Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bunga Rampai Pemikir Muda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
  • visibility 439
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semangat jihad intelektual masih tetap dan terus tumbuh di beberapa kalangan yang sungguh-sungguh memahami arti perjuangan NU. Untuk itu “kembali ke khittah” selalu menjadi diskursus yang hangat diperbincangkan. Kiranya, semangat itulah yang menjadi intisari buku yang ditulis oleh Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Tulungagung. 
Buku ini berawal dari perbincangan santai pengurus ISNU Cabang Tulungagung yang merasa bahwa tradisi menulis di kalangan NU masih kurang. Ceramah dan berdiskusi sudah biasa di kalangan Nahdliyin, tetapi untuk menulis masih belum. Memang ada beberapa warga NU yang rajin menulis, tetapi jumlahnya tidak berbanding dengan jumlah warga NU.
Nahdhatul Ulama yang identik dengan pondok pesantren; mulai dari gaya hidup, metode pembelajaran dan pengajaran, sampai pola pikir dalam segala bidang perlu untuk dituliskan sebagai inspirasi masyarakat Islam pada umumnya dan manusia seluruhnya. Sehingga NU bisa dipahami banyak orang di semua kalangan tidak hanya sebatas orang-orang yang mampu membaca kitab kuning dengan pemaknaan yang tepat menurut gramatikal bahasa arab, atau mereka yang aktif di Lajnah Bahtsul Masail dengan segudang problematika fiqih serta jawaban yang acap kali tanpa menggunakan pertimbangan kajian holistik dan sumber rujukan yang kolektif.
Kehadiran buku kumpulan tulisan para intelektual NU ini cukup kaya warna dan menggugah pemikiran kalangan muda. Kajiannya mampu memberikan jawaban atas kegelisahan pengikut NU pada umumnya. Pertama, topik yang ditulis mencakup tema yang variatif. Ada yang menulis masalah ideologi, politik, ekonomi, manajemen, pendidikan, budaya, sampai soal hadits. Topik yang melintas batas tersebut sungguh merupakan kekayaan warna dalam dimensi intelektual. Kedua, latar belakang penulis yang beragam. Ada yang berlatar belakang guru, dosen, mahasiswa, santri, hingga enterpreneur. Latar belakang mereka memengaruhi terhadap tulisan yang mereka buat. Ketiga, keragaman geografis. Memang buku ini yang menerbitkan ISNU Tulungagung. Tetapi penulisnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Eko Siswanto misalnya, ia adalah dosen STAIN Alfatah Jayapura, tetapi beliau dulu adalah Pengurus IPNU Tulungagung. Ada juga penulis dari Jambi, Ponorogo, Malang, Surabaya, Lamongan dan dari beberapa kota lain. Tetapi sebagian besar diisi pengurus ISNU Tulungagung.
Para penulis menghadirkan data, informasi, dan pemikiran-pemikiran cerdas para intelektual NU Tulungagung dan sekitarnya. Misalnya tulisan Sekretaris Umum ISNU Tulungagung. Pembaca akan menemukan pernik-pernik ideologis ke-NU-an dan kecerdasan argumentatif di dalam ulasannya. Pembaca mungkin akan  tergelitik saat membaca ulasan dari Agus Zaenul Fitri yang juga Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung ketika merangkai narasi Gus Dur. Juga bagaimana secara elok ia bertutur tentang pluralisme Gus Dur lewat tangan Kiai Marzuki Mustamar. 
Bagaimana NU di Papua? Mungkin kita akan terkejut dengan pertanyaan ini. NU cukup eksis di Papua. Gerak dan aktivitas NU cukup produktif, khususnya dalam konteks kerukunan umat beragama. Secara detail Ketua Tanfidziyah NU Jayapura periode 2009-2014, Eko Siswanto bertutur kompleksnya kehidupan sosial keagamaan di Jayapura. Pelan tapi pasti NU menancapkan kiprahnya di bumi Indonesia ujung timur tersebut. Baca dan simak uraian Eko dan kita akan menemukan spirit transformasi yang kuat.
Buku ini  diharapkan memberikan kontribusi untuk mengaktualkan potensi warga NU. Pengalaman dan pengetahuan mereka cukup kaya semoga menjadi respon atas bentuk keprihatinan terhadap fenomena masyarakat. Meskipun tidak semua tema terangkum di dalamnya, termasuk solusi pertanian ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi kekurangan NU. Selamat membaca.
Info Buku
Judul buku: Dinamika Pemikiran Intelektual Muda NU
Penulis : Rohmat Zaini, dkk (ISNU TULUNGAGUNG).
Penerbit : Lentera Kreasindo Yogyakarta
Tahun Terbit : April 2016
Tebal : 270 halaman
Peresensi adalah Rizal Mubit, Peneliti Farabi Institute

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWCNU Kutoarjo Sukses Gelar Pengajian Ahad Kliwon & Pelantikan Tiga Ranting NU

    MWCNU Kutoarjo Sukses Gelar Pengajian Ahad Kliwon & Pelantikan Tiga Ranting NU

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 90
    • 5Komentar

    KUTOARJO, ansorpurworejo.org – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kutoarjo sukses menyelenggarakan Pengajian Ahad Kliwon sekaligus Pelantikan Pengurus Ranting NU Tursino, Kemadu Lor, dan Tunggorono, yang berlangsung khidmat di Masjid Jami’ Baitul Muhtadin, Tursino. Acara dimulai sejak pagi dengan rangkaian kegiatan tahlil, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Syubbanul Wathon, sambutan-sambutan, pelantikan, serta […]

  • Harlah GP Ansor ke-81, Nusron Wahid Resmikan Masjid Abdurrahman Wahid

    Harlah GP Ansor ke-81, Nusron Wahid Resmikan Masjid Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Perayaan hari lahir Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-81 yang diselenggarakan pada Jumat (24/4) malam menjadi tonggak sejarah bagi organisasi kepemudaan Nahdhatul Ulama (NU) itu. Ditandai dengan peresmian masjid yang diberi nama KH Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, Presiden RI Ke-4 sekaligus ulama besar NU. Nusron Wahid, Ketua GP Ansor, menilai Gus Dur menjadi figur […]

  • Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 3Komentar

    Konferensi Anak Cabang Muslimat NU Kutoarjo 2025 menetapkan Ny. Tasrifah Hamam sebagai Ketua baru. Forum ini meneguhkan khidmah, merawat tradisi, dan memperkuat kemandirian perempuan NU di Purworejo.

  • Silaturahim Halal Bihalal dan Rakerancab II PAC GP Ansor Purworejo

    Silaturahim Halal Bihalal dan Rakerancab II PAC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Purworejo menggelar Halal Bihalal dan Rakerancab (Rapat Kerja Cabang) Ke-2 sesuai dengan masa khidmah 2021/2023 yang bertempat di Gedung Olahraga Pemdes Wonotulus Kecamatan Purworejo, pada Minggu, 14/05/2023 pukul 09.20 WIB. Hadir pada acara ini KH Khabib Anwar selaku Ketua PC GP Ansor Purworejo, Zaenal Arifin, […]

  • LAKUT 2026 di Purworejo Resmi Dibuka, Ukir Sejarah Baru Kaderisasi IPNU-IPPNU

    LAKUT 2026 di Purworejo Resmi Dibuka, Ukir Sejarah Baru Kaderisasi IPNU-IPPNU

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 6Komentar

    PURWOREJO – Sejarah baru kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purworejo resmi tercatat. Kamis (15/01/2026), Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Purworejo menggelar Latihan Kader Utama (LAKUT) perdana di Yayasan Khasanah Nusantara, Kecamatan Bayan, Purworejo. Opening ceremony dihadiri puluhan peserta dan tamu undangan. Ketua PC IPPNU Purworejo, Debi Saktiyani, dalam sambutannya menegaskan bahwa LAKUT kali ini merupakan […]

  • Untuk Keselamatan Pengawasan Pilkada, Bawaslu Adakan Doa Bersama

    Untuk Keselamatan Pengawasan Pilkada, Bawaslu Adakan Doa Bersama

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 621
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Bawaslu Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara doa bersama pada Jumat (19/6/2020) di Ruang Sidang Nurhadi Sekretariat Bawaslu Purworejo. Doa bersama ini diadakan untuk memohon keselamatan dalam rangka giat pengawasan Pilkada 2020 yang sudah dimulai kembali. Sebelumnya, tahapan Pilkada 2020 sempat ditunda sementara akibat adanya pandemi Covid-19. “Purworejo termasuk salah satu kabupaten yang sudah harus […]

expand_less