Menjemput Lima Tahun Khidmah, MWC NU Kemiri Satukan Langkah, Tebar Manfaat
- account_circle Akhmad Najeh
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KEMIRI — Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2026–2031 bukan sekadar seremoni pergantian dan pengukuhan kepengurusan. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya amanah baru untuk memperkuat gerakan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan selama lima tahun ke depan.
Mengusung semangat “Berkhidmah Bermartabat, Menuai Berkah Menebar Manfaat”, kepengurusan MWC NU Kemiri periode 2026–2031 menempatkan khidmah sebagai pijakan utama dalam menjalankan organisasi. Semangat tersebut diarahkan agar keberadaan NU tidak hanya terasa dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pelantikan berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Ahad (27/9/2026). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2025–2028.
Bagi kepengurusan baru MWC NU Kemiri, pelantikan menjadi awal dari pekerjaan organisasi yang lebih panjang. Program kerja yang telah disusun diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi panduan dalam menerjemahkan semangat khidmah ke dalam kegiatan yang terarah dan memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin serta masyarakat secara luas.
Konsolidasi internal menjadi salah satu bagian penting dalam menjalankan amanah tersebut. MWC NU Kemiri memiliki jaringan organisasi yang terdiri atas pengurus ranting, lembaga pendidikan Ma’arif NU, pondok pesantren, serta badan otonom seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan Banser.
Sinergi antarelemen tersebut menjadi modal penting dalam membangun gerakan NU yang lebih terkoordinasi. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai potensi yang dimiliki warga Nahdliyin di Kecamatan Kemiri dapat diarahkan untuk mendukung program keagamaan, pendidikan, kaderisasi, sosial kemasyarakatan, kebudayaan, literasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Purworejo, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo, Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, Ketua PC GP Ansor Purworejo, Forkopimcam Kecamatan Kemiri, jajaran A’wan dan Rais Syuriyah MWC NU Kemiri, Ketua Tanfidziyah beserta jajaran, pimpinan badan otonom NU, Kepala Sekolah Ma’arif NU se-Kecamatan Kemiri, para pengasuh pondok pesantren, pengurus ranting NU, perwakilan pengurus ranting GP Ansor, serta para tamu undangan.
H. Muhajir Khomsum, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kemiri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua unsur yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini, utamanya kepada seluruh panitia dan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri yang telah dilantik,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk tidak berhenti pada momentum pelantikan, melainkan bersama-sama menggerakkan organisasi dengan semangat pengabdian.
“Mari kita kawal dan gerakkan bersama pondasi kita dengan tabarukan, khidmah, bermanfaat dan bermartabat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa amanah kepengurusan bukan hanya tentang struktur dan jabatan, tetapi tentang bagaimana setiap pengurus mampu mengambil peran sesuai kapasitasnya. Khidmah diterjemahkan melalui kerja nyata, kebersamaan dibangun melalui kolaborasi, sementara kebermanfaatan menjadi ukuran dari hadirnya organisasi di tengah masyarakat.
Lima tahun masa khidmat ke depan menjadi ruang bagi MWC NU Kemiri untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang ada. Dengan sinergi antara Syuriyah, Tanfidziyah, badan otonom, lembaga, ranting, pesantren, dan masyarakat, semangat “Berkhidmah Bermartabat, Menuai Berkah Menebar Manfaat” diharapkan dapat diwujudkan dalam gerakan yang nyata.
- Penulis: Akhmad Najeh


Saat ini belum ada komentar