Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wahai Mahasiswa Baru, Jangan Salah Pilih Masuk Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2016
  • visibility 464
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang, NU Online
Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) tidak serta merta hanya sebagai upaya mahasiswa untuk memahami tentang keberadaan kampus dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kampus.

Di STIT Al-Urawatul Wutsqo Jombang, momen itu juga dijadikan jembatan untuk mengenalkan sejumlah organisasi kemahasiswaan, baik intra kampus maupun organisasi ekstra kampus yang sudah berjalan lama.

Organisasi intra kampus seperti BEM (badan eksekutif mahasiswa), UKM (unit kegiatan mahasiswa), DPM (dewan perwakilan mahasiswa) dan wadah-wadah yang lain. Sedangkan organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, di kampus ini sangat kompleks, salah satu di antaranya PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Di sela-sela kegiatan OSPEK yang berlangsung di aula kampus, perwakilan pengurus organisasi yang menaungi setiap organisasi tersebut diperkenankan untuk memprofilkan terkait lembaganya masing-masing.

Ketua Komisariat PMII Ya’qub Husein STIT Al-Urawatul Wutsqo Iis Sholehah di hadapan ratusan peserta ospek menyatakan bahwa PMII adalah organisasi ekstra mahasiswa terbesar di Indonesia. Dan satu-satunya yang telah menyatakan sikap untuk mengawal dan mempertahankan NKRI dengan bernapaskan Islam Indonesia.

Namun demikian, Iis mengatakan, calon mahasiswa baru tak boleh gegabah untuk menentukan pilihannya dalam berorganisasi, pilihan itu harus murni dari hati nurani yang didukung oleh berbagai sumber yang lain untuk memantapkan pilihannya.

Setidaknya, menurut dia, PMII adalah wadah yang tepat untuk mahasiswa baru. Mereka dapat menambah pengetahuannya dengan berbagai disiplin ilmu yang diajarkan. “PMII adalah organisasi yang tepat untuk dipilih, apalagi pelajar nahdliyin mesti memilih PMII karena memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jamaah,” tandasnya Senin (22/08).

Sementara itu secara terpisah Ketua Umum PC PMII Jombang, Aziz Dwi Prasetyo membenarkan tentang keragaman organisasi kemahasiswaan dengan tipologi yang juga berbeda. Ia mengimbau agar mahasiswa berhati-hati dalam memilih organisasi tersebut.

“Mahasiswa baru mesti berhati-hati dalam memilih organisasi karena banyak sekali organisasi yang berlabel Islam. Padahal organisasi itu menyesatkan. Oleh karena itu, jangan sampai salah memilih organisasi,” katanya, Selasa (23/08) malam.

Lebih lanjut ia sedikit membuka gambaran tentang kehadiran PMII untuk mahasiswa. “PMII selaku organisasi pergerakan, mengajak kadernya untuk bergerak melakukan perubahan bangsa dan negara untuk lebih baik dengan berhaluan Islam Ahlussunnah wal-Jamaah. Oleh karena itu, perubahan harus diawali dari diri sendiri, yakni dimulai dari perubahan untuk memilih organisasi yang tepat untuk digeluti,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 114
    • 2Komentar

    KUTOARJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kutoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai spiritualitas dan keluhuran akhlak Ahlussunnah wal Jama’ah melalui kegiatan bertajuk “Dolan Turki”, singkatan dari Turut Kijing. Kegiatan ini diikuti oleh kader Ansor dan Banser se-Kecamatan Kutoarjo dengan titik awal di Kantor MWCNU Kutoarjo pada Ahad pagi, 20 Juli 2025. […]

  • Menilik Posko Banser di Lokasi Bencana

    Menilik Posko Banser di Lokasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 1Komentar

    Di halaman sebuah rumah sederhana itu, nampak beberapa meja dan kursi plastik di bawah atap sementara dari terpal. Beberapa personel Banser nampak duduk-duduk melewati waktu selepas berbuka puasa. Di dalam rumah sendiri nampak tumpukan barang bantuan dalam bungkusan kardus yang menggunung. Satu mobil bak terbuka datang dan seorang pria datang menghampiri. Ia mengaku ingin menyerahkan […]

  • Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur.  Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru […]

  • Sekolah Aswaja 2026 Resmi Dibuka, PMII Imam Puro Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

    Sekolah Aswaja 2026 Resmi Dibuka, PMII Imam Puro Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 4Komentar

    Sekolah Aswaja 2026 resmi dibuka oleh PMII Imam Puro dan STAINU Purworejo, fokus cetak trainer ideologi Aswaja di era digital.

  • Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

    Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Tanggal 2 januari bertepatan dengan wafatnya salah seorang sineas Nahdlatul Ulama yang disebut membuat Film Indonesia Pertama, Usmar Ismail. Film yang disutradarainya, Darah dan Doa, disebut sebagai film Indonesia pertama karena digarap sepenuhnya oleh orang Indonesia. Film itu diproduksi Perusahan Film Nasional Indonesia (Perfini), perusahaan yang didirikannya. Ia juga merupakan ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), sebuah […]

  • Ambil apa yang kamu suka dari dunia, tapi jangan lupa satu prinsip– “berbuat baik”

    Ambil apa yang kamu suka dari dunia, tapi jangan lupa satu prinsip– “berbuat baik”

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 47
    • 1Komentar

    Dikisahkan ada seorang perempuan miskin sedang menggendong putranya. Di tengah perjalanan ia melewati sebuah gua. Lalu dia mendengar suara yang datang dari dalam gua berkata kepadanya:”Masuk dan ambil apapun yang kamu mau, ayo lakukanlah. Setelah kau meninggalkan gua, pintunya akan tertutup selamanya. Raih kesempatan ini, tapi ku peringatkan sekali lagi agar kau mengambil apa yang […]

expand_less