Breaking News
light_mode
Trending Tags

5 Pelajaran Penting dari Savic Ali tentang Demokratisasi Pengetahuan

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

1. Pendahuluan: Harga Sebuah Halaman
Di era sebelum internet, akses terhadap ilmu pengetahuan bukan hanya dibatasi oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kondisi ekonomi. Bagi seorang santri dari desa pesisir di Pati seperti Savic Ali—yang kini dikenal sebagai Direktur NU Online dan salah satu tokoh Islam moderat digital—mencari ilmu membutuhkan perjuangan yang nyata.

Pada masa itu, uang saku bulanannya sekitar 50 ribu rupiah hanya cukup untuk kebutuhan dasar.
Sementara satu buku bisa berharga 7 ribu rupiah, hampir 15% dari total uang sakunya.

2. Pelajaran Pertama: Paradoks “Menulis untuk Membaca”
Pendidikan awal Savic Ali di Pesantren Mathali’ul Falah di bawah asuhan Kiai Sahal Mahfudz dibentuk oleh tradisi kitab kuning, hafalan, dan disiplin intelektual pesantren.

“Saya harus bisa menulis di koran supaya dapat honorarium, baru kemudian bisa membeli buku.”

Hari ini situasinya terbalik. Hambatan terbesar bukan lagi harga buku, melainkan kemampuan untuk tetap disiplin di tengah banjir informasi.

3. Pelajaran Kedua: Strategi “Ibtidaiyah” untuk Merebut Ruang Digital
NU Online akhirnya membangun “pintu masuk” dakwah digital melalui konten dasar keislaman. Dengan menguasai pencarian-pencarian populer itu, NU berhasil mencegah banyak orang jatuh ke ekosistem ekstremisme digital.

4. Pelajaran Ketiga: Internet sebagai Penyama Kesempatan
Internet telah mengubah ilmu dari barang eksklusif menjadi sumber daya publik.

5. Pelajaran Keempat: Model Gus Dur dan Dualitas Intelektual
Gus Dur tidak hanya hidup dalam tradisi, tetapi juga mampu menerjemahkan dunia pesantren kepada masyarakat global melalui perspektif sosiologi dan sejarah.

6. Pelajaran Kelima: Dakwah Saja Tidak Cukup
Generasi muda harus menguasai teknologi, ilmu terapan, dan manajemen organisasi agar potensi besar umat bisa menjadi kekuatan nyata.

7. Penutup: Tanggung Jawab Generasi Terkoneksi
“Di zaman ketika ilmu pengetahuan lebih murah dari secangkir kopi, apa alasan kita untuk tetap berhenti berkembang?”

Sumber: https://youtu.be/NBm-UmJ3CHg?si=kMQrT1mWFJABaMQH

Kontributor: Naim

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    KITAB NASHOIHUL IBAD,Makalah 18, dan 19

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 5
    • 0Komentar

      #Makalah Ke-18 : Tiga Penyebab Kerusakan Ibrahim An-Nakha’iy mengatakan: Penyebab rusaknya orang-orang sebelum kalian ada tiga hal, yaitu: karena terlalu banyak bicara karena terlalu banyak makan; dan karena terlalu banyak tidur. #Makalah Ke-19 : Tiga Ciri Keberuntugan Yahya bin Mu’adz pernah berkata: “Sungguh beruntung orang yang: meninggalkan harta sebelum harta meninggalnya membangun kuburan sebelum […]

  • Prototype Kader Andalan

    Prototype Kader Andalan

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Banyak orang yang galau tentang peran apa yang bisa Ia berikan kepada masyarakat. Sementara mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan atau membuat perubahan yang besar tidak semudah kata-kata bijak itu sendiri. Faktanya omongan-omongan kita, mau sebenar apapun dan mau sebaik apapun belum tentu didengarkan orang lain, apalagi orang lain mau melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan […]

  • kh chalwani nawawi

    KH Chalwani: Jangan Takut Mengeluarkan Uang Untuk NU, Barokahnya Langsung Terasa

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Ansor Purworejo – Wakil Rais Suriyah PWNU Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani Nawawi berpesan kepada seluruh elemen untuk jangan pernah takut untuk mengeluarkan uang untuk kepentingan Nahdlatul Ulama. Sebab, mengeluarkan uang untuk perjuangan NU itu barokahnya luar biasa. Hal ini disampaikan pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan itu pada acara Peresmian Gedung NU Kabupaten Purworejo, […]

  • Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Bagelen, 11 Maret 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menyelenggarakan acara TARLING (Taraweh Keliling) di Mushola Miftahul Huda, Desa Semagung, Kecamatan Bagelen,. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga Nahdliyin di lingkungan tersebut. Acara dimulai dengan shalat taraweh berjamaah yang diikuti oleh warga setempat, […]

  • LAKMUD IPNU-IPPNU Pituruh Fokus Bangun Kesadaran Ideologis dan Regenerasi Kader

    LAKMUD IPNU-IPPNU Pituruh Fokus Bangun Kesadaran Ideologis dan Regenerasi Kader

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    PITURUH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Pituruh sukses menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) pada 12–14 Desember 2025. Sebanyak 28 peserta terpilih mengikuti proses pengkaderan formal yang dirancang untuk membentuk kader militan, berideologi kuat, dan memiliki kesadaran organisasi yang matang.   Sejak hari pertama, peserta langsung disuguhkan materi fundamental seperti Analisis Sosial, […]

  • Tazkiyatul Muthaminnah Nahkoda Baru Fatayat NU Jawa Tengah

    Tazkiyatul Muthaminnah Nahkoda Baru Fatayat NU Jawa Tengah

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Semarang, ansorpurworejo Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah mengadakan Konferensi Wilayah yang ke-13, Sabtu-Ahad (5-6/11) dengan mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Aswaja menuju Fatayat NU yang Bermartabat.” Agenda lima tahunan ini dihadiri oleh Ketua PWNU Jateng KH Abu Hafsin beserta perwakilan banom-banom NU Jateng diantaranya dari LP Ma’arif NU, LAZISNU, LKKNU, Muslimat NU, IPPNU dan lain-lain. […]

expand_less