Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2016
  • visibility 498
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.
Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?
Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.
Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?
Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?
Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU. 
Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?
Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas “Kemandirian Organisasi”. Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga “Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya”. Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi. 
Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.
Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.
Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?
Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).
Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.
Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?
Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.
Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan  bisa menjadi pemasukan.
Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha. 
Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.
Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?
Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.
(Ahmad Asmu’i/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Ansor Purworejo Gelar Pameran Kegiatan Ansor 1 Tahun Terakhir

    Media Ansor Purworejo Gelar Pameran Kegiatan Ansor 1 Tahun Terakhir

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.106
    • 1Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Yang menarik dalam acara Raker kali ini adalah adanya pojok galeri kegiatan Ansor Purworejo selama satu terakhir yang di gelar oleh Bidang IT dan Cyber PC GP Ansor Kabupaten Purworejo. Ketua Bidang Cyber dan IT […]

  • KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 189
    • 0Komentar

      #Makalah Ke-18 : Tiga Penyebab Kerusakan Ibrahim An-Nakha’iy mengatakan: Penyebab rusaknya orang-orang sebelum kalian ada tiga hal, yaitu: karena terlalu banyak bicara karena terlalu banyak makan; dan karena terlalu banyak tidur. #Makalah Ke-19 : Tiga Ciri Keberuntugan Yahya bin Mu’adz pernah berkata: “Sungguh beruntung orang yang: meninggalkan harta sebelum harta meninggalnya membangun kuburan sebelum […]

  • NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Agus Pracaya
    • visibility 1.318
    • 1Komentar

    Ahad, 14 Juni 2020 – Pengurus Cabang NU Kabupaten Purworejo meluncurkan Repeater Unit / RPU untuk menunjang komunikasi dan koordinasi organisasi. RPU baru ini dirancang dengan power yang lebih kuat menggantikan unit lama yang dirasakan kurang dapat menjangkau seluruh wilayah di kabupaten Purworejo. Drs Muslikhin Madiani, mewakili Pengurus Cabang, menyampaikan harapan dengan RPU baru ini […]

  • Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 793
    • 3Komentar

    NU bukan organisasi yang hanya membahas masalah-masalah keagamaan. Bahkan sejak dahulu para kyai NU terkenal memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai banyak hal. Ini bisa saja disebabkan karena tipikal kyai NU yang ngemong atau mau mengayomi masyarakat. Singkatnya, kyai NU sangat peduli terhadap semua permasalahan umatnya. Diantara yang menjadi perhatian adalah bidang kesejahteraan umat. Apalagi, mayoritas […]

  • Hukum Menjual Hewan Kurban

    Hukum Menjual Hewan Kurban

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Imam Nawawi mengatakan, berbagai macam teks redaksional dalam mazhab Syafi’i menyatakan bahwa menjual hewan kurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semuanya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.   Artinya, “Beragam redaksi tekstual madzhab Syafi’i dan para pengikutnya mengatakan, tidak boleh menjual apapun dari hadiah (al-hadyu) haji maupun kurban baik berupa nadzar […]

  • Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan donasi untuk kesembuhan anak dari seorang Guru Hafidhoh. Orangtua Dek Ilmil merupakan seorang guru di sekolah Ma’arif sekaligus seorang Hafidzoh (penghafal Al-Qur’an) yang kini sang buah hati tengah berjuang melawan penyakit autoimun. Donasi yang berhasil digalang melalui […]

expand_less