Ngaji Aswaja, Program MDS Rijalul Ansor Purworejo untuk Perkuat Akidah dan Khidmah
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PURWOREJO, – Ngaji Aswaja menjadi salah satu program Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor PC GP Ansor Purworejo untuk memperkuat pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), membangun kaderisasi spiritual, serta meneguhkan semangat khidmah kepada ulama, Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat, dan bangsa.
Program tersebut kembali digelar bersama PAC GP Ansor Gebang melalui kegiatan Ngaji Aswaja dan Doa untuk Bangsa di Alun-Alun Gebang, Kabupaten Purworejo, Kamis (13/8/2026) malam. Kegiatan diikuti kader Ansor dan warga masyarakat dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Melalui program ini, MDS Rijalul Ansor Purworejo tidak hanya menghadirkan pengajian, tetapi juga membangun ruang pembelajaran keagamaan dan penguatan spiritual bagi kader. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman keislaman, Aswaja, kecintaan kepada ulama dan Nabi Muhammad SAW, serta nilai-nilai kebangsaan dan khidmah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Gus Arif Rifai dari Redin, kemudian dilanjutkan doa yang dipimpin Gus Afrizal Umam. Setelah itu, jamaah mengikuti kajian yang disampaikan Gus Rizal Mufasikh.
Dalam kajian fikih, Gus Rizal membahas syarat-syarat wajib shalat sebagai salah satu dasar penting yang perlu dipahami umat Islam. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dasar keagamaan jamaah dalam menjalankan ibadah.
Sementara itu, Waki Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., dalam sambutannya mengajak jamaah menyikapi berbagai dinamika global secara tenang dan bijaksana. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di dunia tidak semestinya mengganggu kerukunan serta kondusivitas kehidupan masyarakat di daerah.
Ketua PCNU Purworejo, KH Muhammad Haekal, S.Pd.I., menekankan pentingnya menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memahami sejarah perjuangan para ulama.
Menurutnya, NU lahir dari semangat meneruskan dan menjaga akidah Aswaja serta warisan keilmuan dan perjuangan para ulama. Semangat tersebut memiliki akar sejarah panjang, termasuk melalui dakwah para Wali Songo dan perjuangan ulama dalam membangun persatuan umat dan bangsa.
KH Muhammad Haekal juga mengingatkan kader NU agar tidak melupakan sejarah pergerakan nasional dan kontribusi para ulama dalam membangun kekuatan umat. Ia menyinggung tokoh-tokoh seperti KH Abdul Wahab Hasbullah dan KH Abdul Halim Majalengka dalam konteks perjuangan dan konsolidasi umat.
«“NU didirikan untuk meneruskan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan menjaga warisan para ulama. Karena itu, kader NU harus memahami sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus meneruskan semangat khidmah mereka,” tegasnya.»
Semangat tersebut ditegaskan Ketua PC GP Ansor Purworejo, Gus H. M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd. Ia mengajak seluruh kader untuk istiqamah menjalankan amanah organisasi serta menjaga hubungan dengan para kiai sebagai bagian dari tradisi khidmah di lingkungan NU.
«“Semoga seluruh kader Ansor senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqamah dalam berkhidmah kepada para kiai dan NU,” pesannya.»
Penguatan spiritual juga disampaikan Gus Sabit, Pengurus Wilayah MDS Rijalul Ansor Jawa Tengah. Ia mengajak jamaah agar tidak mudah berputus asa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk tekanan ekonomi dan tantangan perubahan zaman.
Menurutnya, memperbanyak membaca selawat dan menyebut nama Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memperoleh ketenangan, keberkahan, serta kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Melalui program Ngaji Aswaja, MDS Rijalul Ansor PC GP Ansor Purworejo berupaya menghadirkan ruang penguatan keagamaan yang tidak berhenti pada pemahaman fikih dan akidah, tetapi juga menanamkan kecintaan kepada ulama, semangat kebangsaan, serta tradisi khidmah.
Kegiatan di Gebang tersebut menjadi bagian dari ikhtiar MDS Rijalul Ansor Purworejo untuk terus merawat tradisi keagamaan Aswaja sekaligus membentuk kader yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat, berjiwa kebangsaan, dan istiqamah dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.


Saat ini belum ada komentar