Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banser Lugu vs Banser Disiplin

  • account_circle PAC Bagelen
  • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi tempat digelarnya Muktamar NU ke-28, 1989, seantero kawasan Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, ditutup dan disterilkan dari segala jenis kendaraan. Bahkan jalan kampung di depan rumah Kyai Attabik Ali pun dipalang dan dijagai banser sepanjang waktu untuk mencegah kendaraan lewat, karena jalan itu membelah komplek pesantren.

Banser-banser penjaga palang jalan itu kaget ketika ba’da isyak ada jip nyaris menabrak dan berhenti dengan rem berdecit-decit di depan palang. Hanya tampak orang di belakang setir tanpa ada penumpang lainnya. Orang itu bertampang Arab dengan jubah dan sorban.

“Buka!” ia membentak dari jendela mobil.

Sesuai perintah komandan, banser menolak dan mempersilakannya mencari tempat parkir.

“Kalian nggak ngerti adab ya?” Si Arab muntab. “Kalian nggak tahu? Aku ini ….” Dia menyebut nama, lengkap dengan “bin” dan “al” yang kedengaran seperti nama keturunan Nabi.

Banser-banser termangu. Dan segera saja mereka terbelah menjadi dua kubu: banser disiplin tetap tak mau memberi jalan jip itu masuk, sedangkan banser lugu takut kuwalat dan dengan ta’dhim hendak menyingkirkan palang dari jalan.

Sejurus terjadi percekcokan di antara mereka. Hanya karena banser lugu lebih ngotot, jip itu pun lolos hingga ke depan kediaman Mbah Ali Maksum.

Si Arab turun dari mobil, dan spontan sejumlah orang berebut mencium tangannya. Setelah rebutan sungkem mereda, Si Arab bukannya mencari tuan rumah atau siapa pun tokoh NU yang mungkin sesuai dengan keperluannya. Dia malah langsung berpidato di tengah jalan sambil mengacung-ngacungkan tongkat dan dengan suara terus meninggi tapi tak seorang pun mampu memahami maksudnya.

Banser pun segera sadar bahwa orang itu bukanlah tokoh keramat melainkan tak lebih dari orang tidak genap. Mereka berusaha memintanya berhenti pidato dengan cara sesopan mungkin–masih dengan berjaga-jaga siapa tahu orang itu keramat betulan–tapi malah membuatnya mengamuk tidak keruan dan baru berhasil diatasi dengan bantuan personil polisi dan tentara, yang lantas menyingkirkannya dengan paksa.

Keributan usai, tinggal banser ketawa-ketawa. Kubu banser lugu pun tak kalah ngakak ketawanya walaupun kubu banser disiplin meledek mereka habis-habisan.

Itu tandanya mereka semua masih sama-sama berakal. Kubu banser lugu tidak terus ngotot mengeramatkan si Arab tidak genap tadi, karena mereka genap. Pasti kejadiannya berbeda seandainya banser-banser itu sama tidak genapnya.

Sumber : Banser Lugu vs Banser Disiplin – Menghidupkan Gus Dur (gusyahya.id)

  • Penulis: PAC Bagelen

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Habib Luthfi Kembali Didaulat Pimpin JATMAN

    Habib Luthfi Kembali Didaulat Pimpin JATMAN

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Pekalongan,  Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Selasa (16/1) malam kembali didaulat memimpin JATMAN oleh Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk periode lima tahun mendatang. Keputusan sidang Ahwa yang dipimpin oleh Habib Luthfi bin Yahya berlangsung cukup singkat setelah terbentuk 9 anggota Ahwa melalui […]

  • Setitik Kebaikan Yang Kita Lakukan, Akan Dicatat Oleh Allah SWT

    Setitik Kebaikan Yang Kita Lakukan, Akan Dicatat Oleh Allah SWT

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    “Berjuang di Nahdlatul Ulama membutuhkan kesungguhan dari kita semua, karena pasti akan banyak tantangan yang menanti di depan”, begitulah nasihat yang disampaikan oleh Rais Suriah NU Purworejo, K.H.R. Abdul Chakim Chamid saat memberikan sambutan pada rapat final checking jelang pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo di SMP Takhassus Nuril Anwar Maron, Loano, Purworejo. Ada […]

  • Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano telah melaksanakan agenda Konferancab dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus dan Pemilihan Ketua PAC GP Ansor Loano Baru Masa Khidmah 2021/2023 pada bulan November lalu. Pada saat konferancab LPJ dinyatakan diterima dan ketua terpilih yaitu sahabat Ahmad Fatkhul Wahab dari Desa Kalikalong. Menindaklanjuti agenda tersebut, Pelantikan […]

  • PBNU Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Idul Adha 27 Mei 2026

    PBNU Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Idul Adha 27 Mei 2026

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 3Komentar

    JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Berdasarkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal), PBNU menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Dengan keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H) akan jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 […]

  • Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 170
    • 3Komentar

    Jombang – Gerakan Pemuda Ansor kembali meneguhkan khidmatnya kepada umat dan bangsa melalui kegiatan gowes ziarah dari Bangkalan menuju Jombang, menempuh jarak sekitar 123 kilometer melintasi enam kabupaten/kota. Kegiatan bertajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia) ini menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-92 GP Ansor. Ribuan peserta ambil bagian, terdiri dari kader Ansor, […]

  • Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

    Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 1Komentar

    Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bekerja sama dengan Kementerian Desan dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual bagi Daiyah di Daerah Transmigrasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM) Jakarta Timur, Selasa (17/10) lalu. Kegiatan ini dilaksanakn selama empat hari (16-20/10) dan diikuti 30 peserta terdiri atas […]

expand_less