Breaking News
light_mode
Trending Tags

Habib Luthfi Kembali Didaulat Pimpin JATMAN

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jan 2018
  • visibility 541
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekalongan, 
Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN), Selasa (16/1) malam kembali didaulat memimpin JATMAN oleh Majelis Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk periode lima tahun mendatang.

Keputusan sidang Ahwa yang dipimpin oleh Habib Luthfi bin Yahya berlangsung cukup singkat setelah terbentuk 9 anggota Ahwa melalui rapat Majelis Ifta’ di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan, Selasa (16/1).

Sembilan anggota Ahwa yakni KH Martain mewakili Jawa Timur, Bali dan NTB, KH Zaini Mawardi mewakili Jawa Tengah dan DIY. Selanjutnya DR KH Eep Nuruddin mewakili Jawa Barat, kemudian DKI dan Banten diwakili oleh KH Zaenuddin.

Untuk Sumatera diwakili oleh Habib Yahya Al-Jufri, Kalimantan KH Mahron Yasin, Sulawesi dan Indonesia Timur KH Andi Hidayat. Kemudian untuk perwakilan Habaib diisi oleh Abdurrohim Assegaf dan Idaroh Aliyah JATMAN Habib Luthfi bin Yahya.

Terpilihnya Habib Luthfi bin Yahya dianggap oleh muktamirin yang mengikuti sidang majelis Ifta’ tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, dalam tradisi di ketarekatan, selama Rais Aam JATMAN masih hidup, maka kepemimpinan JATMAN akan selalu berada dipundaknya dan muktamar adalah forum pengukuhan kembali sesuai aturan organisasi. 

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Habib Luthfi bin Yahya dipercaya menjadi Rais Aam ialah pada Muktamar IX yang berlangsung di Pekalongan tahun 2000, pada Muktamar berikutnya tahun 2005 di tempat yang sama juga terpilih menjadi Rais Aam, demikian pula pada Muktamar XI di Malang Jawa Timur Habib Luthfi dipercaya kembali pimpin JATMAN.

Sementara untuk pengumuman pengisian jabatan Mudir dan Wakil Mudir Aam akan disampaikan pada saat penutupan Kamis (18/1) besok oleh Menteri Agama Republik Indonesia H Lukman Hakim Saifuddin.

Agenda Muktamar XII JATMAN hari ini ialah sidang pleno hasil sidang sidang komisi dan ceramah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berlangsung di Pendopo lama Kabupaten Pekalongan di Jalan Nusantara 1 Kota Pekalongan. (Abdul Muiz/Fathoni-NU Online)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengukuhan SATKORCAB Banser dan Lembaga PC GP Ansor Purworejo

    Pengukuhan SATKORCAB Banser dan Lembaga PC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 1Komentar

    Pada hari Ahad 20 Desember 2015 diadakan Pengukuhan SATKORCAB Banser dan Lembaga PC GP Ansor Purworejo kemudian dilanjutkan dengan Koordinasi dan konsilidasi PAC GP Ansor serta Sosialisasi hasil konggres XV PP GP Ansor Jawa Tengah. Kegiatan tersebut bertempat di sekretariat jalan Krajan Baledono No. 03 Purworejo dari pukul 14.00 sampai selesai

  • Mengenal Sejarah Penulisan Kitab Ushul al-Fiqh

    Mengenal Sejarah Penulisan Kitab Ushul al-Fiqh

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Sebelum mengeluakan fatwa, para ulama harus terlebih dahulu mengetahui kaidah yang dapat digunakan untuk menggali hukum amaliah dari dalil yang terperinci. Pengetahuan ini bersumber dari disiplin ilmu klasik, yaitu Ushul al-Fiqh. Tiada fiqh tanpa melalui Ushul al-Fiqh. Kalau ilmu fiqh bicara soal halal-haram, maka ilmu Ushul al-Fiqh bicara proses yang mendasari halal-haram tersebut.Imam Syafi’i (w. […]

  • Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

    Mengupas Perjuangan Santri Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Mengapa tanggal 22 Oktober layak disebut sebagai Hari Santri Nasional? Sejatinya peristiwa apa yang terjadi pada tanggal tersebut? Serta apa yang melatarbelakangi tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Santri? Pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab dengan kehadiran buku ini, sebuah buku yang ditulis oleh para ahli sejarah mengingat banyak sejarah kaum santri yang dimarjinalkan oleh sejarah nasional itu sendiri. […]

  • Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Masagoez
    • visibility 648
    • 0Komentar

    SEMARANG (Sigi Jateng) – Merasa prihatin dengan perisapan umat Nasrani dalam perayaan paskah yang terganggu karena aksi teror bom di Gereja Katedral Makassar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H. Solahuddin Aly menyatakan siap membantu aparat keamanan untuk menjaga gereja-gereja yang ada di Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Solah itu sudah memberikan informasi […]

  • 9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.089
    • 2Komentar

    Sebagai organisasi Islam dengan masa terbesar di dunia, menjadikan Nahdlatul Ulama magnet tersendiri bagi banyak kalangan. Tak terkecuali dalam berbagai situasi politik yang ada dinegeri ini. Strukturnya yang kuat dari tingkatan nasional hingga tingkatan terbawah di dusun-dusun dan perkampungan, bahkan kini Nahdatul Ulama setidaknya telah memiliki kepengurusan di 36 negara, menjadikan tarikan-tarikan kepada Nahdlatul Ulama […]

  • Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Bandung, NU Online Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren. Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, […]

expand_less