Breaking News
light_mode
Trending Tags

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2017
  • visibility 1.013
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

– Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
– Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:
1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;
2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;
3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;
4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;
5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;
6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;
7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;
8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;
9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:
1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;
2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;
3. Syekh Ahmad Marzuki;
4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;
5. Syekh Abdul Qadir Hasan;
6. Syekh Husien bin Ali;
7. Syekh Salman Yusuf;
8. Syekh Muhammad Samman Mulia.

Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;
2. Risalah Fiqh;
3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);
4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;
5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);
6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;
7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;
8. Risalah Hasbuna.Pembaharu Pesantren
Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (NU Online, Erfan Maulana)

Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Korban Bencana, MWCNU Loano Serahkan Donasi Rp4 Juta ke LazisNU Purworejo

    Peduli Korban Bencana, MWCNU Loano Serahkan Donasi Rp4 Juta ke LazisNU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Purworejo – Pengurus Majelis Wakil Cabang ( MWC ) Nahdlatul Ulama Kecamatan Loano menyalurkan donasi kemanusiaan Sumatera sebesar Rp. 4.050.000 melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) PC NU Kabupaten Purworejo, Rabu (24/12/2025). Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MWC NU Kecamatan Loano, Bapak Kyai Ahmad Syukri beserta rombongan dan diterima oleh […]

  • Ngaji Kongkow 2 Mingguan Rijalul Ansor Kec. Purworejo Putaran XVII: Yuuk Cek Lagi Kenapa Kamu Harus Mandi Besar???

    Ngaji Kongkow 2 Mingguan Rijalul Ansor Kec. Purworejo Putaran XVII: Yuuk Cek Lagi Kenapa Kamu Harus Mandi Besar???

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Purworejo, 26 Juni 2023 – Mushola Al Jariyah Pangenrejo menjadi saksi terlaksananya acara Ngaji Kongkow Putaran XVII oleh Rijalul Ansor Kecamatan Purworejo. Acara yang dihadiri oleh Ketua PRNU Pangenrejo KH. Yazid Bustomi, Ketua PAC Gus Hamid, Ketua Rijalul Ansor Gus Zulfikar dan segenap kader Ansor Se-Kec. Purworejo, serta narasumber Ustaz Nailul Kamal al-Hafidz, berhasil menciptakan […]

  • Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bayan melalui Bidang Seni dan Olahraga sukses menyelenggarakan turnamen futsal se-Kecamatan Bayan. Kegiatan ini bertempat di GOR WR. Soepratman Purworejo pada Ahad (18/9). Gelaran turnamen futsal Ansor 2022 yang mengangkat tema “Junjung Tinggi Sportivitas, Gapai Prestasi Tanpa Batas” ini, diikuti oleh 24 tim dari […]

  • Peringati Tahun Baru Islam: Ansor Butuh akan Selenggarakan Event Bersholawat

    Peringati Tahun Baru Islam: Ansor Butuh akan Selenggarakan Event Bersholawat

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Butuh
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Butuh, 27 Juni 2023 – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1445 Hijriyah dan menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, PAC GP Ansor Butuh dengan bangga mengumumkan bahwa mereka akan menyelenggarakan acara besar bertajuk “Ansor dan Fatayat Butuh Bersholawat” pada tanggal 7 Agustus 2023. Acara yang berkolaborasi dengan PAC Fatayat NU Kecamatan Butuh […]

  • PWNU Jateng Gelar Konsolidasi dengan PC se Kedu

    PWNU Jateng Gelar Konsolidasi dengan PC se Kedu

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Lukman Khakim
    • visibility 552
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menyerukan agar Pengurus Cabang NU di Jawa Tengah tetap kompak dan senantiasa menjaga soliditas. Terlebih menjelang Pilkada serentak yang akan digelar di 21 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah pada 2020 mendatang. Seruan itu disampaikan Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh saat melakukan konsolidasi PWNU […]

  • PAC Ansor Kutoarjo Adakan Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon

    PAC Ansor Kutoarjo Adakan Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Kutoarjo
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kutoarjo, 24 Juni 2023 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Kutoarjo mengadakan acara selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor yang digelar dengan meriah di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon pada hari ini. Acara yang dihadiri oleh para anggota Ansor, warga sekitar, masyarakat umum, dan beberapa grup kencreng ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan […]

expand_less