Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
  • visibility 543
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan kepentingan golongan. Gagasan berliannya terkuak dalam bukunya, “Kaidah Berpolitik dan Bernegara”.

Buku edisi khusus Muktamar ke-33 NU ini berusaha mengumpulkan karya tulisnya yang tersebar di pelbagai media massa, buku, catatan muktamar, serta sidang konstituante. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2014 menunjukkan kepiawaiannya dalam berpolitik dan bernegara. Di antara seni politiknya tampak pada ungkapannya, di zaman ini kita harus pandai berdiplomasi dalam menghadapi Nippon. Sama-sama bersuara Hu tetapi artinya bisa berbeda. Ada Hu yang artinya huntalen (telanlah) dan ada yang Hu artinya hucolono (lepaslah), (hal. 115). Nah, bagaimana hubungan Indonesia dengan negara lain (misal, Cina) di periode Kabinet Kerja sekarang ini?

Kaidah kenegaraannya tegak kokoh dan menjadi telekan dalam pengabdiannya pada negara dan bangsa. Ia menyebutkan dalam bukunya yang cover merah itu, kita berperan dan membela negeri ini, serta mampu menempatkan diri secara benar. Terlibat dalam setiap urusan. Bahkan harus berani menjadi pelopor dalam bidang yang pihak lain tidak bisa mejalankan, (hal. 69). Namun ironis bila melihat kancah politisi dan negarawan hari ini. Tipis. Atas nama rakyat ‘sejahtera’ namun ‘jerat’ rakyat.

Menyelami samudera perjuangannya untuk kebangkitan Indonesia kita menemukan mutiara kaidah, bahwa sang kreator inilah tokoh pertama yang memaknai nasionalisme yang meng-cover nilai Islam dan me-revere pada nilai sejarah budaya Nusantara. Nasionalisme Indonesia. Hal ini memudahkan penerimaan konsep Pancasila. Bung Karno menyebutkannya pada 1 Juni 1945. nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme yang berkibar di Barat. Ide kiai tersebut mengakomodir hubungan simbiosis mutualistis antara agama dan negara. Proyek politik Nusantara ini telah terwujud dalam bentuk Nahdlatul Wathon (kebangkitan bangsa) (1914).

Realisasi politik Nusantaranya adalah dengan mengadakan kajian-kajian keagamaan dan politik, serta bersilat dalam diplomasinya. Ini sebagai penyebaran gagasan nasionalisme yang berwadahkan Tasywirul Afkar (gerakan pemikiran). Tujuan utamanya untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang lebih kita kenal dengan istilah NKRI. Karena pada masa itu penjajahan Belanda masih membelenggu bangsa.

Sepak terjang politiknya meliputi: strategi politik, demokrasi, ekonomi dan kemandiriannya, penanggulangan pemberontakan, pertahanan nasional, gerakan kemandirian rakyat, diplomasi internasional, dan tentu saja tak lupa tentang agama. Salah satu bukti diplomasi internasionalnya, Kiai Wahab melayangkan surat ke Raja Abdul Aziz bin Sa`ud dengan lima poin permohonan, di antaranya, untuk meminta kemerdekaan bermazhab bagi rakyat Hejaz pada salah satu Imam yang empat, Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafi`ie, (hal. 104-106). Lima permohonan tersebut dikabulkan.

Pejuang ini mempunyai insting politik yang tinggi. Ia termasuk yang menyetujui perjanjian San Fransisco 8 September 1951. Alasannya sangat rasional dalam kebijakan politik luar negeri itu. Argumennya kuat, bahwa jika Jepang kelak bangkit dan Indonesia tidak ikut menandatangani maka Jepang akan balas dendam. Kalau suatu ketika Jepang hendak melakukan ekspansi militernya ke selatan maka Indonesia akan juga dilibas. Rakyat menjadi korban. Ada dua keuntungan bagi Indonesia yang diungkap oleh Kiai Wahab dalam penandatanganan San Fransisico, yaitu: harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material yang berupa rampasan perang.

Gagasan sang kreator ini masih banyak yang tidak tersampul dalam buku suntingan Mun`im DZ. Melihat bukti perjuangannya bagi Indonesia, buku ini belum seberapa untuk mewakili penampungan ide-ide berliannya, khususnya dalam percaturan politik Nusantara. Bangsa Indonesia mengakui ketokohan Kiai Wahab. Figur yang intelek dan politisi yang titis dalam membidik langkah politiknya. Politisi ini termasuk pejuang `45 yang membawa kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah. Jasa perjuangannya tak cukup diakui sebagai tokoh Pahlawan Nasional bagi bangsa yang gemah ripah loh jinawi ini, namun juga, bangsa ini wajib mensyukuri kemerdekaan Indonesia dengan memerdekakan diri dari rantai kemalasan.

Kiai Wahab mewariskan semangat perjuangan. Dari bukunya terlihat keyword sosok yang lengkap, gabungan antara aktivisme, intelektualisme, dan spiritualisme. Perjuangan untuk melepas mudarat rakyat. Kiai Wahab mengisyaratkan, bahwa persatuan sebagai pondasi untuk membangkitkan kemajuan bangsa, (hal. 118). Senjata paling tajam dan ampuh untuk meraih mashâlihur ra`iyah adalah kesatuan dan persatuan.

Bangsa kita saat ini membutuhkan satu arah kesejahteraan bersama di setiap belahan tanahnya yang gembur subur. Oleh karenanya laik bagi kita membaca Indonesia dengan lebih komprehensif dan dalam. Kiai Wahab berjuang di setiap lini. Di antaranya di empat model politik demi kebangkitan bangsa dan negara, siyâsah tijâriyah (politik perdagangan), siyâsah najjâriyah (politik pertukangan), siyâsah falahiyah (politik pertanian), dan siyâsah hukûmiyah (politik pemerintahan). Ini konklusi berpolitik dan bernegara Kiai Wahab. Rumusan pemikiran sang pelopor ini mengeguhkan percaturan politik Nusantara yang arif dan bijaksana bagi semua!

Data buku

Judul : Kaidah Berpolitik dan Bernegara
Penulis : KH Abdul Wahab Chasbullah
Penerbit : Langgar Swadaya, Depok
Cetakan : II, Januari 2015
Tebal : 164 Halaman
Peresensi : Maghfut MR, staf peneliti ICRS UGM dan Adab UIN Su-Ka Jogja

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagi Bagi Menu Berbuka Puasa Ala Banser Kota Purworejo

    Bagi Bagi Menu Berbuka Puasa Ala Banser Kota Purworejo

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 714
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Satkoryon Banser Kota Purworejo adakan bagi-bagi menu buka puasa, pada Senin (26/4/2021) Sore. Bertempat di Sekitaran Masjid Agung Darul Muttaqin, Pasar Suronegaran, Plasa, Depan Jodo,  Perempatan pasar kembang, depan UMP, perempatan Buntu. Kegiatan tersebut merupakan gerakan oleh Banser Kasatkoryon Kota yang bersinergi dari DRW skincare. Ada puluhan Jumlah anggota yang ikut turun […]

  • 300 Kader GP Ansor dan Banser Purworejo Ikuti Harlah ke-91 GP Ansor di Banyumas

    300 Kader GP Ansor dan Banser Purworejo Ikuti Harlah ke-91 GP Ansor di Banyumas

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 156
    • 3Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org – Sebanyak 300 personel Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo diberangkatkan menuju Gelora Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis pagi (24/04/2025), untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-91 GP Ansor tingkat nasional. Pelepasan peserta dilakukan di Alun-alun Kabupaten Purworejo dan dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Kapolres […]

  • Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 1Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bayan melalui Bidang Seni dan Olahraga sukses menyelenggarakan turnamen futsal se-Kecamatan Bayan. Kegiatan ini bertempat di GOR WR. Soepratman Purworejo pada Ahad (18/9). Gelaran turnamen futsal Ansor 2022 yang mengangkat tema “Junjung Tinggi Sportivitas, Gapai Prestasi Tanpa Batas” ini, diikuti oleh 24 tim dari […]

  • Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa

    Ansor Purworejo Sosialisasikan Bahaya ISIS ke Desa-desa

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Bahaya radikalisme yang dikampanyekan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) disikapi Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan melakukan safari ke sejumlah desa/kelurahan di kecamatan setempat. Ketua PAC Ansor Kabupaten Purworejo H Haekal saat berkunjung ke Mushola Maslakhah RT 1 RW 1 Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, mengungkapkan bahwa […]

  • Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 145
    • 2Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo secara resmi melantik jajaran pengurus lembaga dan badan khusus untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) ini diselenggarakan di GOR WR Supratman, Purworejo, pada hari Ahad, (29/6/2025). Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Kurdaini, S.Pd. […]

  • PAC IPNU Gebang Gelar LAKMUD Mandiri

    PAC IPNU Gebang Gelar LAKMUD Mandiri

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 108
    • 2Komentar

    GIAT KADERISASI ; PAC IPNU IPPNU GEBANG Gelar Latihan Kader Muda di tingkat kecamatan Gebang, 1 Juli 2023 – PAC IPNU IPPNU Gebang sukses menyelenggarakan Latihan Kader Muda (LAKMUD) selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari Jum’at hingga Ahad tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2023. Kegiatan yang digelar di Serambi Masjid At-Taqwa Desa Gebang tersebut […]

expand_less