Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejumlah Langkah GP Ansor Mandirikan Organisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Jul 2016
  • visibility 499
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah perubahan dan tantangan kemajuan teknologi informasi, GP Ansor sebagai organisasi masa depan NU sekaligus NU masa depan, dituntut terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemandirian organisasi sebagai visi besar. Berikut wawancara NU Online dengan Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) di Rembang, Jawa Tengah.
Kenapa harus masuk Ansor, terutama Gus Tutut memilih menjadi Ketum Ansor?
Saya ini orang NU, saya lahir dan besar dari tradisi keluarga yang alirannya jelas, NU. Saya mengabdi di Ansor itu juga tidak lepas karena saya ingin agar apa yang saya terima sepanjang hidup saya ini dapat saya tularkan kepada anak cucu saya nanti. Dan juga menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kalau perlu sampai hari kiamat. Kalau ditanya kenapa saya harus menjadi Ketum Ansor, karena Ansor adalah masa depan NU dan juga NU masa depan.
Yang kedua ini masalah pengabdian. Jadi hidup itu baru lengkap setelah kita punya pengabdian, apalagi bicara Ansor ini pengabdiannya luas, satu pengabdian terhadap Nahdlatul Ulama, dan yang kedua pengabdian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi manusia yang tidak punya pengabdian dan tidak memberikan pengabdian terbaik dalam hidupnya mau jadi apa?
Kenapa lebih memilih Ansor, bukan ormas Islam yang lain Gus?
Yang pertama Ansor organisasi yang terkenal, dan merupakan satu-satunya organisasi pemuda terbesar di dunia. Yang jumlah anggotanya mencapai sekitar 1,7 juta orang dari sabang sampai merauke, tidak ada organisasi pemuda di dunia yang anggotanya sebesar Ansor. Tetapi bukan itu yang menjadi tujuan. Melainkan saya ini orang NU. Tidak mungkin saya masuk organisasi kepemudaan atau organisasi Islam di luar NU. 
Apa visi dan misi pengurus Ansor hari ini di bawah komando Gus Tutut?
Kalau ditanya mengenai visi misi, tentu visi besar kita jelas “Kemandirian Organisasi”. Jadi periode yang lalu, periodenya sahabat Nusron Wahid itu ada tiga “Kaderisasi, Revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, Mendistribusikan kader sesuai dengan bidang keahliannya”. Nah, itu kita turunkan menjadi sebuah misi, yaitu kemandirian organisasi. 
Kenapa begitu, karena jika organisasi ini mandiri, maka kita tidak perlu lagi tergantung dengan kekuatan-kekuatan diluar kita, yang sering kali berbeda dengan visi organisasi. Bahkan kadang berbeda dengan aqidah yang kita yakini.
Kalau bisa mandiri tentu organisasi bisa lebih leluasa ke mana arah kita menentukan kebijakan organisasi. Visi besarnya ya itu, kita akan tetap melakukan kaderisasi, kita akan tetap melakukan revitalisasi nilai-nilai dan tradisi ke-NU-an, dan terus mendistribuasikan kader sesuai dengan bidang keahliannya sebagai gambaran utuh atas kemandirian organisasi yang sedang kita bangun mulai dari semua tingkatan.
Melalui apa Gus, Ansor mewujudkan kemandirian organisasi?
Ikhtiar yang kita lakukan itu banyak. Kita sedang menggarap industri komunitas namanya. Kita persiapkan Insyaallah tahun depan sudah ramai ke semua cabang. Indusri komunitas, misalnya Ansor Rembang. Jumlah anggota ansor Rembang katakanlah seribu, kita akan mencoba memenuhi kebutuhan sehari-hari contoh kecil sabun mandi yang bisa digunakan kalangan internal kita. Kita akan memberikan fasilitas pelatihan dan peralatanya supaya kader Ansor bisa memproduksi sendiri sesuai dengan kebutuhannya.
Kalangan internal kan tidak terbatas kepada Ansor, kalau kita kembangkan kalangan internal bisa masuk ke pondok pesantren, kan santrinya banyak. Selama ini mereka beli dari luar, yang kita tidak tahu produsennya siapa, keuntungannya untuk apa, kan kita gak ngerti. Tahun depan kita akan melakukan itu. Kalau kita bisa produksi sendiri yang paling sederhana. Buat sendiri dan dikonsumsi sendiri kan keuntungannya bisa kita kembangkan sendiri misalnya dikembangkan menjadi bentuk Baitul Mal wat Tamwil (BMT).
Misalnya, ada kader Ansor yang ingin usaha punya keinginan kuat tetapi sulit mengakses permodalan, kan bisa dibantu melalui BMT nya Ansor. Inikan lama-lama bisa bergulir dengan baik. Saya kira organisasi ini akan mandiri dengan cepat. Ini kita berbicara baru satu produk saja yaitu sabun. Belum ngomong shampo, yang gampang-gampang saja kita bikin sendiri.
Apa tidak terlalu cepat dan memberatkan Gus, Ansor berbicara produksi dan permodalan untuk kemandirian?
Tidak, jadi kita sudah ketemu dengan salah satu vendor atau pengusaha yang memang memproduksi dengan skala komunitas dalam skala kecil, mereka sudah siap bekerja sama dengan Ansor. Dan kita sudah koordinasi dengan lembaga keuangan besar yang siap menjadi bapak asuh untuk usaha komunitas Ansor.
Kalau setiap cabang bisa melakukan ini, mendorong kemandirian organisasi mulai tingkat cabang ini luar biasa. Ansor kedepan itu sudah luar biasa, bukan hanya menghidupi organisasi tetapi juga anggota dan kadernya. Misalnya begini, kalau berbicara industri kecil dan skala komunitas, kan masing-masing anggota di ranting bisa menjadi agen, ini kan  bisa menjadi pemasukan.
Contoh yang lain itu kita bikin aplikasi Ansor, di aplikasi Ansor ada berita tentang kegiatan Ansor se-Indonesia, ada juga toko online jual beli yang isinya ada pemasaran hasil-hasil produksi dari sahabat-sahabat Ansor se-Indonesia, dan bisa juga jual beli pulsa. Jadi selama ini kita punya asumsi, kita melihat teman-teman di daerah banyak yang memiliki usaha. 
Jadi kita melihat di Tegal itu ada teman yang membuat sarung Ansor, atau ada yang bikin batik di Madura, tapi mereka ini kesulitan marketing di pemasaran. Karena kesulitan di pemasaran mereka hanya memasarkan di skala lokal, paling bisa keluar hanya sampai Pemalang, Brebes tidak bisa ke mana-mana.
Melalui aplikasi Ansor ini, kita fasilitasi pemasaranya bisa se-Indonesia. Kita jual beli lewat aplikasi. Ini salah satu contoh. Saya kira namanya industri, usaha apapun kuncinya itu kan ada dua, yang pertama di modal dan pasar. Kalau modal kita bisa penuhi dengan cara pengumpulan di BMT, kemudian membiayai kadernya sendiri, lalu jaringan pasarnya kita siapkan. Nah itu luar biasa dan belum pernah dipikirkan sebelumnya.
Pilot project-nya mau dimulai dari mana Gus?
Kita akan bikin pilot projek di enam titik, maka saya bilang ranting baru bisa tahun depan. Pilot projek enam titik dalam waktu dekat salah satunya di Rembang, yang sudah saya siapkan. Hasil pilot projek nanti akan kita evaluasi kekurangannya di mana. Akan kita perbaiki sebelum kita luncurkan secara luas. Salah satunya Rembang, Pekalongan, Batang dan yang ketiga saya lupa. Pilot projek ini berupa pelatihan dan peralatan.
(Ahmad Asmu’i/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Serukan Seluruh Kader Bantu Korban Gempa di Aceh

    GP Ansor Serukan Seluruh Kader Bantu Korban Gempa di Aceh

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Jakarta, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menyampaikan duka mendalam terhadap musibah gempa tektonik 6,4 Skala Richter (SR) yang berpusat di Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, yang menelan banyak korban. “Kami berdoa semoga korban gempa yang wafat diterima di sisi Allah SWT,  dan keluarga serta saudara-saudara kita di wilayah terdampak gempa diberikan kesabaran,” tutur […]

  • PC GP Ansor Purworejo Jalin Sinergi dengan Polres, Perkuat Kamtibmas dan Kepemudaan

    PC GP Ansor Purworejo Jalin Sinergi dengan Polres, Perkuat Kamtibmas dan Kepemudaan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 5Komentar

    PC GP Ansor Purworejo sambangi Mapolres, teguhkan sinergi dengan Polri untuk menjaga kondusivitas wilayah dan memperkuat peran kepemudaan.

  • Janganlah Engkau Menodai Agama!

    Janganlah Engkau Menodai Agama!

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 618
    • 1Komentar

    Dalam kitab suci Al-Qur’an, istilah pelecehan agama memang tidak ada. Namun dalam konteks yang sama, ada istilah-istilah tertentu yang bisa dipahami sebagai padanan dari pelecehan. Adapun bahaya tindakan melecehkan itu bukan cuma mengancam mereka yang melecehkan, namun juga merugikan objek, pihak, atau orang yang dilecehkan. Dalam buku ini, Imanuddin dan Zaenal mengidentifikasi adanya tiga kata […]

  • Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo terjun lingkungan kemasyarakat untuk memberikan bantuan paket sembako, demi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19. Bantuan ini diberikan pada Minggu, 10/05/2020, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun Tim Media Ansor Purworejo bahwa LPBI NU ini […]

  • PAC IPNU/IPPNU Kaligesing, Gelar Konferencab ke-V

    PAC IPNU/IPPNU Kaligesing, Gelar Konferencab ke-V

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    KALIGESING, — Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Kaligesing mengadakan Konferancab ke-V, Kegiatan yang digelar bertempat di Gedung Serbaguna Yayasan Walisongo Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing pada Sabtu Pagi(3/4/2021). Konferancab dengan mengusung tema “Bergerak dengan Cinta Jayalah Pelajar Nusantara ” adapun kegiatan yang diikuti Kader-kader IPNU-IPPNU Se-Kecamatan Kaligesing. Turut hadir dalam acara Konferancab MWC NU Kaligesing Ky. […]

  • KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 144
    • 3Komentar

    Pada akhir zaman kelak, satu riwayat hadits mengisahkan ada seorang mukmin yang dengan berani menghadapi sosok Dajjal dan bala tentaranya. Kisah ini diceritakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim yang kemudian dikisahkan dari Abu Said Al Khudri RA. Abu Said mengutip cerita Rasulullah SAW yang dinukil dari Imam Abu […]

expand_less