Sinergi Taktis GP Ansor dan LTN PCNU Purworejo, Ketua PC GP Ansor Gus Ahil: Saatnya Kebaikan Dipertontonkan di Ruang Digital
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purworejo – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo resmi bersinergi dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN PCNU) Purworejo melalui Workshop Jurnalistik bertema “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan” di Aula Ponpes Al Faham, Ahad (24/5/2026).
Sebanyak 62 delegasi dari lembaga, banom, dan MWC NU se-Purworejo hadir untuk mengasah keterampilan menulis, memperkuat literasi, dan mengembangkan media komunitas.
Ketua GP Ansor Purworejo, H. M. Tashilul Manasik (Gus Ahil), menegaskan pentingnya publikasi kegiatan positif.
“Sudah saatnya kebaikan dipertontonkan. Apa yang sudah dilaksanakan perlu ditulis, selain menjadi catatan sejarah juga menjadi syiar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader Ansor kini dituntut tangguh di lapangan sekaligus cakap di ruang digital.

Ketua LTN PCNU Purworejo, Alfin Zidni, menyebut workshop ini sebagai langkah strategis membangun jejaring media NU.
“Kalau mau maju peradabannya, penting meningkatkan literasi. Kegiatan ini menyatukan jejaring media, jurnalistik, website, dan lainnya sebagai medan khidmat LTN NU,” jelasnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, KH. Muhammad Haikal, mengingatkan bahwa keikutsertaan peserta adalah bentuk khidmat kepada ulama. “Semoga khidmat kita sampai kepada Kanjeng Nabi dan Walisongo,” doanya.
Momentum ini juga dimanfaatkan Ansor Purworejo untuk menata infrastruktur medianya. Wakil Ketua Bidang Media, Muhammad Hakim, mengungkapkan bahwa 15 tim media PAC Ansor dan 1 tim media Banser digembleng bersama NU Online. Ke depan, tim media Ansor akan dibagi ke dalam tiga biro: jurnalistik, desain grafis, serta foto & videografi.
“Insya Allah akan ada workshop lanjutan desain grafis dan videografi. Dakwah hari ini tidak cukup hanya bergerak di kegiatan, tetapi juga harus kuat di media digital,” imbuh Hakim.
Sepanjang acara, peserta mendapatkan materi jurnalisme inspiratif, fotografi jurnalistik, publikasi digital, manajemen redaksi, hingga teknik penulisan berita. Sinergi ini diharapkan melahirkan generasi jurnalis Nahdliyin yang militan, menjaga marwah organisasi, dan konsisten menyebarkan konten yang membawa kemaslahatan di jagat maya.
(Media Ansor)


Saat ini belum ada komentar