Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
  • visibility 638
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia untuk dunia dengan pendekatan yang harmonis (pendekatan agama, sosial) secara kultural dan dalam konteks ini NU sejak didirikan, sekarang, dan seterusnya akan mendukung peradaban.
Tema itu juga sejalan dengan doktrin Islam Aswaja Annahdliyyah yang sering diperdengarkan oleh organisasi Nahdlatul Ulama bertujuan agar hubungan antar manusia bisa bersikap tawasuth (moderat), tawazun (berimbang), i’tidal (tegak lurus dalam prinsip), dan tasamuh (toleransi). Hal ini sesungguhnya implementasi dari al-maslahah al-mu’tabarah (hifd din, nafs, ’aql, nasl, dan mal). Ketika lima tujuan ajaran universal Islam ini diintegrasikan dengan empat pilar kebangsaan, maka Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa akan menjadi negara yang maju dan berperadaban.
Terminologi “Islam Nusantara” mendapatkan respon yang hangat baik pro dan kontra atas istilah tersebut, di luar itu muncul banyak pendapat dan argumen untuk menegaskan bahwa istilah “Islam Nusantara” bukanlah model Islam atau aliran baru akan tetapi sebuah istilah yang memang hadir atas realita bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang hidup di tengah-tengah agama-agama lain. Di luar perdebatan tersebut, layak untuk dibaca buku baru yang terbit awal tahun 2016 dengan judul Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel.
 
Buku ini hadir menguraikan sejarah perjalanan intelektual seorang ulama dan tokoh besar Lombok NTB. TGH. M. Shaleh Hambali yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Tuan Guru Bengkel (Bengkel merupakan nama sebuah desa tempat kelahiran dan dimakamkan TGH. M. Shaleh Hambali) merupakan salah satu perintis kebangkitan Islam di Lombok awal abad 20 dan merupakan Rais Syuriah pertama NU NTB. Tuan Guru Bengkel juga merupakan salah satu tokoh yang memformulasikan dakwahnya melalui tulisan atau seperti yang diistilahkan penulis buku “Era Fatwa” menuju “Era Baca”.
 
Tuan Guru Bengkel dalam beberapa pemikiran dan fatwanya sering dianggap kontroversi karena beberapa pandangannya dalam persoalan agama berbeda dengan ulama pada masanya. Buku ini merupakan hasil penelitian yang didasari pada tugas akhir (disertasi) penulis ketika menempuh doktor di bidang Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 
Pemikiran-pemikiran Tuan Guru Bengkel dibagi menjadi tiga tema bidang pemikiran yaitu bidang tauhid, fiqih dan bidang tasawuf. Pemikiran Tuan Guru Bengkel dalam persoalan tauhid merepresentasikan bahwa Tuan Guru Bengkel adalah ulama yang memegang paham ahl-Sunnah wa al-Jama’ah An-Nahdlyah. Tema yang disajikan merupakan tema besar yang menjadi perhatian ulama ahl-Sunnah wa al-Jama’ah diantaranya 1) Masalah sifat Allah dan para rasul-Nya, 2) Masalah kekuasaan Allah dan perbuatan manusia, dan 3) Masalah keimanan dan keislaman (hal 134).
Adapun dalam bidang fiqih merupakan bidang kajian yang banyak menjadi bahan diskusi karena dianggap kontroversi, diantaranya masalah mati syahid dunia akhiratnya salah satu tokoh yang meninggal disebabkan oleh perisean. Perisean merupakan sebuah tradisi dalam masyakarat Sasak dimana dua orang pepadu saling mengadu ketangkasan (halaman 228). Masalah kedua yang dianggap kontroversi  adalah tidak adanya Sorong Serah dalam perkawinan (halaman 238). Sorong Serah merupakan upacara yang dilakukan untuk membayar harga seorang perempuan dalam tradisi adat Sasak. Perkara lain dalam bidang fiqih adalah karya Tuan Guru Bengkel tentang haji yang terdapat dalam kitab Jamuan Tersaji pada Manasik Haji. Kitab ini menyajikan masalah haji lengkap yang diawali penjelasannya tentang masalah rukun Islam yang lima dan rukun iman yang enam.
Sedangkan dalam bidang tasawuf,  Tuan Guru Bengkel mengajarkan salah satu bidang tasawuf yaitu tarekat. Tarekat yang dikembangkan adalah tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah Khalwatiyah. Selain tarekat, topik pembahasan yang masih dalam kajian tasawuf adalah masalah lagu atau nyanyian dan tarian. Tuan Guru Bengkel menulis masalah ini dalam kitab Luqthatul Jawharah yang ditulis pada tahun 1933. Kitab lainnya yang ditulis adalah tentang tasawuf, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, dan Permaiduri. 
 
Walhasil bahwa buku karya Adi Fadli tentang sosok Tuan Guru Bengkel menjadi bahan bacaan dan kajian awal bahwa betapa produktifnya ulama yang hidup diparo abad ke-20 yang dianggap sebagai tokoh sang pembaru dalam model dakwah yaitu bil lisan, bil kitabah, dan bil hal. Selain itu buku ini menambah khazanah pengetahuan kita tentang teori masuknya Islam ke Lombok. Dalam penelitian Adi Fadli ini menjelaskan bahwa Islam masuk ke Lombok dengan tiga teori.
Buku ini seperti yang dikatakan salah satu Guru Besar Sejarah UGM dalam pengantarnya layak untuk menjadi bacaan khalayak ramai, khususnya bagi mereka yang menggeluti kajian sejarah Islam di Indonesia, atau Islam di Nusantara, maupun sejarah lokal. Selain itu mereka yang tertarik pada persoalan sejarah keagamaan, sejarah sosial-budaya, dan segi-segi lainnya perlu untuk menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi penting.
Info Buku
Judul Buku : Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel
Penulis : Adi Fadli
Penerbit         : Pustaka Lombok
Cetakan         : i, 2016
Tebal : xxvi – 358
Peresensi
Retno Sirnopati

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 819
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2021-2026. Pelantikan dan rapat kerja kali ini mengusung tema Bergerak, Khidmah pada Negeri, Memuliakan Umat. Rangkaian pelantikan di pimpin langsung oleh Pengurus PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Waled, Ahad (05/09) Hadir […]

  • Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 1Komentar

    Di antara beberapa titik lokasi bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo Sabtu lalu (18/06), Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano merupakan yang terparah. Tanah longsor telah mengakibatkan empat rumah terkubur dan belasan korban tewas. Tepat di sebelah barat Dusun Caok terletak sebuah dusun bernama Droko yang merupakan bagian dari Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo. […]

  • PAC IPNU/IPPNU Kaligesing, Gelar Konferencab ke-V

    PAC IPNU/IPPNU Kaligesing, Gelar Konferencab ke-V

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    KALIGESING, — Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kaligesing mengadakan Konferancab ke-V, Kegiatan yang digelar bertempat di Gedung Serbaguna Yayasan Walisongo Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing pada Sabtu Pagi(3/4/2021). Konferancab dengan mengusung tema “Bergerak dengan Cinta Jayalah Pelajar Nusantara ” adapun kegiatan yang diikuti Kader-kader IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Kaligesing. Turut hadir dalam acara Konferancab MWC NU Kaligesing Ky. […]

  • Habib Luthfi: Orang Bertakwa Pengayom, Bukan Pemecah Belah Bangsa

    Habib Luthfi: Orang Bertakwa Pengayom, Bukan Pemecah Belah Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Brebes,  Rais Aam Jam’iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya mengatakan kandungan merah putih menjadi kehormatan bangsa. Untuk itu perlu disyukuri dengan lita’arafu, saling kenal-mengenal. Perbedaan menjadi berkah karena orang yang paling mulia yang di sisi Allah hanyalah yang paling bertakwa.  “Orang yang bertakwa tentunya menjadi pengayom, penyejuk, bukan pemecah belah. Mari kita […]

  • Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Berjudul Jual Miras Hukumnya Boleh untuk Membantu Kas Negara

    Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Berjudul Jual Miras Hukumnya Boleh untuk Membantu Kas Negara

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.682
    • 3Komentar

    Ditengah polemik soal Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, beredar pesan berantai yang cukup meresahkan di grup-grup whatsapp berupa tangkapan layar artikel berjudul: Jual Miras Boleh Untuk Membantu Kas Negara dengan gambar utama wakil presiden K.H. Ma’ruf Amin. Tangkapan layar dengan judul “Jual Minuman Keras Hukumnya Boleh Untuk Membantu Kas Negara” tersebut dimuat […]

  • Sejarah Singkat KHR Sulaiman Zuhdi

    Sejarah Singkat KHR Sulaiman Zuhdi

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    KELAHIRAN DAN MASA KECIL KHR Sulaiman Zuhdi adalah putra sulung dari pasangan KHR Bunyamin Sholeh dan ibunyai Kartinah (mohon maaf khusus Mbah kartinah, untuk nama beliau sampai sekarang masih simpang-siur karena penulis belum menemukan data asli yang kongkrit) .KHR Sulaiman Zuhdi lahir pada tahun 1911 di Desa Sindurjan kec Purworejo Kab Purworejo Jawa tengah. masa […]

expand_less