Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2016
  • visibility 472
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.
Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?
Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.
Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?
Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?
Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU. 
Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?
Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas “Kemandirian Organisasi”. Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga “Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya”. Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi. 
Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.
Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.
Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?
Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).
Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.
Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?
Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.
Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan  bisa menjadi pemasukan.
Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha. 
Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.
Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?
Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.
(Ahmad Asmu’i/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Purworejo, 10 Juli 2023 – Hari ini, Gedung Pertemuan MTs Ma’arif NU 01 Bruno, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo menjadi saksi pelantikan kepala dan pembinaan Dewan Guru dan Karyawan yang penuh harapan. Acara ini dihadiri oleh para pengurus Pimpinan LP Ma’arif Kabupaten Purworejo, Rois Syuriah, dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bruno, Dewan Pembina, Pengawas dan […]

  • Ranting GP Ansor Winong Gelar Ngaji Malam Mingguan

    Ranting GP Ansor Winong Gelar Ngaji Malam Mingguan

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Ranting GP Ansor Winong selenggarakan Ngaji Mingguan. Ngaji mingguan ini merupakan wujud kebersamaan antar anggota. Selain itu juga, untuk membangun komunikasi antar anggota. Kegiatan ini diselenggarakan di Kediaman Sahabat Nadhif Desa Winong, Jum’at (03/09/2021) Hadir pada kesempatan ini, Ketua Ranting GP Ansor Desa Winong, Penasehat Ranting Winong, dan Anggota Ranting GP Ansor […]

  • Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 154
    • 1Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG – Kepengurusan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Donorati Masa Khidmah 2025–2027 resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Purworejo, H. Muhammad Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd. (Gus Ahil) pada Ahad, 30 November 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di halaman Musholla Nurul Huda, Donorati. Acara pelantikan dirangkai dengan pengajian umum yang sekaligus dihadiri […]

  • PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis

    PBNU Lepas 37 Rombongan Bus Mudik Gratis

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Jakarta, NU OnlineLembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) mengajak ribuan peserta mudik bareng NU berdoa sebelum keberangkatan 37 bus yang mengantarkan mereka ke pelbagai kota di Jawa. Mereka berdoa bersama agar perjalanan berlangsung lancar tanpa kendala. Sementara sambutan disampaikan oleh Ketua PBNU KH Abdul Mannan Ghani, Ketua LTM PBNU H Mansur Syairozi, […]

  • Dokumentasi Kegiatan

    Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kemiri Meriahkan Malam Sabtu Pahing bersama Santri

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 178
    • 1Komentar

    Kemiri (22/09/2023) – Malam Sabtu Pahing di Kemiri menjadi lebih bersemangat dengan kehadiran Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kemiri. Kegiatan ini merupakan acara rutin yang diadakan setiap minggu malam sabtu pahing, dengan tujuan utama memperkenalkan generasi muda pada nilai-nilai dan tradisi Ansor. Pondok […]

  • Puting Beliung Melanda, NU Bergerak Membantu

    Puting Beliung Melanda, NU Bergerak Membantu

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    PURWOEEJO, ansorpurworejo.org – Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda sekitar Purworejo kota pada Sabtu (26/2) yang mengakibatkan beberapa kerusakan. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) MWCNU Kecamatan Purworejo bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan koordinasi dengan Lurah Baledono Agus Pramono, TNI dan Polri. “Yang terdampak kerusakan baik rusak berat, sedang maupun […]

expand_less