Breaking News
light_mode
Trending Tags

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2017
  • visibility 1.038
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

– Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
– Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:
1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;
2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;
3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;
4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;
5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;
6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;
7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;
8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;
9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:
1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;
2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;
3. Syekh Ahmad Marzuki;
4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;
5. Syekh Abdul Qadir Hasan;
6. Syekh Husien bin Ali;
7. Syekh Salman Yusuf;
8. Syekh Muhammad Samman Mulia.

Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;
2. Risalah Fiqh;
3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);
4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;
5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);
6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;
7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;
8. Risalah Hasbuna.Pembaharu Pesantren
Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (NU Online, Erfan Maulana)

Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org– Tim media pimpinan cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo melaksanakan trip edukasi sejarah di Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Ahad (21/11/2021) kemarin. Acara tersebut berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh tim media dan bidang seni budaya PC GP Ansor Purworejo. Staf UPT pemantau Alun-alun dan pemandu wisata Kabupaten Purworejo Esti […]

  • Habib Luthfi Kembali Didaulat Pimpin JATMAN

    Habib Luthfi Kembali Didaulat Pimpin JATMAN

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Pekalongan,  Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Selasa (16/1) malam kembali didaulat memimpin JATMAN oleh Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk periode lima tahun mendatang. Keputusan sidang Ahwa yang dipimpin oleh Habib Luthfi bin Yahya berlangsung cukup singkat setelah terbentuk 9 anggota Ahwa melalui […]

  • Pesan Gus Solah Dalam Penutupan Rakerwil Ansor Jateng

    Pesan Gus Solah Dalam Penutupan Rakerwil Ansor Jateng

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Sholahuddin Aly atau yang akab disapa Gus Solah, memberikan beberapa pesan saat memberikan sambutan dalam penutupan Rakerwil PW GP Ansor semalam (08/03) yang di selenggarakan secara daring. Berikut beberapa pesan beliau: Agenda-agenda Pimpinan Cabang Mulai bisa dijalankan, akan tetapi tetap dengan protokol kesehatan. Dalam kondisi pandemi, bidang Ekonomi […]

  • Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giatkan Latihan Paduan Suara Menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG Ngemplak, 19 Juli 2023 — Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak kembali giatkan latihan paduan suara yang intensif dalam persiapan menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG. Dengan semangat yang membara, anggota Fatayat-Muslimat Ngemplak berupaya mempersembahkan penampilan yang memukau dan berkesan pada acara yang dijadwalkan akan […]

  • LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.030
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pendistribusian bantuan logistik dan obat-obatan korban bencana alam tanah longsor di wilayah kecamatan Pituruh, yaitu Desa Brengkol dan Kalijering. Kegiatan ini bersinergi dengan Mikat Al-Khidmah, LPBI NU Purworejo dan Pimpinan Anak Cabang Gerakana Pemuda Ansor Pituruh, pada Senin, 26/10/2020 siang memberikan bantuan logistik berupa mie instan, air mineral dan obat-obatan, guna memenuhi […]

  • Peringati HSN, Ansor Peduli Adakan Cek Kesehatan Gratis

    Peringati HSN, Ansor Peduli Adakan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.544
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor melalui Tim Ansor Peduli melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kompleks Mushola Al-Maksum Kelurahan Lugosobo, Purworejo pada Minggu (25/10/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui progam Ansor Peduli yang digelar bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Sosial Kesehatan dan Tanggap […]

expand_less