Breaking News
light_mode
Trending Tags

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
  • visibility 488
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.
Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).
Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.
Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)
Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW
(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.
Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:
Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.
Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).
Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.
Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.
Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.
Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)
Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat  jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.
Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya.  Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam. 
Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi
Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir
Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja
Cetakan  : Agustus 2016
Tebal : xii + 114 halaman
Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Banser dan TNI

    Sinergi Banser dan TNI

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 703
    • 0Komentar

    Pituruh, ansorpurworejo.org TNI dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Purworejo membangun sinergi untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Sinergitas ini diantaranya dengan mengikuti upacara dalam rangka TMMD Reguler 2017 yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Lapangan Kecamatan Pituruh, Rabu (05/04/2017). “Sesuai permintaan Kodim 0708/Purworejo, Satkorcab Banser diminta mengirim anggota sejumlah 1 pleton. Selain […]

  • Fatayat NU Purworejo Rayakan Harlah ke-76, Momentum Refleksi dan Penguatan Peran Perempuan Muda NU

    Fatayat NU Purworejo Rayakan Harlah ke-76, Momentum Refleksi dan Penguatan Peran Perempuan Muda NU

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 3Komentar

    Fatayat NU Purworejo memperingati Harlah ke-76 dengan tema “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia”, penuh refleksi, kebersamaan, dan semangat memperkuat peran perempuan muda NU.

  • Dokumentasi Kegiatan

    Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kemiri Meriahkan Malam Sabtu Pahing bersama Santri

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 296
    • 2Komentar

    Kemiri (22/09/2023) – Malam Sabtu Pahing di Kemiri menjadi lebih bersemangat dengan kehadiran Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kemiri. Kegiatan ini merupakan acara rutin yang diadakan setiap minggu malam sabtu pahing, dengan tujuan utama memperkenalkan generasi muda pada nilai-nilai dan tradisi Ansor. Pondok […]

  • CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 181
    • 3Komentar

    Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo sukses menyelenggarakan DIKLATAMA (Pendidikan dan Latihan Pertama) pada 4–6 Juli 2025 di Gedung PCNU Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo. Dengan tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Jiwa”, DIKLATAMA bertujuan membentuk […]

  • Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Pituruh bersinergi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di SMAN 10 Purworejo. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 9 Maret 2026, dengan peserta seluruh siswa kelas X dan XI yang terbagi dalam tujuh rombongan […]

  • Fatayat NU Purworejo Gelar Sekolah Kader

    Fatayat NU Purworejo Gelar Sekolah Kader

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 663
    • 2Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Purworejo menggelar Sekolah Kader, Minggu (21/3). Kegiatan yang digelar di Gedung NU tersebut digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas sumber daya kader-kader Fatayat NU sebagai aktivis perempuan mulai dari pengurus tingkat cabang hingga anak cabang. Ketua PC Fatayat NU, Rr Nurul Qomariyah SSos mengungkapkan, sekolah kader […]

expand_less