Breaking News
light_mode
Trending Tags

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2017
  • visibility 1.067
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

– Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
– Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:
1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;
2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;
3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;
4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;
5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;
6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;
7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;
8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;
9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:
1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;
2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;
3. Syekh Ahmad Marzuki;
4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;
5. Syekh Abdul Qadir Hasan;
6. Syekh Husien bin Ali;
7. Syekh Salman Yusuf;
8. Syekh Muhammad Samman Mulia.

Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;
2. Risalah Fiqh;
3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);
4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;
5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);
6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;
7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;
8. Risalah Hasbuna.Pembaharu Pesantren
Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (NU Online, Erfan Maulana)

Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Pituruh Luncurkan Grup Hadrah Banjari Ruhussab’ah

    GP Ansor Pituruh Luncurkan Grup Hadrah Banjari Ruhussab’ah

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 164
    • 5Komentar

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo meluncurkan Grup Hadrah Al Banjari Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor, Jumat (9/5/2025) malam yang bertempat di Prapagkidul. Tahun 2025 MDS Rijalul Ansor PAC Pituruh membuat grup Hadrah Al Banjari ini sebagai sarana syiar pada kegiatan selapanan Sabtu Legi MDS Rijalul Ansor PAC […]

  • Sambut Ramadhan 1447 H, PCNU Purworejo Tebar 5.000 Jadwal Imsakiyah dan Siapkan Serial Ngaji Online

    Sambut Ramadhan 1447 H, PCNU Purworejo Tebar 5.000 Jadwal Imsakiyah dan Siapkan Serial Ngaji Online

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 205
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Memastikan kenyamanan dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo melalui Lembaga Falakiyah (LFNU) resmi menerbitkan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H. Langkah ini merupakan bagian dari khidmah jam’iyyah dalam membantu warga Nahdliyin mendapatkan panduan waktu ibadah yang akurat. Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, […]

  • Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Fatkhan Anis
    • visibility 257
    • 2Komentar

    Pituruh –  PAC GP Ansor Pituruh kembali menggelar kegiatan rutin MAMAS (Mutola’ah Malam Sabtu) yang bertempat di rumah Sahabat Fatkhan Anis, Krajan RT/RW 03/01, Krajan, Prapagkidul, Pituruh, Purworejo, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap malam Sabtu yang diisi dengan kajian kitab Fathul Mu’in secara berkesinambungan sebagai sarana memperdalam ilmu keagamaan bagi kader […]

  • Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 957
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Kanawi atau Khasan Banawi atau Kyai Imam Puro adalah salah satu ulama besar Purworejo yang di kenal luas di eks Karesidenan Bagelen dan Kedu, bahkan wilayah lainnya. Setiap tahunnya makam Kyai Imam Puro yang terletak di Baledono ini didatangi banyak peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itulah, untuk merawat kisah perjuangan […]

  • Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

    Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 2.331
    • 0Komentar

    “Siapa datang mengancammu‘Kan binasa di bawah dulimu!” Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu. Mars Yaalal Wathan ini […]

  • Rapat Koordinasi Hasil Input E-KTA PC Ansor dan PAC Ansor Se-Kabupaten Purworejo

    Rapat Koordinasi Hasil Input E-KTA PC Ansor dan PAC Ansor Se-Kabupaten Purworejo

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 83
    • 2Komentar

    Purworejo, Hari Senin 17 Juli 2023, tepatnya pukul 14.30 wib Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP Ansor) Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi Elektronik Kartu Tanda Anggota (E-KTA) Ansor. Koordinasi ini merupakan kali kedua Ansor Purworejo menghadirkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Se-Cabang Purworejo. Rapat dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh ketua PC Ansor Kabupaten Purworejo, […]

expand_less