Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sikap Nahdlatul Ulama Soal Natuna

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
  • visibility 520
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui keterangan tertulis tertanggal hari ini, Senin 6 Januari 2020 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan sikap terkait konflik Indonesia-China di Kepulauan Natuna yang memanas akhir-akhir ini.

PBNU Mendesak Pemerintah Republik Tiongkok Menghentikan Tindakan Provokatif

PBNU menyatakan Kepulauan Natuna masuk dalam 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah diratifikasi sejak 1994.

Karena itu tindakan coast guard China mengawal kapal nelayan berbendera China di perairan Natuna sebagai bentuk provokasi politik yang tidak bisa diterima.

PBNU mendesak pemerintah China berhenti melakukan tindakan provokatif atas kedaulatan wilayah perairan RI yang telah diakui dan ditetapkan oleh United Nation Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Tindakan China menolak keputusan tersebut merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap norma dan konvensi internasional yang diakui secara sah oleh masyarakat dunia

PBNU Mendukung Sikap Tegas Pemerintah RI Kepada China

Masih bersumber dari dokumen yang sama, PBNU mendukung sikap tegas pemerintah terhadap China, dalam hal ini yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri dan Bakamla. Termasuk mengusir dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melakukan aktivitas illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) di seluruh perairan RI sebagai manifestasi dari Archipelagic State Principle yang dimandatakan Deklarasi Djuanda.

PBNU Meminta Pemerintah Tidak Lembek Meski China Investor Ke 3 Terbesar di Indonesia

Meskipun China merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, NU meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi.

“Keutuhan dan Kesatuan wilayah NKRI di darat dan dilaut, juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apapun. Dalam jangka panjang Nahdlatul Ulama meminta pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geo politik.”

Mengusulkan Mengganti Sebutan Pulau Terluar Menjadi Pulau Terdepan

Menurut PBNU, kedudukan laut juga amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

“Ketidaksungguhan Pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” ungkap PBNU.

Selain itu PBNU juga menyatakan pandangannya, sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan Tanah Air adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap orang Islam. “Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid.”

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Purworejo, 9 Juli 2023 – Pengajian rutin selapanan Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kaliwungu kembali digelar dengan semarak di Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dihadiri oleh kepengurusan NU Ranting Kaliwungu dan berbagai banom (badan otonom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU ini menjadi momen yang penuh berkah bagi seluruh peserta. Penceramah […]

  • Catut PC Ansor, Gus Ahil Sayangkan Pemberitaan Fakta Kini

    Catut PC Ansor, Gus Ahil Sayangkan Pemberitaan Fakta Kini

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Buntut dari aksi tolak RUU HIP ternyata kurang mengenakkan dengan adanya pemberitaan dari Fakta Kini yang berjudul: Diprotes Ansor Karena Pakai Logo NU, Ambulan Majelis Dzikir Ini Hapus Logo NU. Karuan saja berita ini memunculkan beberapa pertanyaan di publik. Menjawab beberapa pertanyaan itu, sekretaris PC GP Ansor Tashilul Manasik, S.Psi, M.Pd menyampaikan, bahwa Ansor tidak […]

  • Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Pada hari Selasa Wage, tepatnya tanggal 27 Juni 2023, acara Selapanan Ranting NU Desa Tegalsari sukses digelar di Dusun Kalianggrung, yang berlokasi di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dimulai pukul 8.00 pagi ini dihadiri oleh Jamaah NU Desa Tegalsari dan dipandu oleh Ky. Abdul Chamid M.Pd, ketua NU Ranting Tegalsari. Dalam tema ceramahnya, Ky. […]

  • Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Ngombol, ansorpurworejo.org Sabtu, 27 Februari 2016 di Ponpes Assunnah Joso diadakan pelantikan PAC Ansor dan Banser Kecamatan Ngombol. Sebelumnya diawali dengan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Ngombol. Hadir Ketua PC GP Ansor Purworejo Sahabat H. Muhammad Haekal, S.Pd.I. beserta sahabat-sahabat PC. Pelantikan sengaja di Ponpes Assunnah Joso Ngombol atas permintaan KH. Baihaqi Pendiri Pondok untuk mendapatkan pondok […]

  • Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 1Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah. “Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, […]

  • 14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan Resepsi Puncak Satu Abad NU , MWCNU Purworejo memberikan penghargaan kepada 14 Ranting NU di Kecamatan Purworejo pada Rabu 15 / 2 / 2023 bertempat di Aula PP Alfahham Baledono Purworejo. Piagam penghargaan diberikan atas keikutsertaan mereka dalam kegiatan lomba Dekorasi dan Pertunjukan Fragmen/teatrikal dalam rangka satu abad NU yang dilaksanakan oleh MWCNU […]

expand_less