LOANO – Mengawali tahun 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Loano kembali membuat gebrakan besar. Setelah pada Oktober 2025 sukses menggelar longmarch dari Loano ke Ngadiwongso Salaman, kali ini MWC NU Loano melaksanakan kegiatan Ziarah Wali dan Muassis NU ke Jawa Timur dan Batuampar, Sumenep, Kamis (16/01/2026).
Rute ziarah meliputi Maron, Solotiyang, Ngadiwongso, Bangkalan, Batuampar, Ampel, Mojoagung, dan Tebuireng. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tasyakuran atas lunasnya tanah dan pembangunan gedung MWC NU Loano, tetapi juga bagian dari menyongsong 100 Tahun Nahdlatul Ulama serta menuju abad ke-2 NU.
Momentum ziarah dipusatkan di Batuampar, Sumenep, dengan kegiatan utama khataman Al-Qur’an 30 juz sebanyak 21 kali. Catatan ini menjadi rekor tersendiri dalam sejarah MWC NU Loano.
“Tujuannya agar pembangunan gedung MWC NU Loano menjadi berkah, bermanfaat, serta mendapat dorongan spiritual dari para Muassis NU,” terang panitia.
Kegiatan diikuti oleh 20 pengurus MWC NU Loano, 230 pengurus NU ranting, Banom NU, serta warga masyarakat Loano. Bahkan, sejumlah warga dari Kecamatan Kaligesing, Bener, Gebang, dan Purworejo turut mendukung dan berpartisipasi.
Rois Syuriah MWC NU Loano, KR. Muhammad Sholeh Charis (Gus Sholeh), menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ungkapan syukur atas dua pencapaian besar: lunas tanah dan rampungnya pembangunan gedung.
“Kerja keras dan perjuangan selama ini tidak lepas dari doa yang ditawassulkan kepada para Muassis NU. Tanpa semangat dan dorongan religi yang kuat, semua ini tidak akan terwujud,” ujarnya.
Ketua Panitia, Muh Heriyanto, berharap kegiatan serupa dapat terus disemarakkan menjadi agenda rutin.
“Perjuangan ini tidak boleh padam. Terima kasih atas semangat kerja keras warga NU sehingga program berjalan baik dan lancar,” katanya.
Segenap jajaran pengurus MWC NU Loano juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkorban, baik harta, tenaga, maupun doa, demi suksesnya kegiatan ziarah ini.

















