Sekolah Aswaja 2026 Resmi Dibuka, PMII Imam Puro Cetak Trainer Ideologi di Era Digital
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purworejo — PMII Komisariat Imam Puro bersama STAINU Purworejo resmi membuka Sekolah Aswaja Tahun 2026 pada Jumat (15/5/2026). Mengusung tema “Infiltrasi Ideologi dan Transformasi Mahasiswa menjadi Trainer Aswaja di Era Digital”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah bagi mahasiswa NU.
Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua PCNU Purworejo KH. Muhammad Haekal, Ketua PC PMII Purworejo Sahabat Fathurohman, Ketua MABINKOM PMII Imam Puro Dr. M. Ridho Muttaqin, jajaran pimpinan STAINU Purworejo, serta 10 mahasiswa peserta.
Ketua Komisariat Imam Puro, Sahabat Imam Fari, menegaskan pentingnya mahasiswa NU tidak hanya memahami pemikiran Aswaja, tetapi juga mampu mentransfer ideologi kepada pelajar dan masyarakat. “Mahasiswa NU harus menjadi inspirator, bukan sekadar pengikut,” ujarnya.
Ketua PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haekal, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. “Semoga Sekolah Aswaja melahirkan kader militan yang siap berjuang di dunia pendidikan,” tegasnya.
Waket 3 STAINU Purworejo, Nurjannah, S.Sos.I., M.Pd., menekankan pentingnya landasan ideologi bagi mahasiswa calon pendidik. “Kegiatan ini menjadi benteng agar mahasiswa tidak terkontaminasi aliran lain,” jelasnya.
Ketua PC PMII Purworejo, Sahabat Fathurohman, mengingatkan bahwa Sekolah Aswaja terakhir digelar pada 2015 di ranah PC. “Hari ini, setelah 12 tahun, kembali terselenggara di ranah komisariat. Ini momentum bersejarah,” katanya.
Sementara itu, Ketua MABINKOM PMII Imam Puro, Dr. M. Ridho Muttaqin, menegaskan keunikan Sekolah Aswaja Imam Puro. “Sekolah Aswaja di sini sudah ter-target untuk mencetak trainer leadership Aswaja, dengan tambahan materi public speaking dan microteaching,” ungkapnya.
Pembukaan berlangsung lancar dan penuh semangat, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan melahirkan kader-kader Aswaja yang tangguh, ideologis, dan relevan dengan tantangan era digital.


Saat ini belum ada komentar