Fatayat NU Purworejo Rayakan Harlah ke-76, Momentum Refleksi dan Penguatan Peran Perempuan Muda NU
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PURWOREJO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada Ahad (24/5/2025) di Aula NU Center Purworejo. Acara ini dihadiri perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting, pengurus cabang, serta kader Fatayat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.
Turut hadir para ketua Fatayat NU Purworejo dari masa ke masa, yakni Nyai Isfihani, Nyai Hj. Mukromah Tamid, dan Nyai Muniroh. Sementara itu, Nyai Rr. Nurul Qomariyah yang sedang berada di Tanah Suci Mekkah turut mengirimkan doa dan dukungan bagi keberlangsungan perjuangan Fatayat NU.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Purworejo, Yusriana Azizah, menegaskan bahwa tema Harlah ke-76 adalah “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia.” Menurutnya, harlah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang organisasi dalam menjaga Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat peran perempuan muda menghadapi tantangan zaman.
“Harlah Fatayat bukanlah sekadar seremonial tahunan saja, namun momentum refleksi perjalanan panjang organisasi kita dalam menjaga Islam Aswaja sekaligus wadah untuk memperkuat peran perempuan muda dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.
Pembina Fatayat NU Kabupaten Purworejo, Hj. Muhibatul Karimah, turut memberikan pesan agar momentum harlah menjadi pijakan untuk terus berkembang dan memperkuat solidaritas organisasi.
“Jadikan peringatan ini sebagai titik tolak untuk meningkatkan kapasitas diri, mempererat ukhuwah, dan menjadi wanita tangguh dalam menebar manfaat yang lebih luas di tengah keluarga, masyarakat, organisasi, dan dalam berkarya,” pesannya.
Sebagai puncak acara, peringatan Harlah ke-76 Fatayat NU Purworejo ditandai dengan prosesi potong tumpeng yang berlangsung penuh rasa syukur dan kebersamaan. Momen tersebut menjadi simbol harapan agar Fatayat NU semakin solid, berdaya, berdampak, serta terus mencetak generasi perempuan tangguh, berakhlak mulia, dan memperoleh ridha Allah SWT dalam setiap pengabdian.*


Saat ini belum ada komentar