Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2015
  • visibility 874
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau terkenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Merupakan cucu K.H. Hasyim Asyari dari ayahnya, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional Gus Sholah.
Pada awal ayahnya diangkat menjadi Menteri Agama, Gus Dur turut hijrah ke Jakarta bersama ayahnya dan belajar di SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Pendidikannya berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Pertama dan tidak naik kelas, akan tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Pada 1957, setelah lulus SMP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo. Ia mengembangkan reputasi sebagai murid berbakat, menyelesaikan pendidikan pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun).
Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Pada tahun 1963, ia menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur berbelok arah belajar di Universitas Baghdad. Meskipun awalnya lalai, Gus Dur bisa menyelesaikan pendidikannya di Universitas Baghdad tahun 1970.
Kemudia ia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui Universitas Leiden. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971. Gus Dur kembali ke Jakarta dan bergabung dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), organisasi yg terdiri dari kaum intelektual muslim progresif dan sosial demokrat.
Januari tahun 1998, Gus Dur diserang stroke dan berhasil diselamatkan oleh tim dokter. Namun, sebagai akibatnya kondisi kesehatan dan penglihatan Presiden RI ke-4 ini memburuk. Selain karena stroke, diduga masalah kesehatannya juga disebabkan faktor keturunan yang disebabkan hubungan darah yang erat diantara kedua orangtuanya.
Pada awal 1980-an, Gus Dur terjun mengurus Nahdlatul Ulama (NU) setelah tiga kali ditawari oleh kakeknya. Dalam beberapa tahun, Gus Dur berhasil mereformasi tubuh NU sehingga membuat namanya semakin populer di kalangan NU. Pada Musyawarah Nasional 1984, Gus Dur didaulat sebagai Ketua Umum NU. Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekular.
Dan akhirnya pada tanggal 30 Desember 2009, Gus Dur wafat karena sakit komplikasi, kemudian dimakamkan di Jombang Jawa Timur. Selamat Jalan Gus, semoga muncul Gus Dur-Gus Dur baru yang mampu menggetarkan dunia. Amien.
Silsilah :
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bin KH. Abdul Wahid Hasyim bin KH. Hasyim Asy’ari bin KH. As’ari bin Abu Sarwan bin Abdul Wahid bin Abdul Halim bin Abdurrohman (P. Sambud Bagda) bin Abdul Halim (P. Benawa) bin Abdurrohman (Jaka Tingkir) bin Ainul Yaqin (Sunan Giri) bin Ishak bin Ibrohim Asmuro bin Jamaludin Khusen bin Ahmad Syah Jalal bin Abdulloh Khon bin Amir Abdul Malik bin Alawi bin Muhammad Shohibul Mirbat bin Ali Choli’ Qosam bin Alawi Muhammad bin Muhammad bin Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir Ilallah bin Isa Arrumi bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-’Uroidi bin Ja’far Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein putra Siti Fathimah Az-Zahro binti Rasulillah, Muhammad SAW

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpilih Kembali, Sahabat Akhmad Burhani Kembali Pimpin PAC GP Ansor Bayan

    Terpilih Kembali, Sahabat Akhmad Burhani Kembali Pimpin PAC GP Ansor Bayan

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 1Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Hari yang spesial dirasakan oleh warga NU Kecamatan Bayan, karena telah terlaksananya Konferensi Anak Cabang atau Konferancab PAC GP Ansor Bayan yang berlangsung di Mushola Al Musthofa Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Minggu (26/09). Konferancab PAC GP Ansor Bayan diikuti oleh 11 Ranting Ansor Se-kecamatan Bayan. Juga dihadiri Rois Syuriyah MWCNU […]

  • Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo sukses menggelar agenda reorganisasi akbar pada Sabtu (16/05/2026). Bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, momentum bersejarah ini dihadiri oleh jajaran alumni lintas generasi—mulai dari era kampus masih bernama Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU), hingga lulusan […]

  • 17 Ranting Ansor Se Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    17 Ranting Ansor Se Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Akhmad Nasukhan
    • visibility 677
    • 1Komentar

    Sebanyak 17 Ranting PAC GP Ansor Kecamatan Loano resmi di lantik pada Ahad (14/3). Pelantikan dilaksanakan di Musholla Nurul Iman, Desa Kalikalong, Kecamatan Loano. Ketua PAC Ansor Loano, Husni Laiq menuturkan bahwa kegiatan pelantikan ini dilakukan untuk mempersiapkan gerakan pemuda Ansor yang lebih merata di Kecamatan Loano. “Alhamdulillah pengurus PAC selama ini sudah tersusun dari […]

  • Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Fatkhan Anis
    • visibility 221
    • 1Komentar

    Pituruh –  PAC GP Ansor Pituruh kembali menggelar kegiatan rutin MAMAS (Mutola’ah Malam Sabtu) yang bertempat di rumah Sahabat Fatkhan Anis, Krajan RT/RW 03/01, Krajan, Prapagkidul, Pituruh, Purworejo, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap malam Sabtu yang diisi dengan kajian kitab Fathul Mu’in secara berkesinambungan sebagai sarana memperdalam ilmu keagamaan bagi kader […]

  • Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

    Rakernas Banser Tuntas, Hasil Keputusan Akan Disebar ke Wilayah dan Cabang

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    ba Tulungagung, NU OnlineRapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Tulunggung berakhir Ahad (7/8). Beberapa keputusan penting telah diambil dalam acara yang berlangsung sejak 5-7 Agustus tersebut. “Alhamdulillah 17  draf  materi ke-Banser-an telah selesai dibahas dalam waktu dua hari ini. Untuk itu akan segera kami tindak lanjuti. Setelah lapor Ketua Umum GP Ansor. […]

  • Konco Ritel, Salah Satu Resep Sukses Distribusi Bantuan Ansor-Banser Purworejo

    Konco Ritel, Salah Satu Resep Sukses Distribusi Bantuan Ansor-Banser Purworejo

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.016
    • 1Komentar

    Melakukan distribusi puluhan ribu bantuan bukanlah perkara yang sederhana. Apalagi yang didistribusikan tidak melulu barang yang sudah siap langsung diantar. Beberapa memberikan amanah dalam bentuk uang yang masih harus dibelanjakan agar lebih tepat sasaran. Untungnya Ansor-Banser Purworejo memiliki unit usaha Konco Ritel yang sudah teruji dan profesional dalam bidang perekonomian. Tidak hanya Profesional, karena lahir […]

expand_less