Breaking News
light_mode
Trending Tags

LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
  • visibility 648
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil yang dijadikan kekasih oleh seorang warok agar kesaktiannya tetap terjaga. Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya ajaran Islam, tradisi gemblak ini pun luntur. Agama berperan dalam menghapus perilaku menyimpang ini.

Jika Islam dan ajaran agama samawi berusaha menghapus perilaku ini. Dalam tradisi sekuler dan liberal, LGBT diakui eksistensinya sebagai sebuah bentuk kenormalan dan mendapat hak hukum untuk menikah dengan sesama jenis. Mereka berdalih, berdasarkan sains, LGBT merupakan sesuatu yang alamiah yang terjadi pada semua makhluk hidup, baik manusia atau hewan. Dan jika dihadapkan antara sains dan agama, sains yang harus dimenangkan. Kelompok sekuler dan liberal beranggapan bahwa keyakinan agama hanya didasarkan atas dogma, sedangkan sains adalah temuan ilmiah. Meskipun demikian, klaim sains tentang normalitas LGBT sendiri juga masih menjadi perdebatan diantara para ilmuwan.

Neil N. Whitehead (2013) dalam penelitiannya berjudul My Genes Made Me Do It! Homosexuality and the Scientific Evidence terkait dengan orang-orang homoseksual yang memiliki saudara kembar dengan gen identik menunjukkan dari sembilan pasangan kembar yang salah satunya homoseksual, hanya terdapat satu yang pasangannya juga homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada faktor genetik. Hasil penelitian ini secara otomatis juga menafikan aspek biologi lainnya terkait dengan homoseksual. Ia berpendapat bahwa faktor nurture lebih besar daripada faktor nature. Adanya faktor “gay gen” juga tidak secara otomatis membuat orang menjadi seorang homoseksual. Disinilah peran ajaran agama untuk memandu seseorang memiliki orientasi sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk hidup.

Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015 pernah ada usulan untuk membahtsulmasailkan (mengkaji) masalah LGBT ini, tetapi usulan tersebut ditolak karena hukumnya sudah jelas. Sesuatu yang dibahas adalah persoalan yang sifatnya masih remang-remang. Dalil-dalil dalam agama Islam yang terkandung dalam Qur’an dan hadits secara tegas mengharamkan perilaku homoseksual.

Tuntutan pengakuan hukum juga bertentangan dengan dasar bernegara di Indonesia. Indonesia mendasarkan diri pada Pancasila yang berketuhanan sementara negara-negara sekuler dan liberal yang melegalkan LGBT memang mendasarkan diri pada kebebasan individu. Dengan basis ketuhanan, nilai-nilai agama memandu perilaku individu. Orang tidak boleh bertindak seenaknya dengan alasan tidak menganggu individu lain, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai kemaslahatan bersama. Pada negara yang menganut paham sekuler dan liberal, hak individu diatas segala-galanya selama hal itu tidak menganggu hak orang lain.

Bagi NU yang selama ini selalu memposisikan sebagai kelompok tengah (tawazun), yang tidak ekstrem kiri atau kanan, maka upaya untuk legalisasi LGBT merupakan bagian dari pertarungan lama yang selama ini terus berlangsung. NU menentang ide-ide yang dikampanyekan kelompok kiri (kelompok liberalis) yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, sebagaimana penentangan NU terhadap upaya “pemurnian” Islam ala Arab (kelompok fundamentalis) yang sangat kaku dalam menafsirkan teks-teks agama.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain. Tetapi meminta status normal atas perilaku LGBT, apalagi keinginan untuk menyebarkannya adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Kasus-kasus pencabulan remaja dan anak-anak oleh pengidap LGBT juga harus diproses secara hukum karena hal ini menimbulkan trauma bagi anak yang masih dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. NU akan mendukung upaya penyandang LGBT yang ingin memperbaiki diri karena sudah menjadi tugas NU untuk memperbaiki kondisi masyarakat. (Mukafi Niam)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65881/lgbt-dan-fitrah-manusia-untuk-bereproduksi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    Tiga bulan setelah pelaksanaan Konfercab PC GP Ansor Purworejo, Ketua terpilih bersama jajaran pengurusnya melaksanakan silaturohim untuk sosialisasi draft program kerja dan menyerap aspirasi dari pengurus dan kader Ansor Banser ditingkat Pimpinan Anak Cabang bersama Pimpinan Ranting GP Ansor se kabupaten. Kegiatan diawali dengan Rapat Pengurus Harian PC GP Ansor untuk penyusunan jadwal Silaturohim turba […]

  • PAC Ansor Kemiri Gulung Ansor Banser Se-Purworejo

    PAC Ansor Kemiri Gulung Ansor Banser Se-Purworejo

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgDalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo menggelar Futsal Competition Piala Kapolres Purworejo, Sabtu (29/10/2016) di lapangan futsal Waka-waka. Sebanyak 31 tim yang terbagi dalam dua segmen, Ansor dan Banser se-Kabupaten Purworejo saling bertanding memperagakan skil terbaiknya memperebutkan Piala Kapolres Purworejo dan piala bergilir Ansor. “Jadi […]

  • GP Ansor Purworejo Gelar Khitanan Massal

    GP Ansor Purworejo Gelar Khitanan Massal

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

    PURWOREJO, (ansorpurworejo.org) – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo menggelar khitanan masal gratis. Puluhan anak-anak usia 9 -15 tahun dari berbagai kecamatan di Purworejo turut andil dalam kegiatan tersebut. Sekretaris GP Ansor Tashilul Manasik atau akrab dipanggil dengan Gus Ahil mengatakan digelarnya khitan masal tersebut merupakan bentuk pengabdian GP Ansor kepada masyarakat. Menurutnya banyak […]

  • Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 823
    • 3Komentar

    NU bukan organisasi yang hanya membahas masalah-masalah keagamaan. Bahkan sejak dahulu para kyai NU terkenal memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai banyak hal. Ini bisa saja disebabkan karena tipikal kyai NU yang ngemong atau mau mengayomi masyarakat. Singkatnya, kyai NU sangat peduli terhadap semua permasalahan umatnya. Diantara yang menjadi perhatian adalah bidang kesejahteraan umat. Apalagi, mayoritas […]

  • Bincang Sekitar Hukum Haid Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    Bincang Sekitar Hukum Haid Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 130
    • 2Komentar

    Pada malam Kamis yang penuh berkah, Pengurus Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Pituruh kembali menggelar Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Kali ini, kegiatan rutin tersebut diselenggarakan di rumah sahabat Sekretaris Fatkhan Anis, menciptakan atmosfer keagamaan dan kebersamaan yang hangat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PAC GP Ansor Pituruh, Sahabat Malik Khairul […]

  • AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 1Komentar

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dunia dan kemanusiaan berduka. Serangkaian serangan bersenjata dan ledakan bom menewaskan lebih 100 nyawa, di enam titik di kota Paris, Perancis, Jum’at malam (13/11/2015). Terkait aksi terror kejam ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras tindakan tak beradab tersebut. Sebagai bagian dari elemen masyarakat  beragama, PBNU […]

expand_less