capek, lelah dan sudah kaku semua, agar kembali fresh dan prima untuk kembali bergerak dalam perjuangan.

Menemani ndan Muhajir Namung Astri saya diminta berbicara sedikit soal sejarah Ansor. Menurut saya, mengetahui sejarah Ansor sangat penting untuk bisa mengambil posisi dan menentukan sikap pergerakan pada masa ini dan yang akan datang. Misalnya saja ketika kita membahas dua semi otonom Ansor, MDSRA dan BANSER. Yang pertama, MDSRA atau lebih dikenal sebagai Rijaalul Ansor. Seperti saya tulis sebelumnya, RA bukanlah nafas baru dalam Ansor. Menganggap RA hal yang baru bisa menyebabkan gerakan RA landai-landai saja. Padahal RA adalah bagian mandat sejarah dalam bidang keagamaan dalam tubuh GP Ansor. Ia cita-cita lama dan tidak terpisahkan dari sejarah Ansor itu sendiri. Sebagaimana GP Ansor yang mewarisi genetika Syubbanul Wathon dan Nahdlatul Wathon (1916), MDSRA juga tak lepas dari cita-cita Da’watus Syubban dan Tashwirul Afkar (1918).

Yang kedua, Barisan Ansor Serbaguna yang kita kenal sebagai Banser. Mungkin tidak banyak yang tahu jika gerakan baris berbaris dan kepanduan Banser ini dulu dikenal sebagai ‘Riyadhoh Badaniyah’. Banser adalah metamorofsa dari BANOE dan Ahlul Wathon. Pendirian BANOE bukanlah hal yang mudah karena juga mendapat pertentangan dari dalam NU sendiri. Penggunaan alat musik Drumband misalnya, sempat mendapat respon yang keras dari ulama-ulama NU. Padahal maksud GP Ansor adalah untuk syiar agama. Sama halnya ketika Ansor berpenampilan dengan memakai celana, sebagian ulama memberikan tanggapan yang keras karena dianggap menyerupai kaum penjajah. Padahal maksud Ansor adalah untuk menunjukan bahwa kaum pribumi setara dengan Belanda. Dalam penolakan-penolakan itulah Mbah Hasyim berfatwa, bahwa Riyadloh Badaniyah diperbolehkan selama mendatangkan manfaat. ‘An takuna ar riyadlotu syar’an mubahatan mufidatan ghoiro mudhorotin.’

Jadi, sejatinya bergabung dengan Banser, mengikuti diklatsar adalah pintu riyadloh. Catatanya: selama mendatangkan manfaat. Dengan memahami sejarah ini, kita jadi tahu bahwa ruh perjuangan Banser adalah ruh perjuangan yang luhur. Baris berbaris itu bukanlah sebatas bergaya, tapi bagian dari riyadloh, latihan, dan upaya yang keras untuk menopang gerakan Ansor dan Nahdlatul Ulama. Maka, menggunakan Banser untuk hal-hal yang jauh daripada itu, bukan saja berarti memunggungi organisasi, tapi juga perlawanan terhadap mandat sejarah NU sekaligus perlawanan terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh Mbah Hasyim Asyary saat pendirian BANOE.

Kadang kita malas menarik diri kebelakang untuk memahami sejarah. Lahir di Ansor dan NU yang terlanjur besar memang sebuah kenikmatan. Di sisi lain juga bisa menjadi malapetaka, sebab kebesaran itu yang akhirnya menina bobokkan kita dari mandat dan cita-cita yang mesti terus di perjuangkan. Momen harlah selalu sebatas hal-hal formil belaka. Tidak ada refleksi yang serius untuk lebih memahami organisasi yang kita cintai ini. Kita tak peduli lagi dengan ‘siapa’ pendiri-pendiri organisasi ini dan ‘bagaimana’ organisasi ini dilahirkan. Lalu sebenarnya kepada siapa kita mencontoh dan mengkiblatkan diri? Atau malah memang sebenarnya kita tidak mau peduli dan memilih untuk terus berlindung di bawah ketiak NU, demi kepentingan diri sendiri.

Selamat Harlah GP Ansor ke 88, Khidmat tanpa batas!

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Purworejo Sambut Launching Website dan e-KTA

    PAC GP Ansor Purworejo Sambut Launching Website dan e-KTA

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Launching Website 16 PAC dan Bimbingan Teknis e-KTA oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo menjadi sorotan pada hari Minggu, 25 Juni 2023. Acara tersebut diikuti oleh PAC GP Ansor se-Kabupaten Purworejo dan diselenggarakan di gedung PCNU Kabupaten Purworejo. PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo menyambut baik acara ini karena diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teman-teman […]

  • Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Suatu kali Abdullah bin Umar ditanya oleh seseorang tentang ilmu waris, kemudian Abdullah bin Umar menjawab, “Aku tidak tahu.” Si penanya berkata, “Apa yang menahan anda untuk menjawab pertanyaanku?”Beliau menjawab, “Ibnu Umar jika ditanya sesuatu yang tidak diketahuinya, maka ia akan berkata: Aku tidak tahu.” (Jami Bayan Al Ilmi wa Fadhlih, karya Al Hafizh Ibnu […]

  • LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil […]

  • 14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan Resepsi Puncak Satu Abad NU , MWCNU Purworejo memberikan penghargaan kepada 14 Ranting NU di Kecamatan Purworejo pada Rabu 15 / 2 / 2023 bertempat di Aula PP Alfahham Baledono Purworejo. Piagam penghargaan diberikan atas keikutsertaan mereka dalam kegiatan lomba Dekorasi dan Pertunjukan Fragmen/teatrikal dalam rangka satu abad NU yang dilaksanakan oleh MWCNU […]

  • Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebang masa khidmah 2025–2028 resmi dilantik dan memulai kiprah organisasinya. Pelantikan berlangsung khidmat pada Ahad (18/1/2026) di Gedung Pertemuan Desa Gebang, Kabupaten Purworejo, dan dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gebang, […]

  • Kisah Nabi Isa Membunuh Dajjal di Akhir Zaman

    Kisah Nabi Isa Membunuh Dajjal di Akhir Zaman

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Dalam ajaran Islam, Nabi Isa A.S. memiliki peran penting pada akhir zaman, terutama dalam peristiwa yang melibatkan Dajjal, tokoh yang sering disebut sebagai sosok penyesat terbesar menjelang Hari Kiamat. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah ketika Nabi Isa turun kembali ke bumi untuk membunuh Dajjal. Siapa Dajjal? Dajjal adalah sosok yang diakui sebagai penipu […]

expand_less