Harlah NU ke-100, PCNU Purworejo Gelar Istighotsah, Tahlil Kubro, dan Launching Desa NU

PURWOREJO – Puncak peringatan 100 tahun Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo ditandai dengan gelaran Istighotsah Persembahan untuk NU dan Negeri yang dirangkai dengan Tahlil Kubro, doa khataman, serta bacaan berjamaah Sholawat Nariyah. Acara yang digelar pada Jumat malam (30/1/2026) ini dipusatkan di Gedung PCNU Purworejo dan berlangsung serentak di 17 majelis se-Kabupaten Purworejo, melibatkan seluruh elemen NU dari tingkat cabang hingga ranting.

Kegiatan akbar ini dipusatkan di Gedung PCNU Kabupaten Purworejo dan sekaligus digelar serentak di 17 titik majelis yang tersebar di seluruh kecamatan. Seluruh elemen NU mulai dari badan otonom, lembaga, MWC hingga ranting turut ambil bagian, menjadikan momentum puncak Harlah NU ke-100 ini sebagai ajang kebersamaan dan konsolidasi organisasi.

Rangkaian acara diisi dengan Tahlil Akbar oleh KH. Abdul Ngafif, bacaan Sholawat Nariyah dan Istighotsah oleh KH. M. Djakfar Syamsudin, Doa Khataman Sholawat Nariyah oleh KH. M. Djakfar Syamsudin, Launching Desa NU dan Gerai LAZISNU oleh H. Waloya, S.Ag., M.H., Launching Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ma’arif NU oleh H. Hamron Rosyadi, M.Pd. (diwakili Nurkholis), serta Mauidhotul Hasanah oleh KHR. Dawud Masykuri.

Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, H. Muhammad Haekal, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh elemen NU.  “Alhamdulillah malam ini kita melaksanakan puncak Harlah NU ke-100. Target bacaan Sholawat Nariyah adalah 1 juta, namun hingga malam ini telah terbaca lebih dari 2 juta,” ujarnya.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Purworejo yang menggerakkan siswa-siswi madrasah dan sekolah di bawah naungan Ma’arif NU.

Selain istighotsah, PCNU Purworejo meluncurkan sejumlah program strategis, di antaranya Gerai LAZISNU sebagai pusat layanan zakat, infak, dan sedekah, serta program Desa Sejahtera NU dengan Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, sebagai pilot project. Program ini mengusung lima pilar: pendidikan (NU Cerdas), ekonomi (NU Berdaya/NU Preneur), kesehatan (NU Sehat), dakwah dan kemanusiaan (NU Care), serta lingkungan hidup (NU Hijau).

LP Ma’arif NU Purworejo juga meluncurkan SPMB untuk tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, LP Ma’arif NU menaungi 106 satuan pendidikan dengan 1.075 guru dan sekitar 15 ribu siswa.

Selain itu, PCNU Purworejo menandatangani MoU dengan PT BAQNU Air Minum Barokah NU yang efektif berlaku 1 Februari 2026, sebagai langkah memperkuat kemandirian ekonomi NU.

Ketua Syuriyah PCNU Purworejo, KHR. Dawud Masykuri, dalam mauidhotul hasanahnya menekankan pentingnya warga NU memahami, meyakini, dan berjuang untuk NU. Ia mengutip pesan KH. Ali Maksum agar warga NU memiliki ma’rifat kepada NU, mantap dan percaya terhadap NU, serta siap berjihad dan bersabar dalam khidmah.

“NU memiliki watak menghimpun seluruh kekuatan untuk mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Amanat NU mencakup amanat diniyah, ijtima’iyah, dan wathaniyah, menjaga agama, membina masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Dengan peringatan 100 tahun NU ini, PCNU Purworejo berharap seluruh elemen NU dapat terus bersinergi, optimis memasuki abad kedua NU, serta memperkuat peran NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan kebangsaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

MWC NU Bruno Resmikan Selapanan Gabungan NU dan Banom di Puncak Harlah 1 Abad NU
Dewan Penasihat GP Ansor Purworejo Resmi Jadi Sekda Definitif, H. Suranto Siap Tancap Gas Wujudkan Purworejo Berseri

Cabang

Ancab

Kabar NU

Mungkin Kamu Suka