Breaking News
light_mode
Trending Tags

Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
  • visibility 547
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sore tadi diajak diskusi bersama Ansor Kota dan diminta untuk me-refleksikan sedikit sejarah Ansor. Mengutip terminologinya Gus Gendoel Phothol , tak ubahnya pijat refleksi, halaqoh ini juga bentuk ikhtiar memijat kepala, hati dan semua anggota tubuh, yang mungkin capek, lelah dan sudah kaku semua, agar kembali fresh dan prima untuk kembali bergerak dalam perjuangan.

Menemani ndan Muhajir Namung Astri saya diminta berbicara sedikit soal sejarah Ansor. Menurut saya, mengetahui sejarah Ansor sangat penting untuk bisa mengambil posisi dan menentukan sikap pergerakan pada masa ini dan yang akan datang. Misalnya saja ketika kita membahas dua semi otonom Ansor, MDSRA dan BANSER. Yang pertama, MDSRA atau lebih dikenal sebagai Rijaalul Ansor. Seperti saya tulis sebelumnya, RA bukanlah nafas baru dalam Ansor. Menganggap RA hal yang baru bisa menyebabkan gerakan RA landai-landai saja. Padahal RA adalah bagian mandat sejarah dalam bidang keagamaan dalam tubuh GP Ansor. Ia cita-cita lama dan tidak terpisahkan dari sejarah Ansor itu sendiri. Sebagaimana GP Ansor yang mewarisi genetika Syubbanul Wathon dan Nahdlatul Wathon (1916), MDSRA juga tak lepas dari cita-cita Da’watus Syubban dan Tashwirul Afkar (1918).

Yang kedua, Barisan Ansor Serbaguna yang kita kenal sebagai Banser. Mungkin tidak banyak yang tahu jika gerakan baris berbaris dan kepanduan Banser ini dulu dikenal sebagai ‘Riyadhoh Badaniyah’. Banser adalah metamorofsa dari BANOE dan Ahlul Wathon. Pendirian BANOE bukanlah hal yang mudah karena juga mendapat pertentangan dari dalam NU sendiri. Penggunaan alat musik Drumband misalnya, sempat mendapat respon yang keras dari ulama-ulama NU. Padahal maksud GP Ansor adalah untuk syiar agama. Sama halnya ketika Ansor berpenampilan dengan memakai celana, sebagian ulama memberikan tanggapan yang keras karena dianggap menyerupai kaum penjajah. Padahal maksud Ansor adalah untuk menunjukan bahwa kaum pribumi setara dengan Belanda. Dalam penolakan-penolakan itulah Mbah Hasyim berfatwa, bahwa Riyadloh Badaniyah diperbolehkan selama mendatangkan manfaat. ‘An takuna ar riyadlotu syar’an mubahatan mufidatan ghoiro mudhorotin.’

Jadi, sejatinya bergabung dengan Banser, mengikuti diklatsar adalah pintu riyadloh. Catatanya: selama mendatangkan manfaat. Dengan memahami sejarah ini, kita jadi tahu bahwa ruh perjuangan Banser adalah ruh perjuangan yang luhur. Baris berbaris itu bukanlah sebatas bergaya, tapi bagian dari riyadloh, latihan, dan upaya yang keras untuk menopang gerakan Ansor dan Nahdlatul Ulama. Maka, menggunakan Banser untuk hal-hal yang jauh daripada itu, bukan saja berarti memunggungi organisasi, tapi juga perlawanan terhadap mandat sejarah NU sekaligus perlawanan terhadap perlindungan yang telah diberikan oleh Mbah Hasyim Asyary saat pendirian BANOE.

Kadang kita malas menarik diri kebelakang untuk memahami sejarah. Lahir di Ansor dan NU yang terlanjur besar memang sebuah kenikmatan. Di sisi lain juga bisa menjadi malapetaka, sebab kebesaran itu yang akhirnya menina bobokkan kita dari mandat dan cita-cita yang mesti terus di perjuangkan. Momen harlah selalu sebatas hal-hal formil belaka. Tidak ada refleksi yang serius untuk lebih memahami organisasi yang kita cintai ini. Kita tak peduli lagi dengan ‘siapa’ pendiri-pendiri organisasi ini dan ‘bagaimana’ organisasi ini dilahirkan. Lalu sebenarnya kepada siapa kita mencontoh dan mengkiblatkan diri? Atau malah memang sebenarnya kita tidak mau peduli dan memilih untuk terus berlindung di bawah ketiak NU, demi kepentingan diri sendiri.

Selamat Harlah GP Ansor ke 88, Khidmat tanpa batas!

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Purwodadi, — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan bahasa dan budaya Jepang dengan LPK Kibou Hikari Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (3/5/2026) di Kantor LPK Kibou Hikari, Dusun Geparang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerja sama ini bertujuan membuka akses kader Ansor untuk […]

  • Gerak Cepat Ansor Purworejo: Gus Ahil Kunjungi Rumah Kader Terdampak, Pastikan Penanganan Darurat

    Gerak Cepat Ansor Purworejo: Gus Ahil Kunjungi Rumah Kader Terdampak, Pastikan Penanganan Darurat

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Bayan, ANSORPURWOREJO.ORG — Kepedulian dan kepemimpinan nyata ditunjukkan Ketua PC GP Ansor Purworejo, Gus Ahil, saat mengunjungi rumah milik kader Ansor PAC Bayan, Ribut Santoso, yang roboh akibat hujan deras, Rabu (29/4/2026) malam. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi bantuan sekaligus penguatan solidaritas warga Nahdliyin di tengah musibah. Peristiwa robohnya rumah yang berlokasi di Sambeng, […]

  • Diterima Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ansor Jateng Siap Perkuat SDM Digital Santri

    Diterima Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ansor Jateng Siap Perkuat SDM Digital Santri

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Tengah di Istana Wakil Presiden, Selasa (28/04/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan literasi digital generasi muda, seiring dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi. Dalam audiensi itu, Wapres menekankan […]

  • KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Oleh Munawir Aziz Narasi perjuangan kemerdekaan Indonesia dipenuhi oleh penguasa dan jaringan militer yang melanggengkan heroisme. Sejarah perjuangan kaum santri tidak banyak tercatat, hanya sayup-sayup terdengar. Padahal, dari rahim pesantren, terdapat Laskar Hizbullah, Sabilillah dan segenap laskar pemuda santri yang berjuang untuk kemerdekaan. Gerak juang kaum santri terpinggirkan dari panggung sejarah perjuangan Indonesia. Bagaimana sejarahnya? […]

  • Ansor Bersholawat 2018

    Ansor Bersholawat 2018

    • calendar_month Selasa, 17 Apr 2018
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar
  • Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.orgAlun-alun Kemiri dipadati ribuan jamaah dari semua elemen masyarakat kabupaten Purworejo khususnya Purworejo bagian barat hari Jumat malam (06/05/2016).Acara yang prakarsai oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Purworejo ini merupakan acara pengajian akbar peringatan hari besar Islam Rajabiyah Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor.Acara tersebut dimeriahkan dengan parade 313 hadroh dan diisi […]

expand_less