Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 30 Des 2019
  • visibility 1.747
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

“Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama”

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Sumber : ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Baity Jannaty, Membangun Keluarga Sakinah

    Baity Jannaty, Membangun Keluarga Sakinah

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    Judul: Baity Jannaty, Membangun Keluarga SakinahOleh: Gus Yusuf ChudloriPenerbit: KhalistaHarga: Rp. 32.000,- Keluarga adalah komunitas terkecil di masyarakat namun sangat menentukan nasib bangsa ini ke depan, Mahligai yang sakinah, mawaddah wa rahmah menjadi idaman setiap keluarga, namun jalan menuju ke sana tentu tidak mudah dan berliku. Penulis bersama keluarga Fast FM di acara Baity Jannaty […]

  • PAC GP Ansor Gebang Resmi Luncurkan Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor

    PAC GP Ansor Gebang Resmi Luncurkan Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 100
    • 2Komentar

    PAC GP Ansor Gebang resmi membuka rutinan MDS RA di Desa Mlaran, perkuat spiritualitas dan konsolidasi organisasi.

  • Generasi Muda NU Purworejo Dilatih Menulis Kebaikan di Workshop NU Online

    Generasi Muda NU Purworejo Dilatih Menulis Kebaikan di Workshop NU Online

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader di bidang jurnalistik, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo mengirimkan tiga kader mudanya untuk mengikuti Workshop Jurnalistik Filantropi yang diselenggarakan oleh NU Online Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat hingga Ahad, 23–25 Mei 2025, bertempat di Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Workshop bertajuk “Menulis Kebaikan, Menyuarakan Kepedulian” […]

  • Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo sukses menggelar agenda reorganisasi akbar pada Sabtu (16/05/2026). Bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, momentum bersejarah ini dihadiri oleh jajaran alumni lintas generasi—mulai dari era kampus masih bernama Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU), hingga lulusan […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Gelar upacara Hari Santri Nasional 2022 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri gandeng Forkompimcam Camat Kemiri. kegiatan hari santri diikuti oleh 1000 santri se-kecamatan Kemiri beserta muspika kecamatan Kemiri. Sabtu (22/10/2022) Hadir pada kesempatan ini Camat Kemiri, Kapolsek Kemiri, Danramil Kemiri, PC Muhammadiyah Kemiri, Kepala KUA Kemiri, Kepala Sekolah Ma’arif Se […]

  • LBH Ansor Purworejo Siap Perluas Layanan

    LBH Ansor Purworejo Siap Perluas Layanan

    • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 828
    • 1Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo baru saja menyelesaikan Rapat Kerja Cabang Tahunan, minggu lalu (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kalimiru, Bayan. Tidak ketinggalan sahabat-sahabat LBH, baik di tingkat Kabupaten maupun calon volunteer di PAC menghasilkan berbagai keputusan strategis. Diantaranya adalah tentang perluasan jangkauan layanan LBH Ansor Purworejo. “Kita akan melanjutkan program sebelumnya yaitu menyelesaikan […]

expand_less