Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramai, Hukum Permainan Capit Boneka, Berikut Keputusan LBM PCNU Purworejo

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Seiring dengan perkembangan zaman dan kecangihan teknologi, berkembang pula jenis dan macam permainan. Permainan yang dulu hanya ada di kota dan pusat-pusat perbelanjaan besar, kini merambah dan menjamur di desa-desa daerah Purworejo khususnya. Permainan capit boneka mereka menyebutnya. Permainan ini sangat di minati anak-anak, ya, karna memang merekalah pangsa pasarnya.

Dengan modal seribu rupiah kemudian ditukarkan koin kemudian koin dimasukkan, mesin pun bekerja untuk mengambil boneka. Jarang sekali pemain yang mendapatkan boneka, namun masih saja banyak anak yang ketagihan.

Ada sebagian orang tua yang melarang keras anaknya untuk bermain capit boneka sekalipun anaknya menangis karena menganggap permainan itu seperti judi. Sebagian lain, selalu menuruti keinginan anaknya untuk bermain capit boneka dengan dalih yang penting tidak rewal dan menangis serta menganggap capit boneka hanya permainan biasa saja.

Menangapi hal tersebut LBM PCNU Purworejo membahasnya dalam rutinan selapanan sabtu legi yang pada kesempatan kali ini digelar di MWC NU Kemiri tepatnya di Masjid Besar AL-Firdaus, Kauman, Desa. Kemiri Lor, Kec. Kemiri.

Berikut ini keputusan Bahtsul Masail LBM PCNU Purworejo di Masjid Besar AL-Firdaus, Kauman, Desa. Kemiri Lor, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo, pada Sabtu Legi 17 September 2022 M / 20 Safar 1444 H tentang Hukum Permainan Capit Boneka.

Deskripsi Masalah:
Permainan capit boneka dengan mesin capit yang berbentuk cakar atau dikenal dengan nama claw machine kini mulai merambah ke pelosok-plosok desa, tidak hanya di pusat kota saja. Permainan ini bisa dimainkan dengan memasukkan koin yang sebelumnya ditukarkan dengan uang, 1 koin bisa ditukar dengan uang seribu rupiah, ketika koin dimasukkan maka mesin pencapit atau penjepit yang berbentuk seperti cakar bisa dimainkan dengan mengambil boneka yang terdapat di bawah penjepit untuk diambil dan digeser ke lubang tempat mengeluarkan boneka dari mesin dengan stik yang bisa digeser untuk mengarahkan cakar pencapit, ketika boneka berhasil dikeluarkan maka boneka bisa dimiliki oleh pemain.
Permainan ini sangat sulit karena boneka yang dijepit mudah lepas, ketika sudah lepas maka diperlukan koin selanjutnya untuk mulai menjepit boneka lagi. Permainan ini lumayan digemari oleh anak anak kecil.

Pertanyaan:
Bagaimana hukum memainkan dan menyediakan permainan claw machine atau capit boneka ini?

Jawaban:
Hukum permainan capit boneka sebagaimana dalam deskripsi hukumnya tidak diperbolehkan atau haram karena mengandung unsur perjudian, sehingga hukum menyediakannya pun juga haram.

Catatan:

  1. Unsur perjudian yang dimaksud adalah setiap penyerahan harta sebagai perbandingan suatu kemanfaatan yang akan ia terima namun kemanfaatan tersebut bisa jadi berhasil dan bisa jadi gagal (spekulasi).
  2. Praktek sebagaimana dalam deskripsi di atas tidak bisa diarahkan kepada aqad ijaroh atau praktek sewa menyewa, karena seandainya pemain sudah mengetahui bahwa dia akan gagal, maka ia tidak akan mengikuti permainan tersebut.
  3. Orang tua atau wali harus melarang anaknya dengan cara menegur, menasehati dan memberi pengertian untuk tidak mengikuti permainan tersebut, karena mengandung unsur perjudian yang dilarang agama.

Demikian keputusan Bahtsul Masail PCNU Purworejo yang disenggarakan di Masjid Besar AL-Firdaus, Kauman, Desa. Kemiri Lor, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo, pada Sabtu Legi 17 September 2022 M / 20 Safar 1444 H tentang hukum permainan capit boneka.

Adapun refrensi yang menjadi rujukan dalam pembahasan ini adalah
Hasyiyah As-Shawi, jus 1 halaman 140; Rowaiul Bayan Tafsir Ayatul Ahkam, jus 1 halaman 279; Al-Fiqhul Islam Wa Adilatuh, jus 4 halaman 2662; Isadur Rafiq, jus 2 halaman 102; Fathul Mu’in dan Hasyiyah Ianatu Tholibin, jus 3 halaman 135.

Bertindak sebagai musahih dalam kesempatan pembahasan kali ini KH. Abdul Hadi, KH. Mas’udi Yusuf, K Muhsin dan KH. Asnawi.

Aktif sebagai perumus pada pembahasan ini KH. Romli Hasan, KH. Muhammad Ayub. K Mahsun Afandi, K Hanifuddin dan K Asnawi MA.

Kontributor : Luthfi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Aktivitas Utama Di Hari Jum’at

    6 Aktivitas Utama Di Hari Jum’at

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 1Komentar

    Hari Jumat merupakan hari yang sangat spesial bagi umat Islam. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa hari Jumat merupakan hari yang paling utama dalam satu minggu dan malamnya merupakan malam yang paling utama setelah malam lailatul qadar. Pada hari itu Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan Nabi Adam ‘alaihis salam dan pada hari itu pula Allah telah […]

  • Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 116
    • 2Komentar

    Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, turut aktif dalam mengawal proses penilaian Kampung Cantik PKK di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen. Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga dalam rangka mendukung program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang dilaksanakan di tingkat desa. Kampung Cantik PKK adalah […]

  • Ruang Motivasi Pengkaderan dan Wajah Organisasi

    Ruang Motivasi Pengkaderan dan Wajah Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
    • account_circle Syukri Ab
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Sebuah Catatan Pinggir “Sambang Sahabat” PC GP Ansor Purworejo ke PAC GP Ansor Kemiri: Ruang Motivasi Pengkaderan dan Wajah Organisasi (Oleh Syukri.Ab) Jika ingin mengintip kejayaan masa depan sebuah organisasi, maka perhatikanlah dinamika kaderisasinya Di penghujung bulan Safar tepatnya pada Rabu Malam (21/09/2022), PAC GP Ansor Kecamatan Kemiri mengadakan acara selapanan Satkoryon Banser dan Kader […]

  • Ansor Bersholawat 2018

    Ansor Bersholawat 2018

    • calendar_month Selasa, 17 Apr 2018
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar
  • IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworjo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo adakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Jum’at – Ahad (5-7/11) bertempat di Aula Balai Desa Waled, MI Guppi At Taqwa Waled, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Hadir dalam kesempatan ini, Pengurus MWC NU […]

  • Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 971
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Kanawi atau Khasan Banawi atau Kyai Imam Puro adalah salah satu ulama besar Purworejo yang di kenal luas di eks Karesidenan Bagelen dan Kedu, bahkan wilayah lainnya. Setiap tahunnya makam Kyai Imam Puro yang terletak di Baledono ini didatangi banyak peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itulah, untuk merawat kisah perjuangan […]

expand_less