Breaking News
light_mode
Trending Tags

Urgensi Media Sosial dan Penyusunan Database

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Berapa sih sebenarnya jumlah kader Ansor?”, pertanyaan seperti ini jamak ditanyakan oleh berbagai pihak dan tak pernah mampu kita jawab dengan lugas. Sebabnya, karena kita memang belum memiliki datanya secara pasti. Diakui atau tidak.

Menyusun database telah lama menjadi ‘angan-angan’ organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama. Rescue Ministries menulis artikel tentang topik ini di situsnya. Urusan kok nggak jadi-jadi, setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, jumlah jamaah NU yang sangat besar, kalau boleh bicara soal KARTANU saja, artinya yang sudah didata oleh NU telah menyentuh 100 juta orang dari 250 juta penduduk Indonesia. Belum lagi, anggota kulturalnya yang jauh lebih banyak. Dan yang Kedua, kader NU di daerah masih maju-mundur kalau berurusan dengan tekhnologi.

Bicara penyusunan database bukan sebatas mencari angka pasti berapa pendaftar KTA Ansor atau KTA NU seperti pertanyaan diatas. Jika hanya angka-angka, tak banyak berarti kecuali sebatas untuk urusan kontestasi ke kontestasi. Lebih daripada itu, menyusun database berarti membangun basis data untuk ‘modal’ menentukan ‘arah gerak’ organisasi. Urusannya bukan main-main.

Selama ini, organisasi-organisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama memang cenderung ‘memilih rutinitas’ untuk jadi program utama. Pengajian rutin, selapanan rutin, mujahadah rutin, pengkaderan rutin dan seterusnya. Rutinnya sama sekali tidak buruk jika dimaknai sebagai ‘keistiqomahan’. Tapi jika yang dimaksud rutin adalah ide-ide yang sama, pola-pola yang sama, dan gerakan yang sama bisa jadi tidak akan selamanya baik. ‘Al Muchafadhotu ‘ala qodimis sholih, wal achdzu bil jadidil ashlah‘ adalah sebuah jembatan yang mampu membuat NU tidak tergerus zaman. Mempertahankan yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik. Sudah semestinya keduanya dilaksanakan. Urusan menjaga tradisi mesti diimbangi dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman. Jangan dikit-dikit pesimis, toh kader NU sebenarnya juga tak melarat-melarat amat untuk mampu membeli android dan paketan, juga tak gaptek-gaptek amat untuk mengoperasikan sistem android maupun iphone. Ini kan juga bagian dari perkembangan zaman yang sudah para sahabat jalankan.

Pertanyaan saya sederhana, apakah perkembangan zaman yang sudah di tangan sahabat sekalian terseebut sudah di NU kan seperti raga jiwa dan batiniyah kita? Saya tak menyangsikan ke NU an sahabat-sahabat, hujan badai dan terjangan ombak tak akan mampu menghalangi kita dari acara-acara NU. Tapi ketika berbicara dunia tekhnologi, dunia digital, dunia internet dan kemajuan zaman, kenapa kanal-kanal facebook, twitter, instagram yang sebenarnya setiap hari sahabat sekalian pegang, sepi dari NU dan kalah jumlah dengan minhum yang hanya seukuran Jakarta jika dibanding Indonesia Raya?

Maka langkah pertama yang bisa sahabat lakukan adalah mulai meramaikan kanal-kanal Ansor yang kita miliki. Kita? Iya, sekali lagi ini milik kita bersama dan tanggung jawab para sahabat sekalian dari tingkat PC hingga Anak Ranting untuk membesarkannya. Follow, Like, ajak anak, ajak istri dan ajak sahabat yang lain untuk melakukannya. Sebar di grup-grup Kecamatan hingga ranting. Ramaikan bersama-sama. Jangan bilang tidak tahu karena sekarang juga saya kasih link-linknya.

Ini facebooknya: https://facebook.com/pcansorpurworejo
Ini instagramnya: https://instagram.com/ansorpurworejo
Ini twitternya: https://twitter.com/ansorpurworejo

Tidak sebatas syiar, kemajuan tekhnologi sebenarnya juga memberikan kesempatan kepada kita untuk menyusun database yang lebih baik, seperti yang sedari awal telah kita bahas. Mengapa perlu dilakukan penyusunan database? Ya, agar kita tahu betul potensi organisasi kita. Kasus sederhananya, karena Anda tidak tahu kalau sebagian besar anggota Anda adalah petani, maka sekonyong-konyong Ansor malah mengadakan seminar pertambangan. Kan jadi lucu.

Database yang baik akan sangat membantu dalam menentukan arah gerak organisasi kita kedepan. Mengelola 1000 kader berbeda dengan mengelola 500 kader. Mengelola 500 kader yang type nya A juga akan berbeda dengan yang typenya B. Dan itu lebih baik jika telah diketahui sejak awal. Sebab itu, database ini bukan urusan menghasilkan sesuatu untuk kepengurusan hari ini, tapi juga mengenai tapak demi tapak kepengurusan yang akan datang. Berapa rata-rata usia pengurus Ansor? Berapa jumlah kader Ansor yang sudah lulus PKL? Berapa kali ranting A telah melaksanakan PKD dan berapa sisa kadernya? Berapa kader Ansor yang petani? Berapa yang tentara? Berapa yang guru? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan bisa dijawab dan menjadi rumusan kebijakan jika PC mampu mengghimpun datanya dengan baik.

Melihat itu semua, kalau boleh menyederhanakan, ada dua tahap awal yang mesti segera dilaksanakan. Pimpinan Cabang menyusun pansus alias panitia khusus untuk membahas penyusunan sistem database yang mudah diakses dan dimengerti oleh kader di bawah. Yang kedua, kader Ansor PAC, Ranting hingga Anak Ranting harus mau lebih antusias lagi memanfaatkan tekhnologi untuk kemajuan organisasi. Semoga cita-cita kita ini dimudahkan. Aamiiin.

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC GP Ansor Purworejo Jalin Sinergi dengan Polres, Perkuat Kamtibmas dan Kepemudaan

    PC GP Ansor Purworejo Jalin Sinergi dengan Polres, Perkuat Kamtibmas dan Kepemudaan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 4Komentar

    PC GP Ansor Purworejo sambangi Mapolres, teguhkan sinergi dengan Polri untuk menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat peran kepemudaan.

  • Ansor Purworejo Salurkan Donasi Bencana

    Ansor Purworejo Salurkan Donasi Bencana

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Dengan dibukanya posko Banser pasca bencana banjir dan longsor Purworejo akibat hujan deras Sabtu (18/06) lalu, Ansor Purworejo mendapat kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan donasi. Beragam bentuk bantuan mulai bahan pokok, sayuran, pakaian, obat-obatan, hingga uang tunai mengalir ke posko Banser dari lembaga-lembaga di bawah NU, lembaga dan kelompok masyarakat di luar NU maupun perorangan. Penyaluran […]

  • Kader Ansor Siap Melebur Bersama Elemen Pemuda Lain untuk Berkarya Lewat KNPI

    Kader Ansor Siap Melebur Bersama Elemen Pemuda Lain untuk Berkarya Lewat KNPI

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Purworejo periode 2023-2026 resmi dilantik di Ganeca Convention Hall, Jumat (14/6). KNPI Purworejo akan diketuai oleh Muhammad Musyafa selama tiga tahun ke depan, dengan Sekretaris Tashilul Manasik dan Bendahara Umum Ahmad Mukti Ali. Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua KNPI Jawa Tengah, Cashyta […]

  • NU Bener Gelar Apel Kebangsaan Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

    NU Bener Gelar Apel Kebangsaan Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Banser Bener berbaju loreng dan berbaris rapi dilapangan layaknya pasukan tempur yang siap ke medan perang, sejumlah prajurit Banser NU mengikuti upacara Apel Kebangsaan yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dalam rangka menyemarakkan Harlah NU ke 99 Sabtu, 19 Februari 2022 dihalaman SMK Maarif NU Bener. Hadir dalam acara […]

  • GP Ansor Serukan Seluruh Kader Bantu Korban Gempa di Aceh

    GP Ansor Serukan Seluruh Kader Bantu Korban Gempa di Aceh

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Jakarta, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menyampaikan duka mendalam terhadap musibah gempa tektonik 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang menelan banyak korban. “Kami berdoa semoga korban gempa yang wafat diterima di sisi Allah SWT,  dan keluarga serta saudara-saudara kita di wilayah terdampak gempa diberikan kesabaran,” tutur […]

  • Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F. Play Button

    Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F.

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 1Komentar

    Eps. 10-12 kita kedatangan tamu sepsial jurnalis muda NU yang akan mengangakat aktivitas aktivitas kreatif di tengah pandemi

expand_less