Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banser Lugu vs Banser Disiplin

  • account_circle PAC Bagelen
  • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi tempat digelarnya Muktamar NU ke-28, 1989, seantero kawasan Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, ditutup dan disterilkan dari segala jenis kendaraan. Bahkan jalan kampung di depan rumah Kyai Attabik Ali pun dipalang dan dijagai banser sepanjang waktu untuk mencegah kendaraan lewat, karena jalan itu membelah komplek pesantren.

Banser-banser penjaga palang jalan itu kaget ketika ba’da isyak ada jip nyaris menabrak dan berhenti dengan rem berdecit-decit di depan palang. Hanya tampak orang di belakang setir tanpa ada penumpang lainnya. Orang itu bertampang Arab dengan jubah dan sorban.

“Buka!” ia membentak dari jendela mobil.

Sesuai perintah komandan, banser menolak dan mempersilakannya mencari tempat parkir.

“Kalian nggak ngerti adab ya?” Si Arab muntab. “Kalian nggak tahu? Aku ini ….” Dia menyebut nama, lengkap dengan “bin” dan “al” yang kedengaran seperti nama keturunan Nabi.

Banser-banser termangu. Dan segera saja mereka terbelah menjadi dua kubu: banser disiplin tetap tak mau memberi jalan jip itu masuk, sedangkan banser lugu takut kuwalat dan dengan ta’dhim hendak menyingkirkan palang dari jalan.

Sejurus terjadi percekcokan di antara mereka. Hanya karena banser lugu lebih ngotot, jip itu pun lolos hingga ke depan kediaman Mbah Ali Maksum.

Si Arab turun dari mobil, dan spontan sejumlah orang berebut mencium tangannya. Setelah rebutan sungkem mereda, Si Arab bukannya mencari tuan rumah atau siapa pun tokoh NU yang mungkin sesuai dengan keperluannya. Dia malah langsung berpidato di tengah jalan sambil mengacung-ngacungkan tongkat dan dengan suara terus meninggi tapi tak seorang pun mampu memahami maksudnya.

Banser pun segera sadar bahwa orang itu bukanlah tokoh keramat melainkan tak lebih dari orang tidak genap. Mereka berusaha memintanya berhenti pidato dengan cara sesopan mungkin–masih dengan berjaga-jaga siapa tahu orang itu keramat betulan–tapi malah membuatnya mengamuk tidak keruan dan baru berhasil diatasi dengan bantuan personil polisi dan tentara, yang lantas menyingkirkannya dengan paksa.

Keributan usai, tinggal banser ketawa-ketawa. Kubu banser lugu pun tak kalah ngakak ketawanya walaupun kubu banser disiplin meledek mereka habis-habisan.

Itu tandanya mereka semua masih sama-sama berakal. Kubu banser lugu tidak terus ngotot mengeramatkan si Arab tidak genap tadi, karena mereka genap. Pasti kejadiannya berbeda seandainya banser-banser itu sama tidak genapnya.

Sumber : Banser Lugu vs Banser Disiplin – Menghidupkan Gus Dur (gusyahya.id)

  • Penulis: PAC Bagelen

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 861
    • 1Komentar

    Pemilihan lokasi Muktamar NU di Jombang 1-5 Agustus pada 2015 nanti patut diapresiasi. Sebagai “ibu kota” NU, Jombang melahirkan banyak tokoh NU. Mulai Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Gus Wahid Hasyim sampai presiden RI ke-4 Gus Dur. Jumlah ini belum ditambah dengan banyak aktivis NU yang sudah almarhum maupun yang […]

  • Sinergi Banser dan TNI

    Sinergi Banser dan TNI

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Pituruh, ansorpurworejo.org TNI dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Purworejo membangun sinergi untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara. Sinergitas ini diantaranya dengan mengikuti upacara dalam rangka TMMD Reguler 2017 yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Lapangan Kecamatan Pituruh, Rabu (05/04/2017). “Sesuai permintaan Kodim 0708/Purworejo, Satkorcab Banser diminta mengirim anggota sejumlah 1 pleton. Selain […]

  • Wabup Apresiasi GP Ansor Andil Cegah Corona

    Wabup Apresiasi GP Ansor Andil Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 1Komentar

    Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH mengapresiasi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang telah andil dalam mencegah virus corona covid-19 di Kabupaten Purworejo, dengan kegiatan bhakti sosial. Ini menunjukkan kepedulian organisasi masyarakat sangat bagus. “Saya atas nama pemerintah Kabupaten Purworejo menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada GP Ansor yang turut serta dalam pencegahan […]

  • Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    • calendar_month Senin, 26 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Pati, Di era digital seperti saat ini arus informasi dinilai menjadi begitu mudah didapatkan. Hanya saja ironisnya tidak semua informasi tersebut bisa dipercaya kebenarannya. Bahkan berita sesungguhnya dan berita hoax atau bohong itu semakin sulit untuk dibedakan. Anis Sholeh Baasyin, saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (24/12) kemarin bahkan menyebut perilaku penyebar hoax itu adalah […]

  • Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Masagoez
    • visibility 667
    • 0Komentar

    SEMARANG (Sigi Jateng) – Merasa prihatin dengan perisapan umat Nasrani dalam perayaan paskah yang terganggu karena aksi teror bom di Gereja Katedral Makassar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H. Solahuddin Aly menyatakan siap membantu aparat keamanan untuk menjaga gereja-gereja yang ada di Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Solah itu sudah memberikan informasi […]

  • Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan […]

expand_less