Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kegiatan Pembacaan Al-Barjanji oleh Ansor Kecamatan Bagelen dalam Rangka Maulid Nabi 1446 H

  • account_circle PAC Bagelen
  • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagelen, 6 September 2024 – Dalam rangka memperingati bulan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1446 H, Ansor Kecamatan Bagelen, Purworejo, mengadakan kegiatan pembacaan Al-Barjanji secara rutin. Acara ini menjadi salah satu tradisi yang sangat dihargai oleh masyarakat setempat sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Pembacaan Al-Barjanji: Tradisi dan Makna

Al-Barjanji adalah salah satu bentuk syair keagamaan yang sering dibacakan dalam acara peringatan Maulid Nabi. Syair ini berisi pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW serta pesan-pesan moral yang bisa diambil sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Pelaksanaan Kegiatan di Kecamatan Bagelen

Kegiatan pembacaan Al-Barjanji yang dilaksanakan oleh Ansor Kecamatan Bagelen berlangsung pada malam hari dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Acara ini dimulai dengan sambutan dari Ketua Ansor Kecamatan Bagelen, yang menjelaskan makna penting dari peringatan Maulid Nabi dan tujuan dari pembacaan Al-Barjanji.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barjanji yang dipimpin oleh seorang ulama lokal. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti seluruh peserta. Tak hanya itu, kegiatan ini juga disertai dengan tausiyah dari ulama yang memberikan pencerahan dan hikmah tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW serta ajaran-ajarannya.

Partisipasi Masyarakat

Kehadiran masyarakat dalam acara ini sangat antusias. Berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, tampak hadir untuk mengikuti rangkaian acara. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan hormat terhadap Nabi Muhammad SAW, serta keinginan untuk terus mempelajari dan menerapkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup

Kegiatan pembacaan Al-Barjanji di Kecamatan Bagelen yang diadakan oleh Ansor ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya untuk menjaga tradisi keagamaan dan meningkatkan semangat ukhuwah di masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mendalami ajaran Islam dan semakin mencintai Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam kehidupan.

Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam di Kecamatan Bagelen dan sekitarnya.

  • Penulis: PAC Bagelen

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pabrik Baru Air Minum Baqnu di Bagelen, Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren

    Pabrik Baru Air Minum Baqnu di Bagelen, Dorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    PT Baqnu Sekawan Mulya resmikan pabrik air minum demineral baru di Bagelen, perkuat sinergi dengan PCNU Purworejo melalui prinsip Mabadi Khaira Ummah.

  • Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Konferensi Anak Cabang Muslimat NU Kutoarjo 2025 menetapkan Ny. Tasrifah Hamam sebagai Ketua baru. Forum ini meneguhkan khidmah, merawat tradisi, dan memperkuat kemandirian perempuan NU di Purworejo.

  • KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya

    KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    ”Manusia dilahirkan dalam keadaan mengangis, sementara orang di sekelilingnya tertawa bahagia atas kelahirannya. Maka pada saat ia meninggal, harusnya yang terjadi adalah sebaliknya. Ia meninggal dalam keadaan senyum, sementara orang di sekelilingnya menangis bersedih atas kepergiannya.” Mungkin syair inilah yang tepat untuk menggambarkan kepergian sosok kiai kharismatik yang terkenal dengan nilai-nilai kesufiannya, Almagfurlah KH Muhammad […]

  • Hari-Hari Dibolehkannya Berkurban pada Hari Raya Idul Adlha

    Hari-Hari Dibolehkannya Berkurban pada Hari Raya Idul Adlha

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Hari Raya Idul Adlha merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi peringatan atas ketaatan Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya atas perintah Allah, Idul Adlha juga melibatkan pelaksanaan ibadah kurban. Ibadah kurban ini dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu sebagai bentuk pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah. Namun, ada beberapa hari […]

  • Gerakan Nahdliyin Tanam Pohon, PCNU Purworejo Teguhkan Asuh Bumi Menuju Abad Kedua NU

    Gerakan Nahdliyin Tanam Pohon, PCNU Purworejo Teguhkan Asuh Bumi Menuju Abad Kedua NU

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Purworejo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar Gerakan Nahdliyin Tanam Pohon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Sidandang, Kaligesing, ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Abad Kedua Nahdlatul Ulama. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan penanaman berbagai jenis pohon yang memiliki nilai ekologis […]

  • KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 1Komentar

    Revolusi kemerdekaan Indonesia ditopang oleh perjuangan kaum santri dan barisan Kiai yang menyelamatkan negeri. Sayangnya, kisah perjuangan para kiai dan santri, tenggelam dalam narasi sejarah Indonesia. Salah satunya, Kiai Subchi Parakan, yang dikenal dengan “Kiai Bambu Runcing”. Bagaimana kisah hidup dan perjuangan Kiai Subchi? Kiai Subchi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. […]

expand_less