Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2015
  • visibility 814
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau terkenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Merupakan cucu K.H. Hasyim Asyari dari ayahnya, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional Gus Sholah.
Pada awal ayahnya diangkat menjadi Menteri Agama, Gus Dur turut hijrah ke Jakarta bersama ayahnya dan belajar di SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Pendidikannya berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Pertama dan tidak naik kelas, akan tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Pada 1957, setelah lulus SMP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun).
Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Pada tahun 1963, ia menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur berbelok arah belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, Gus Dur bisa menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970.
Kemudia ia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui Universitas Leiden. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971. Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.
Januari tahun 1998, Gus Dur diserang stroke dan berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Namun, sebagai akibatnya kondisi kesehatan dan penglihatan Presiden RI ke-4 ini memburuk. Selain karena stroke, diduga masalah kesehatannya juga disebabkan faktor keturunan yang disebabkan hubungan darah yang erat diantara kedua orangtuanya.
Pada awal 1980-an, Gus Dur terjun mengurus Nahdlatul Ulama (NU) setelah tiga kali ditawari oleh kakeknya. Dalam beberapa tahun, Gus Dur berhasil mereformasi tubuh NU sehingga membuat namanya semakin populer di kalangan NU. Pada Musyawarah Nasional 1984, Gus Dur didaulat sebagai Ketua Umum NU. Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular.
Dan akhirnya pada tanggal 30 Desember 2009, Gus Dur wafat karena sakit komplikasi, kemudian dimakamkan di Jombang Jawa Timur. Selamat Jalan Gus, semoga muncul Gus Dur-Gus Dur baru yang mampu menggetarkan dunia. Amien.
Silsilah :
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bin KH. Abdul Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asy’ari bin KH. As’ari bin Abu Sarwan bin Abdul Wahid bin Abdul Halim bin Abdurrohman (P. Sambud Bagda) bin Abdul Halim (P. Benawa) bin Abdurrohman (Jaka Tingkir) bin Ainul Yaqin (Sunan Giri) bin Ishak bin Ibrohim Asmuro bin Jamaludin Khusen bin Ahmad Syah Jalal bin Abdulloh Khon bin Amir Abdul Malik bin Alawi bin Muhammad Shohibul Mirbat bin Ali Choli’ Qosam bin Alawi Muhammad bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir Ilallah bin Isa Arrumi bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-’Uroidi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein putra Siti Fathimah Az-Zahro binti Rasulillah, Muhammad SAW

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambangi ranting di Zona II MWC NU Kemiri Upaya penguatan organisasi ranting NU

    Sambangi ranting di Zona II MWC NU Kemiri Upaya penguatan organisasi ranting NU

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan tali silaturrahim dan komunikasi dengan ranting nahdlatul ulama. Hal ini juga merupakan dalam rangka menyambut satu abad nahdlatul ulama. Kegiatan yang kedua ini diselenggarakan di Masjid Baitussalam Desa Gesikan, Kemiri, Purworejo, Selasa […]

  • Dokumentasi Suara merdeka edisi 2/11 PC GP Ansor Purworejo

    Dokumentasi Suara merdeka edisi 2/11 PC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar
  • H+7 Bencana Purworejo Salurkan Bantuan

    H+7 Bencana Purworejo Salurkan Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Masih Tetep On hingga H+7 Bencana Purworejo, Shift dan Rolling petugas piket mulai kita terapkan, penerimaan, pendistribusian, pengamanan posko sampai pendataan seluruh korban-korban yang tercecer masih terus kita upayakan, sahabat-sahabatku, semoga lelah kita jadi Amal sholih, sembari menyeselesaikan tugas-tugas Relawan Bencana, Ayo. Sambil ber”mimpi” utk me”ramu” pendirian Posko Mudik dan Balik Lebaran tahun ini,, mungkinkaah??? […]

  • Gus Ahil: Terima Kasih Semua Kader Ansor Banser

    Gus Ahil: Terima Kasih Semua Kader Ansor Banser

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 706
    • 1Komentar

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat dan Semangat Pagi Sahabat!!! Awal Pijakan adalah sesuatu langkah dan doa untuk kedepan, Suka Duka dalam dinamika adalah syarat dalam pendewasaan, Dan Semangat Kebersamanan adalah kunci kesuksesan, Bukan saya atau kamu, tapi “Kita Semua“. Bukan pula sendiri, tapi “Bersama“. Maturnuwun untuk semua, maturnuwun untuk yang telah mendukung, mendoakan, peduli dan membersamai […]

  • Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    • calendar_month Senin, 26 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Pati, Di era digital seperti saat ini arus informasi dinilai menjadi begitu mudah didapatkan. Hanya saja ironisnya tidak semua informasi tersebut bisa dipercaya kebenarannya. Bahkan berita sesungguhnya dan berita hoax atau bohong itu semakin sulit untuk dibedakan. Anis Sholeh Baasyin, saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (24/12) kemarin bahkan menyebut perilaku penyebar hoax itu adalah […]

  • Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan […]

expand_less