Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banser Lugu vs Banser Disiplin

  • account_circle PAC Bagelen
  • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi tempat digelarnya Muktamar NU ke-28, 1989, seantero kawasan Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, ditutup dan disterilkan dari segala jenis kendaraan. Bahkan jalan kampung di depan rumah Kyai Attabik Ali pun dipalang dan dijagai banser sepanjang waktu untuk mencegah kendaraan lewat, karena jalan itu membelah komplek pesantren.

Banser-banser penjaga palang jalan itu kaget ketika ba’da isyak ada jip nyaris menabrak dan berhenti dengan rem berdecit-decit di depan palang. Hanya tampak orang di belakang setir tanpa ada penumpang lainnya. Orang itu bertampang Arab dengan jubah dan sorban.

“Buka!” ia membentak dari jendela mobil.

Sesuai perintah komandan, banser menolak dan mempersilakannya mencari tempat parkir.

“Kalian nggak ngerti adab ya?” Si Arab muntab. “Kalian nggak tahu? Aku ini ….” Dia menyebut nama, lengkap dengan “bin” dan “al” yang kedengaran seperti nama keturunan Nabi.

Banser-banser termangu. Dan segera saja mereka terbelah menjadi dua kubu: banser disiplin tetap tak mau memberi jalan jip itu masuk, sedangkan banser lugu takut kuwalat dan dengan ta’dhim hendak menyingkirkan palang dari jalan.

Sejurus terjadi percekcokan di antara mereka. Hanya karena banser lugu lebih ngotot, jip itu pun lolos hingga ke depan kediaman Mbah Ali Maksum.

Si Arab turun dari mobil, dan spontan sejumlah orang berebut mencium tangannya. Setelah rebutan sungkem mereda, Si Arab bukannya mencari tuan rumah atau siapa pun tokoh NU yang mungkin sesuai dengan keperluannya. Dia malah langsung berpidato di tengah jalan sambil mengacung-ngacungkan tongkat dan dengan suara terus meninggi tapi tak seorang pun mampu memahami maksudnya.

Banser pun segera sadar bahwa orang itu bukanlah tokoh keramat melainkan tak lebih dari orang tidak genap. Mereka berusaha memintanya berhenti pidato dengan cara sesopan mungkin–masih dengan berjaga-jaga siapa tahu orang itu keramat betulan–tapi malah membuatnya mengamuk tidak keruan dan baru berhasil diatasi dengan bantuan personil polisi dan tentara, yang lantas menyingkirkannya dengan paksa.

Keributan usai, tinggal banser ketawa-ketawa. Kubu banser lugu pun tak kalah ngakak ketawanya walaupun kubu banser disiplin meledek mereka habis-habisan.

Itu tandanya mereka semua masih sama-sama berakal. Kubu banser lugu tidak terus ngotot mengeramatkan si Arab tidak genap tadi, karena mereka genap. Pasti kejadiannya berbeda seandainya banser-banser itu sama tidak genapnya.

Sumber : Banser Lugu vs Banser Disiplin – Menghidupkan Gus Dur (gusyahya.id)

  • Penulis: PAC Bagelen

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asal-Usul Islam di Nusantara

    Asal-Usul Islam di Nusantara

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda. Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, […]

  • Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2018
    • account_circle admin
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo Jawa Tengah H Muhammad Haekal menjelaskan tiga komitmen yang mesti dipegang oleh seluruh kader Ansor. Ketiga komitmen itu adalah komitmen keagamaan,  komitmen keumatan dan komitmen kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Haekal pada Acara Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bagelen di […]

  • Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebang masa khidmah 2025–2028 resmi dilantik dan memulai kiprah organisasinya. Pelantikan berlangsung khidmat pada Ahad (18/1/2026) di Gedung Pertemuan Desa Gebang, Kabupaten Purworejo, dan dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gebang, […]

  • Muslimat Luncurkan Buku 70 Tahun Kiprah dan Karya Perempuan NU

    Muslimat Luncurkan Buku 70 Tahun Kiprah dan Karya Perempuan NU

    • calendar_month Sabtu, 26 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Hj Khofifah Indar Parawansa meluncurkan buku “70 Tahun Muslimat NU: Kiprah dan Karya Perempuan NU” menjelang penutupan Kongres Muslimat, Sabtu (26/11) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Buku yang ditulis oleh Dr Hj Sri Mulyati ini berisi perjalanan organisasi permpuan terbesar di […]

  • Banser Ambil Tindakan Tanggap Bencana Tanah Longsor

    Banser Ambil Tindakan Tanggap Bencana Tanah Longsor

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Banser tanggap Bencana (BAGANA) Satkoryon Banser Kemiri bersama Ansor Peduli Ambil tindakan membantu warga masyarakat membersihkan material longsor yang terjadi pada Kamis sore menimpa rumah Bapak Susanto Kepala Desa Wanurojo, Kec. Kemiri, Purworejo, Jum’at pagi (6/11). Hujan deras pada Kamis sore yang mengguyur daerah kemiri bagian utara mengakibatkan tanah longsor di sebelah barat Rumah kepala […]

  • Rawat Sungai, Rawat Kehidupan: Ansor Pituruh Tebar 1.600 Benih Ikan Demi Masa Depan

    Rawat Sungai, Rawat Kehidupan: Ansor Pituruh Tebar 1.600 Benih Ikan Demi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 189
    • 1Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pituruh menebar 1.600 benih ikan di tiga lokasi. Lokasinya Embung Desa Megulunglor, Bendungan Kalimeneng Desa Girigondo, Sungai Desa Tunjungtejo untuk memulihkan ekosistem air dan mendukung kesejahteraan warga. Aksi ini dilakukan dalam Ansor Peduli Lingkungan dan salah satu program yang mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan […]

expand_less