Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2016
  • visibility 471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.
Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?
Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.
Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?
Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?
Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU. 
Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?
Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas “Kemandirian Organisasi”. Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga “Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya”. Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi. 
Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.
Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.
Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?
Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).
Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.
Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?
Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.
Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan  bisa menjadi pemasukan.
Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha. 
Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.
Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?
Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.
(Ahmad Asmu’i/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 836
    • 2Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

  • Luthfi Beberkan 3 Tugas Pokok Untuk Pimpinan Anak Cabang IPNU

    Luthfi Beberkan 3 Tugas Pokok Untuk Pimpinan Anak Cabang IPNU

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Bayan (27/7) IPNU-IPPNU PAC Bayan sukses menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota yang diikuti oleh 26 peserta kader-kader NU muda di Bayan. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Asy-Syifa, Desa Besole. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Purworejo, Luthfiana Fachrurozi, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu tugas pokok IPNU-IPPNU. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan zaman […]

  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 128
    • 1Komentar

    Brondong, 21 Juli 2023 – Pada hari Jum’at tanggal 21 Juli 2023, Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong menggelar sebuah acara Bakti Sosial yang bertujuan untuk pembangunan Masjid “Darul Muttaqin” yang terletak di Dukuh Pecira, Dusun Sudatan, Desa Brondong, Kecamatan Bruno. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian GP. Ansor Desa Brondong, termasuk […]

  • Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Banjarnegara – Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Pondok Pesantren Yaqutun Nufus, Banjarnegara, pada Rabu (26/2/2025), telah sukses menggelar pemilihan ketua baru. Dalam pemilihan tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah untuk masa khidmah 2025-2029. Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus, Abdul Rozaq […]

  • Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam. Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi […]

  • Mutiara Hikmah #1

    Mutiara Hikmah #1

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Mutiara Hikmah Kita , Selasa 31 Desember 2019 Sekilas dari apa yang kami baca , Panji GP Ansor sudah tegak berdiri di Kabupaten Purworejo sejak tahun 1940an…. Sudah 80 tahun hingga saat ini dan akan terus Kita Kibarkan Panji Panji Kebesaran dan Kemuliaanya bersama Sahabat Barisan Ansor Serba Guna , Rijalul Ansor , Kaderisasi , […]

expand_less