Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 30 Des 2019
  • visibility 1.783
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

“Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama”

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Sumber : ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 74
    • 1Komentar

    Kenikmatan surga digambarkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Seperti termaktub dalam surah Al-Insan ayat 20, وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا Artinya: Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar Dalam surah Al Baqarah ayat 25, Allah SWT mengabarkan bahwa keindahan surga diperuntukkan bagi orang-orang […]

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 174
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan organisasi dan filantropi NU dengan ranting nahdlatul ulama di Zona VI (Ranting NU Jatiwangsan, Ranting NU Girimulyo, Ranting NU Girijoyo, Ranting NU Turus, Ranting NU Dilem. Hal ini juga merupakan dalam rangka […]

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

  • Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Kungkrus Kencreng

    Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Kungkrus Kencreng

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Desa Bedono Pageron Kemiri selenggarakan Kungkrus Kencreng. Kungkrus Kencreng merupakan tradisi perkumpulan grub Kencreng dengan menabuh bersama sama terbang/kencreng. Kungkrus Kencreng tersebut dilaksanakan pada Malam Tirakat untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Diselenggarakan di Masjid Al Barokah Desa Bedono Pageron Kemiri. Senin (21/02/2022) Malam Turut […]

  • Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle admin
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Kemiri, Purworejo – PAC GP Ansor Kemiri baru saja menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang di SMK Maarif NU Winong, Minggu, 5-01-2019. Hasil dari musyawarah tertinggi Ansor Kecamatan Kemiri tersebut akhirnya mendaulat Sahabat Saiful Anam menjadi Ketua PAC GP Ansor Kemiri Priode 2020 – 2022. Menurut Alfin Zidni, Plt Ketua Ansor PAC Kemiri menyatakan bahwa kegiatan konferancab […]

expand_less