Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jun 2017
  • visibility 476
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.
Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.
Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.
Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.
Disebutkan dalam syair:
فَشَرِيْعَةٌ كَسَفِيْنَةٍ وَ طَرِيْقَةٍ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيْقَةٍ دُرٌّ غَلَا
Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.
Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.
Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?
Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (NU Online, Muhammad Iqbal Syauqi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pada akhir zaman kelak, satu riwayat hadits mengisahkan ada seorang mukmin yang dengan berani menghadapi sosok Dajjal dan bala tentaranya. Kisah ini diceritakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim yang kemudian dikisahkan dari Abu Said Al Khudri RA. Abu Said mengutip cerita Rasulullah SAW yang dinukil dari Imam Abu […]

  • Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Nu Online, Perjuangan memerdekakan Indonesia dari kolonialiasme telah melalui tahapan dan usaha yang panjang tetapi matang. Selain perjuangan fisik, bangsa Indonesia secara gigih mampu membangun pondasi kemerdekaan dengan merumuskan dasar dan ideologi negara melalui persiapan-persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa dengan wadah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada Maret 1945 dan PPKI […]

  • KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 1Komentar

    KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo. […]

  • Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Purworejo menegaskan pihaknya tidak berubah sikap atas ancaman salah seorang simpatisan Islam State of Irak and Syiria (ISIS) yang diputar melalui Youtube akhir pekan lalu. Mereka menyatakan kesetiaan total untuk NKRI. Demikian disampaikan Komandan Satkorcab Banser Purworejo Daryanto. “Selama ini Banser telah membuktikan kesetiannya terhadap keutuhan […]

  • GEMA TAHLIL DAN SHOLAWAT MENAMBAH KHIDMAT SATU ABAD NU

    GEMA TAHLIL DAN SHOLAWAT MENAMBAH KHIDMAT SATU ABAD NU

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Rabu 15 Februari 2023 , kegiatan Puncak Resepsi Satu Abad NU MWCNU Purworejo diawali dengan Khutbah Iftitah dari Rais Syuriyah MWCNU Purworejo KH.R.Chamid Bakri. Beliau menyampaikan tentang tujuan NU didirikan dan tugas pengurusnya. Tujuan dan tugasnya antara lain untuk menggerakan dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik secara agama dan peradaban dengan […]

  • Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Pituruh bersinergi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di SMAN 10 Purworejo. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 9 Maret 2026, dengan peserta seluruh siswa kelas X dan XI yang terbagi dalam tujuh rombongan […]

expand_less