Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenal Sejarah Penulisan Kitab Ushul al-Fiqh

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
  • visibility 452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebelum mengeluakan fatwa, para ulama harus terlebih dahulu mengetahui kaidah yang dapat digunakan untuk menggali hukum amaliah dari dalil yang terperinci. Pengetahuan ini bersumber dari disiplin ilmu klasik, yaitu Ushul al-Fiqh. Tiada fiqh tanpa melalui Ushul al-Fiqh. Kalau ilmu fiqh bicara soal halal-haram, maka ilmu Ushul al-Fiqh bicara proses yang mendasari halal-haram tersebut.

Imam Syafi’i (w. 204 H) dianggap sebagai ulama yang pertama kali secara sistematis menulis kitab ushul al-fiqh lewat karyanya al-Risalah. Setelah itu bermunculan kitab yang ditulis para ulama untuk menjelaskan (syarh) apa yang disampaikan Imam Syafi’i dan ada pula yang mengkritisi isi kitab beliau. Para ulama Iraq yang mengikuti mazhab Hanafi misalnya seperti al-Kannani (w. 289 H) dan al-Qummi (w. 305 H) masing-masing menulis kitab al-Hujjah fi al-Radd ‘ala al-Syafi’i dan Ma Khalafa fihi al-Syafi’i al-Iraqiyyin fi Ahkam al-Qur’an. Tentu saja para ulama pengikut Imam Syafi’i mempertahankan dan menjelaskan kitab al-Risalah, misalnya nama-nama seperti al-Sayrafi (w. 330 H), al-Nisaburi (w. 365 H), dan al-Jawzaqi (w. 388). Dibutuhkan sekitar 2 abad untuk para ulama memperdebatkan disiplin ilmu ushul al-fiqh yang dikembangkan oleh Imam Syafi’i.

Pada abad 5 hijriah, para ulama mulai menyusun ulang isi kitab ushul al-fiqh. Dua ulama besar yang terkenal sebagai hakim agung pada masanya merintis ulang usaha ini. Al-Qadli al-Baqillani (w. 402) ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dari mazhab Maliki digelari Syekh Ushuliyyin setelah menulis al-Taqrib wal Irsyad. Sayangnya kitab ini dikabarkan sempat hilang dan hanya kita ketahui pentingnya kitab ini dari sejumlah ulama klasik yang sering merujuk pada karya besar ini. Kabarnya belakangan kitab ini ditemukan dalam bentuk manuskrip di Cairo.

Al-Qadli Abdul Jabbar (w. 415 H) yang merupakan tokoh Mu’tazilah menulis kitab ushul al-fiqh berjudul al-‘Amd (dua jilid). Kitab ini dikomentari oleh Abu al-Husayn al- Basri (w. 435 H) dalam al-Mu’tamad fi Ushul al-Fiqh. Beliau ini ulama yang cukup “aneh” karena dalam ilmu kalam mengikuti mazhab Mu’tazilah namun dalam hal fiqh beliau mengikuti mazhab Syafi’i.

Al-Juwayni (w. 478 H) yang diberi gelar Imam al-Haramain, selain meringkas kitab al-Baqillani, juga menulis kitab sendiri yang juudlnya al-Burhan fi Ushul al-Fiqh. Imam al-Haramain ini merupakan guru dari Imam al-Ghazali. Yang menarik, Imam al-Haramain mengaitkan antara ilmu kalam dengan Ushul al-Fiqh. Beliau juga lebih jauh menjelaskan berbagai topik yang dibahas oleh Imam Syafi’i. Namun demikian, sebagai seorang ulama kaliber dunia, beliau juga turut menyampaikan kritikan terhadap Imam Asy’ari dan Imam Syafi’i serta ulama lainnya. Keberanian beliau ini mendapat komentar tajam dari para ulama seperti al-Maziri (w. 536 H) dan al-Abyari (w. 616 H) dari mazhab Maliki yang tidak bisa menerima Imam al-Haramain mengkritik Imam Malik.

Imam al-Ghazali (w. 505 H) meneruskan gaya kontroversial gurunya. Tidak tanggung-tanggung Imam al-Ghazali menulis 4 kitab berbeda dalam disiplin ilmu ini. Kitab terakhirnya yang dijadikan rujukan luas yaitu al-Mustasfa. Imam al-Ghazali juga tidka segan berbeda pandangan dengan Imam Syafi’i. Jadi hal yang wajar saja kalau murid berbeda pandangan dengan guru atau bahkan kakek gurunya. Tapi tetap saja Imam al-Haramain dan Imam al-Ghazali tidak keluar dari mazhab Syafi’i, tidak seperti Imam Abu Tsaur, Imam Ahmad dan Imam Dawud yang ketiganya mendirikan mazhab sendiri.

Bagaimana dengan mazhab di luar Syafi’i? Al-Sarkhasi (w. 423 H) dari mazhab Hanafi yang digelari Syamsul al-A’immah menulis kitab al-Ushul. Begitu juga Imam al-Jassas (w. 370 H) menulis kitab dengan judul serupa. Sebelumnya ada lagi al-Dabusi (w. 340 H) yang menulis Taqwim al-Adillah. Pengaruh al-Dabusi dan Sarakhsi dalam pembahasan ushul al-fiqh di mazhab Hanafi sangat kuat. Corak pembahasan Syafi’iyah dan jumhur ulama (Mutakallimin) dengan Hanafiyah dalam kajian Ushul al-Fiqh memang berbeda.

Pada abad ketujuh hijriah, disiplin ilmu ushul al-fiqh sudah dianggap mapan. Maka mulailah pada periode ini penggabungan kitab, peringkasan dan penjelasan atas ringkasan kitab-kitab sebelumnya. Empat kitab utama yaitu al-‘Amd, al-Mu’tamad, al-Burhan dan al-Mustasfa digabung pembahasannya oleh dua ulama besar. Pertama, al-Amidi (w. 631 H) dari mazhab Syafi’i meringkasnya dalam al-Ihkam fi Usul al-Ahkam. Lantas diringkas kembali oleh Ibn Hajib (w. 646 H) dalam Muntaha al-Sul. Oleh pengarangnya sendiiri, buku ini kemudian diringkas kembali dalam Mukhtasar Ibn al-Hajib. Lantas pembahasan yang sudah ringkas, diberi komentar panjang oleh ‘Udad al-Din al-Iji (w. 756 H), al-Syirazi (w. 710 H) dan al-Asfahani (w. 749 H).

Kedua, Fakhr al-Din al-Razi dari mazhab Syafi’i (w. 606 H) menulis al-Mahsul yang merupakan ringkasan dan gabungan dari 4 kitab utama di atas. Dari mazhab Maliki, Imam al-Qarafi (w. 684 H) menulis Tanqih al-Fusul fi Ikhtisar al-Mahsul. Ringkasan al-Mahsul ini kemudian diberi penjelasan sendiri oleh beliau dalam kitabnya Syarh Tanqih al-Fusul. Al-Armawi (w. 656) ikut meringkaskan al-Mahsul dalam kitabnya al-Hasil (Tahsil al-Mahsul). Al-Baydawi (w. 685) kemudian meringkaskan kembali al-Hasil dalam karyanya Minhaj al-Wusul.

Namun karena diringkas dari ringkasan orang jadi susah mengerti karena itu al-Asnawi (w. 772 H) menjelaskan Minhaj-nya al-Baydawi dalam kitabnya Nihayat al-Sul. Begitu juga al-Badakshyi berusaha menjelaskannya dalam Manahij al-Uqul yang populer dengan nama Syarh Badakhsyi. Kitab Nihayat al-Sul karya Asnawi diberi penjelasan yang luar biasa oleh Prof Abu Nur Zuhair dalam kitab Ushul al-Fiqhnya. Abu Nur Zuhair ini guru Abah saya di al-Azhar Cairo dan kabarnya Syekh Ali Gomaa, mantan mufti mesir juga pernah belajar pada Syekh Nur Zuhair ini.

Abah tidak hanya belajar di dalam kelas kepada Syekh Nur Zuhair, tetapi juga belajar langsung di kediamannya. Caranya unik, sambil bersalaman, dan lutut bertemu lutut, Syekh Nur Zuhair menjelaskan isi kitabnya, dan Abah diminta mengulangi penjelasannya tersebut. Kitab Syekh Nur Zuhair ini pula-lah yang diajarkan Abah kepada saya, dan saya mewarisi kitab yang Abah pakai saat belajar dulu dengan gurunya lengkap dengan catatan Abah di pinggir kitab. Inilah perjalanan kitab ushul al-fiqh dari Imam Syafi’i sampai abad modern ini. Inilah pula sanad kajian ushul al-fiqh yang saya miliki.

Jikalau anda belum pernah belajar dengan mendalam akan kitab Ushul al-Fiqh dan anda tidak memiliki sanad keilmuan dalam bidang ini, mohon anda menahan diri untuk tidak sembarangan mengeluarkan fatwa ini halal – ini haram tanpa pondasi ushul al-fiqh yang kuat, apalagi kalau anda dengan enteng di medsos memaki para ulama atau para sarjana Syari’ah hanya karena pendapatnya tidak anda setujui. Alih alih membantah dengan ilmu, anda hanya mampu mencaci-maki yang hal itu jauh dari akhlak yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Berbeda pendapat antara ulama itu hal biasa, asalkan tetap dilakukan dengan ilmu dan akhlak. Berbeda pendapat di kalangan awam itu luar biasa, sampai caci-maki dan menuduh kesana-kemari karena tanpa ilmu dan tanpa akhlak.

Saya ingin menutup catatan ini dengan sebuah puisi selepas saya sowan ke makam Imam Syafi’i di Kairo pada tahun 2012. Untuk Imam Syafi’i peletak pondasi dasar ilmu ushul al-fiqh mari kita bacakan al-fatihah…

Sang Imam


Ku lihat engkau berbaring dengan tenang
Ku saksikan setiap detik beterbangan pahala jariyah ke tubuhmu
dari setiap bacaan, amalan maupun doa pengikutmu di penjuru dunia

Fatwamu bagaikan ibu (al-Umm) yang menyapih mereka
Argumentasimu menjadi surat pengantar (al-Risalah) bagi ibadah mereka

Ujung karpet terbuka
dan ku saksikan bekas tapak kaki al-Musthafa

Adakah yang lebih menggetarkan ketika engkau sang pembela Sunnah
didatangi langsung oleh al-Musthafa di saat wafatmu?


Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo menyelenggarakan Pelantikan dan Rakerancab di Gedung Grha Siola, Purworejo pada Ahad (20/02/2022) Hadir sebagai narasumber stadium generale, Katib Syuriah PBNU Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA berpesan bahwa ansor harus bisa menjadi solusi peradaban, kemanusiaan dan modernitas. Jangan sampai justru menjadi beban. Apa […]

  • AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 1Komentar

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dunia dan kemanusiaan berduka. Serangkaian serangan bersenjata dan ledakan bom menewaskan lebih 100 nyawa, di enam titik di kota Paris, Perancis, Jum’at malam (13/11/2015). Terkait aksi terror kejam ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras tindakan tak beradab tersebut. Sebagai bagian dari elemen masyarakat  beragama, PBNU […]

  • Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 894
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bertempat di kediaman Sahabat Khabib Anwar, Ketua PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Desa Clapar Bagelen , berkumpul jajaran pengurus Satkorcab Banser Kabupaten Purworejo untuk Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus serta Pemantapan Rancangan Program Kerja pada Hari Senin , 7 September 2020 pukul 20.00 Koordinasi di dahului dengan pembekalan […]

  • Mutiara Hikmah #2

    Mutiara Hikmah #2

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Pertama, Berorganisasi Ansor Banser itu menyenangkan, pembelajaran sekaligus jalan perjuangan yang bernilai Ibadah. Jika belum sampai ” ke titik itu “ padahal sudah didalam gerbongnya, mungkin kita baru sampai di titiknya koma. Atau bisa jadi memang belum ada waktu untuk merasakanya. Jika belum bisa merasakanya, mungkin kita sendiri yang belum benar – benar nyambung denganya, […]

  • Jelang Konferancab, PAC GP Ansor Pituruh Gelar Akreditasi

    Jelang Konferancab, PAC GP Ansor Pituruh Gelar Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo, – Dalam rangka menjelang pelaksanaan konferensi anak cabang (Konferancab), Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pituruh melaksanakan akreditasi, Jum’at (3/12) malam, di Kompleks MA Ma’arif NU, Desa Megulungkidul, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Diungkapkan, Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Purworejo HM Tashilul Manasik bahwa suatu hal yang luar […]

  • Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano telah melaksanakan agenda Konferancab dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus dan Pemilihan Ketua PAC GP Ansor Loano Baru Masa Khidmah 2021/2023 pada bulan November lalu. Pada saat konferancab LPJ dinyatakan diterima dan ketua terpilih yaitu sahabat Ahmad Fatkhul Wahab dari Desa Kalikalong. Menindaklanjuti agenda tersebut, Pelantikan […]

expand_less