Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2016
  • visibility 449
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.
Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?
Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.
Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?
Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?
Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU. 
Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?
Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas “Kemandirian Organisasi”. Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga “Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya”. Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi. 
Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.
Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.
Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?
Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).
Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.
Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?
Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.
Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan  bisa menjadi pemasukan.
Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha. 
Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.
Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?
Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.
(Ahmad Asmu’i/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pada Rabu, 08 Agustus 2023, suasana khidmat dan penuh makna terasa di Masjid Al-Ikhlas, Margosono Desa Kambangan. Acara pelantikan bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Kambangan kecamatan Bruno berlangsung dengan meriah dari pukul 10.00 hingga 13.00. Dalam acara ini, tampak beberapa tokoh agama dan organisasi hadir, […]

  • NU CARE LAZISNU Peduli MWC NU Kemiri Gelar NU Kemiri Peduli Di Desa Paitan

    NU CARE LAZISNU Peduli MWC NU Kemiri Gelar NU Kemiri Peduli Di Desa Paitan

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – NU CARE LAZISNU Peduli MWC NU Kecamatan Kemiri melakukan peduli sesama di salah warga desa Paitan, Kemiri. Salah Satu rumah warga yaitu Kasiyah yang tertimpa pohon kelapa pada 04/12/2021 pukul 12.00 WIB. Acara ini diikuti oleh NU Kemiri Peduli, Gus Jito Bidang Sosial dan Tanggap bencana MWC NU Kemiri, Hasan Hanafi dan Managemen UPZIS LAZISNU Kemiri, dan […]

  • Satkoryon Banser Kemiri, gelar kegiatan Selapanan Rutin Malam Kamis Kliwon

    Satkoryon Banser Kemiri, gelar kegiatan Selapanan Rutin Malam Kamis Kliwon

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 7.890
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Satkoryon Banser Kemiri gelar kegiatan selapanan rutin malam kamis kliwon, dirumah sahabat Banser Syarifudin Desa Girijoyo, Rabu,26/08/2020. Hadir dalam kesempatan ini Pimpinan Anak Cabang, Anggota Ranting, Anggota Satkoryon Banser Kemiri. Sahabat Saiful A Ketua PAC Gp Ansor kemiri menyampaikan bahwa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ini merupakan badan otonom dari Gerakan Pemuda Ansor, maka […]

  • Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ditengah semarak perayaan untuk menyambut Satu Abad NU 16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H , Pengurus NU Ranting Desa Ganggeng Purworejo adakan Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan PRNU Ganggeng. Ahad, 29/01/2024, sebanyak 41 orang Warga Desa Ganggeng mengucapkan ikrar pelantikan sebagai Pengurus Ranting NU Desa […]

  • Gus Mahfudz

    7 Pesan Gus Mahfudz Untuk Pengurus Ansor

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    Menjelang Isya santriwati Pondok Pesantren An-Nuur Maron Purworejo berlalu lalang di sekitaran ndalem KHR. Mahfudz Chamid. Seperti suasana khas pesantren pada umunya, para santri membawa kitab dan menunduk khusuk ketika ada beberapa tamu yang lewat, termasuk kepada Tim Media Ansor yang malam itu beranggotakan 7 personil. Tim Media memang memiliki niatan khusus sowan dengan beliau […]

  • KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 96
    • 0Komentar

      #Makalah Ke-18 : Tiga Penyebab Kerusakan Ibrahim An-Nakha’iy mengatakan: Penyebab rusaknya orang-orang sebelum kalian ada tiga hal, yaitu: karena terlalu banyak bicara karena terlalu banyak makan; dan karena terlalu banyak tidur. #Makalah Ke-19 : Tiga Ciri Keberuntugan Yahya bin Mu’adz pernah berkata: “Sungguh beruntung orang yang: meninggalkan harta sebelum harta meninggalnya membangun kuburan sebelum […]

expand_less