Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2015
  • visibility 920
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau terkenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Merupakan cucu K.H. Hasyim Asyari dari ayahnya, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional Gus Sholah.
Pada awal ayahnya diangkat menjadi Menteri Agama, Gus Dur turut hijrah ke Jakarta bersama ayahnya dan belajar di SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Pendidikannya berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Pertama dan tidak naik kelas, akan tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Pada 1957, setelah lulus SMP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun).
Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Pada tahun 1963, ia menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur berbelok arah belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, Gus Dur bisa menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970.
Kemudia ia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui Universitas Leiden. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971. Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.
Januari tahun 1998, Gus Dur diserang stroke dan berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Namun, sebagai akibatnya kondisi kesehatan dan penglihatan Presiden RI ke-4 ini memburuk. Selain karena stroke, diduga masalah kesehatannya juga disebabkan faktor keturunan yang disebabkan hubungan darah yang erat diantara kedua orangtuanya.
Pada awal 1980-an, Gus Dur terjun mengurus Nahdlatul Ulama (NU) setelah tiga kali ditawari oleh kakeknya. Dalam beberapa tahun, Gus Dur berhasil mereformasi tubuh NU sehingga membuat namanya semakin populer di kalangan NU. Pada Musyawarah Nasional 1984, Gus Dur didaulat sebagai Ketua Umum NU. Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular.
Dan akhirnya pada tanggal 30 Desember 2009, Gus Dur wafat karena sakit komplikasi, kemudian dimakamkan di Jombang Jawa Timur. Selamat Jalan Gus, semoga muncul Gus Dur-Gus Dur baru yang mampu menggetarkan dunia. Amien.
Silsilah :
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bin KH. Abdul Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asy’ari bin KH. As’ari bin Abu Sarwan bin Abdul Wahid bin Abdul Halim bin Abdurrohman (P. Sambud Bagda) bin Abdul Halim (P. Benawa) bin Abdurrohman (Jaka Tingkir) bin Ainul Yaqin (Sunan Giri) bin Ishak bin Ibrohim Asmuro bin Jamaludin Khusen bin Ahmad Syah Jalal bin Abdulloh Khon bin Amir Abdul Malik bin Alawi bin Muhammad Shohibul Mirbat bin Ali Choli’ Qosam bin Alawi Muhammad bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir Ilallah bin Isa Arrumi bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-’Uroidi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein putra Siti Fathimah Az-Zahro binti Rasulillah, Muhammad SAW

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Korban Bencana, Lazisnu Purworejo Bantu Perbaikan Rumah dan Pembentukan BMT

    Peduli Korban Bencana, Lazisnu Purworejo Bantu Perbaikan Rumah dan Pembentukan BMT

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 1Komentar

    NU OnlineSebagai wujud kepedulian NU Care-Lazisnu, lembaga zakat NU menurunkan bantuan dana senilai Rp.50 juta bagi korban tanah longsor di Kabupaten Purworejo. Penyerahan bantuan lembaga zakat dan infak NU Purworejo ini secara simbolis berbarengan dengan halal bihalal yang digelar PCNU Purworejo Jalan KH Wahid Hasyim 17 Purworejo, Sabtu (23/7) siang. Direktur Fundraising Lazisnu Pusat Nur […]

  • Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 82
    • 0Komentar

    GP Ansor, salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam upaya menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan agama melalui pendekatan inklusif. Kali ini, GP Ansor mengajak seluruh pemuda dan masyarakat umum untuk bergabung melalui turnamen futsal yang digelar dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Turnamen futsal, selain menjadi ajang kompetisi yang menyenangkan, juga dapat menjadi […]

  • MWCNU Kutoarjo Bersholawat: Menyemai Spirit Keulamaan, Merawat Tradisi Keilmuan

    MWCNU Kutoarjo Bersholawat: Menyemai Spirit Keulamaan, Merawat Tradisi Keilmuan

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kutoarjo menggelar kegiatan MWCNU Kutoarjo Bersholawat yang berlangsung khidmat dan penuh nilai spiritual di Aula Kantor MWCNU Kutoarjo, Jalan Tentara Pelajar Km1, Katerban, Kutoarjo. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus MWCNU Kutoarjo, pengurus ranting se-Kecamatan Kutoarjo, serta ratusan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Kutoarjo. Menggandeng Majelis Sholawat asuhan Habib Utsman […]

  • Banser Turunkan Bagana Untuk Membantu Pencarian Korban Laka Laut Pantai Jetis

    Banser Turunkan Bagana Untuk Membantu Pencarian Korban Laka Laut Pantai Jetis

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 1Komentar

    Seperti dikutip sorotpurworejo nasib naas dialami Taufik Hidayat (18), warga Desa Tamansari, Kecamatan Butuh yang dikabarkan hilang tenggelam terseret ombak di Pantai Jetis, Kecamatan Grabag, pada Selasa (31/12/2019) pagi. Terkait kabar tersebut, Barisan Ansor Serba Guna (BANSER) Kabupaten Purworejo segera menurunkan Banser Tanggap Bencana atau BAGANA untuk bergabung dengan SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai […]

  • GP Ansor Kedungpomahan Wetan Kemiri Sukses Gelar Rapat Anggota untuk Pergantian Kepengurusan

    GP Ansor Kedungpomahan Wetan Kemiri Sukses Gelar Rapat Anggota untuk Pergantian Kepengurusan

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Purworejo, 1 Juli 2023 –  Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Kedungpomahan Wetan, Kecamatan Kemiri, Purworejo sukses menggelar rapat anggota guna melakukan pergantian kepengurusan. Rapat anggota ini merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkatan ranting/desa, dan bertujuan untuk mencetuskan kepengurusan baru setelah habisnya masa jabatan kepengurusan sebelumnya. Sabtu (01/07) Acara yang berlangsung di Gedung NU Desa […]

  • PAC Purworejo Gelar Darling, Sahabat Taufik Nahkodai GP Ansor Ranting Pacekelan

    PAC Purworejo Gelar Darling, Sahabat Taufik Nahkodai GP Ansor Ranting Pacekelan

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 1Komentar

    Ansorpurworejo.org Kota Purworejo (18/4). PAC Purworejo gelar Darling (Tadarus Keliling) di Desa Pecekelan. Kegiatan dengan tajuk Darling ini dimaksudkan untuk silaturahim, tadarusan atau membaca Al-Quran, dan koordinasi organisasi. Dalam sambutannya Sahabat Imam Jauhari (Ketua PAC) menyampaikan program Darling ini merupakan program yang telah berjalan sejak kepengurusan-kepengurusan yang telah lalu. Hadirnya kami selain untuk silaturahim, utamanya […]

expand_less