Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jun 2017
  • visibility 537
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.
Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.
Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.
Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.
Disebutkan dalam syair:
فَشَرِيْعَةٌ كَسَفِيْنَةٍ وَ طَرِيْقَةٍ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيْقَةٍ دُرٌّ غَلَا
Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.
Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.
Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?
Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (NU Online, Muhammad Iqbal Syauqi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Skapa personligt konto

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas19 Juni 2026 11:28 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 230
    • 1Komentar

    Purwodadi, — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan bahasa dan budaya Jepang dengan LPK Kibou Hikari Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (3/5/2026) di Kantor LPK Kibou Hikari, Dusun Geparang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerja sama ini bertujuan membuka akses kader Ansor untuk […]

  • PAC GP Ansor Bruno Ikut Hadir dalam Acara Bimbingan Teknis dan Peluncuran Website 16 PAC Gerakan Pemuda Ansor

    PAC GP Ansor Bruno Ikut Hadir dalam Acara Bimbingan Teknis dan Peluncuran Website 16 PAC Gerakan Pemuda Ansor

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Purworejo, 25 Juni 2023 – Dalam acara bimbingan teknis (bimtek) dan peluncuran website 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor di gedung PCNU Kabupaten Purworejo, Muhamad Hidayatullah, selaku Wakil Ketua Bidang Media, memberikan pelatihan terkait teknologi informasi (IT) dan media kepada para peserta. Ketua PAC Ansor Bruno Nur Arifin, A.md.Ak, Wakil Ketua Muhamad Irfan Romadhon, S.Sos, […]

  • Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Desa Semono, 7 Juli 2023 – Kegiatan Masa Kesatuan Aksi (MAKESTA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tahun 2023 yang diselenggarakan di Desa Semono pada tanggal 4-6 Juli, berhasil mencapai kesuksesan yang gemilang. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah ini memberikan dampak yang positif dan memberikan […]

  • PW GP Ansor Jateng Dilantik, Kader Purworejo Tunjukkan Soliditas dan Kreativitas Ekonomi

    PW GP Ansor Jateng Dilantik, Kader Purworejo Tunjukkan Soliditas dan Kreativitas Ekonomi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 67
    • 1Komentar

    Semarang,- Ribuan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah memadati kompleks Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Semarang, pada Ahad (2/11/2025). Mereka hadir dalam inaugurasi pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029 yang berlangsung meriah, penuh semangat kebersamaan, dan nuansa ke-Ansoran yang kental. Dari Kabupaten Purworejo, rombongan PC GP Ansor […]

  • Konvoi 10 Bus, MWC NU Purworejo Gelar Ziarah Perkuat Aswaja dan Sambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama

    Konvoi 10 Bus, MWC NU Purworejo Gelar Ziarah Perkuat Aswaja dan Sambut 100 Tahun Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Selasa, 30 Agt 2022
    • account_circle Hilmy Fauzi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Purworejo – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Purworejo selenggarakan ziarah aulia dan ulama Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Ahad (28/08). K. Muh. Farchan Sulistyanto selaku ketua Panitia Ziarah menyampaikan kegiatan ini ditujukan untuk mempererat hubungan jamaah Nahdlatul Ulama baik yang kultural dan struktural serta dengan tokoh yang diziarahi. “Ziarah sebagai bagian dari […]

  • 11 Tokoh di Kecamatan Purworejo terima NU Award dari MWCNU Purworejo

    11 Tokoh di Kecamatan Purworejo terima NU Award dari MWCNU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 472
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Kota Purworejo telah terbukti melahirkan tokoh agama , kemanusiaan dan pejuang yang menjadi suri tauladan , khususnya yang berjuang di Nahdhatul Ulama , bangsa dan negara. Hal itu tercermin dalam penelusuran sejarah yang di lakukan oleh panitia satu abad NU MWCNU Purworejo. Dari sekian banyak tokoh NU dan Badan Otonom NU diwilayah […]

expand_less