Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
  • visibility 704
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Purworejo, NU Online – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan bahwa peran santri dalam melawan penjajah dan ikut merebut kemerdekaan tidak sedikit. 

“Dan di antara para santri itu adalah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang legendaris itu,” ujarnya.
 
Hal ini disampaikan dalam Diskusi Interaktif Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purworejo, ‘Membaca dan Meneladani Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro Bendoro Raden Mas Ontowiryo: Kepemimpinan dan Religiusitasnya dalam Perjuangan Perang Jawa’, Sabtu (7/9) malam, di Masjid Santren, Bagelen, Purworejo.
Dijelaskan, sejak kecil dirinya sudah hafal nama lengkap Pangeran Diponegoro, setelah mendengar ceramah almarhum KH Yasin Yusuf Blitar, ketika waktu itu orator legendaris NU ini berpidato di Alun-Alun Purworejo.
“Kata Pak Yasin, Diponegoro itu nama lengkapnya: Kiai Haji Kanjeng Bendoro Raden Mas Ontowiryo Abdul Hamid Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong,” ungkap Kiai Chalwani, dengan lancarnya.
“Ketika Wali Kota Magelang mengundang saya Haul Diponegoro tahun kemarin, di komplek kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, sekarang namanya Bakorwil II, dekat bekas kantor BPK RI pertama. Saya bersama Pangdam Diponegoro. Apa yang saya baca di dalam sejarahnya bahwa Diponegoro punya tiga peninggalan,” imbuhnya.
Dikatakan, dirinya melihat langsung dengan memasuki kamar Diponegoro. Diponegoro punya tiga tinggalan yang berkaitan dengan keagamaan, yakni Al-Qur’an, Tasbih, dan Taqrib (kitab fathul qarib).
“Kenapa Al-Qur’an? karena Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? karena Diponegoro ahli dzikir, dan bahkan penganut tarekat,” jelasnya panjang lebar, di hadapan puluhan pengurus Ansor dan warga NU Bagelen.
Guru Besar Ilmu Pertahanan di Jakarta Prof Salim Said, lanjut Kiai Chalwani, mengatakan Diponegoro tokoh tarekat. Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan, Diponegoro guru Tarekat Qadiriyyah. Dalam sejarah yang lain, Diponegoro pun mengamalkan Tarekat Syathariyyah, seperti almarhum Mbah Imam Puro, salah satu tokoh ulama yang dihormati di Kabupaten Purworejo.
Peninggalan yang ketiga, lanjut Pengasuh Pesantren An-Nawawi ini, yang masyhur adalah kitab Fatkhul Mu’in. Akan tetapi, setelah beliau melihat langsung di sana, bukan Fatkhul Mu’in tapi Taqrib-nya, Matan Abu Suja’ (yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafii).
“Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka, karena bermadhab syafi’i, Diponegoro shalat tarawih 20 rakaat, shalat shubuh memakai doa qunut, jumatan adzan dua kali, shalatnya memakai ushalli, sehabis shalat wiridan (mengamalkan wirid), jika Ruwah Nyadran, ketika meninggal ditalqin. Itu Diponegoro,” ungkap kiai yang kerapkali mengenalkan NU, Tarekat, dan pesantren ini dalam tiap ceramahnya.
Selain Kiai Chalwani, hadir sebagai narasumber dalam Diskusi Interaktif ini adalah Ki Roni Sodewo, Ketua Patra Padi (Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro) dari Wates Kulonprogo DIY, dan Ki Sudarto (Budayawan, Sastrawan dan Dalang) dan Loano Purworejo.
Ketua PC GP Ansor Purworejo HM Haekal menjelaskan, Diskusi Interaktif ini digelar untuk kembali mengangkat sejarah yang mulai dilupakan oleh generasi muda hari ini.
“Selama ini gerakan kita banyak yang menggunakan simbol-simbol umum dan nasional dalam gerakan. Kita mencoba mengangkat Pangeran Diponegoro,” tandasnya.
Dikatakan, selain pahlawan nasional, Pangeran Dipnegoro juga masih ada hubungannya dengan Purworejo, karena Bagelen khususnya dan Purworejo umumnya ini masuk dalam wilayah pertempurannya. Banyak tokoh di sini yang bersinggungan dengan beliau,” ungkap kerabat KH Saifuddin Zuhri ini, menjelaskan.
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Muiz

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    Sambut Transformasi Menjadi UNU Jateng, IKA STAINU Purworejo Sukses Gelar Reorganisasi Lintas Generasi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo sukses menggelar agenda reorganisasi akbar pada Sabtu (16/05/2026). Bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, momentum bersejarah ini dihadiri oleh jajaran alumni lintas generasi—mulai dari era kampus masih bernama Perguruan Tinggi Islam Indonesia (PTII), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU), hingga lulusan […]

  • SIPADU MTs Al-Iman Bulus: Transformasi Digital Administrasi Pelajar

    SIPADU MTs Al-Iman Bulus: Transformasi Digital Administrasi Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 92
    • 2Komentar

    PURWOREJO – SIPADU MTs Al-Iman Bulus kini menjadi langkah nyata dalam modernisasi organisasi. Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU MTs Al-Iman Bulus sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) SIPADU pada Kamis, 8 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Laboratorium Komputer untuk meningkatkan kapasitas administrasi melalui sistem digital. Adaptasi Sistem SIPADU MTs Al-Iman Bulus Aplikasi SIPADU (Sistem Informasi […]

  • Harlah NU ke-100, PCNU Purworejo Gelar Istighotsah, Tahlil Kubro, dan Launching Desa NU

    Harlah NU ke-100, PCNU Purworejo Gelar Istighotsah, Tahlil Kubro, dan Launching Desa NU

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    PCNU Purworejo gelar Istighotsah dan Tahlil Kubro di puncak Harlah NU ke-100, khatamkan lebih dari 2 juta Sholawat Nariyah dan luncurkan program strategis.

  • MDS Rijalul Ansor Peringati Hari Santri Nasional Dengan 272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi

    MDS Rijalul Ansor Peringati Hari Santri Nasional Dengan 272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Tepat malam, 22 Oktober 2020 merupakan peringatan Hari Santri Nasional, MDS Rijalul Ansor dan segenap Pengurus Harian PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengakhiri kegiatan dengan Khataman Sholawat Jibril dan Maulid yang mengambil Tema “Spirit Hari Santri Nasional, Maulid Nabi Ditengah Pandemi-“272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi”. Dalam Khataman dan Maulid malam ini, […]

  • Pesan KH. Chalwani Nawawi Untuk Ansor Purworejo

    Pesan KH. Chalwani Nawawi Untuk Ansor Purworejo

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 766
    • 0Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Usai laksanakan apel kebangsan di Ponpes Al-Faham Baledono, Purworejo, Rombongan Ansor dan Banser Purworejo dipimpin oleh Ketua PC GP Ansor Purworejo Khabib Anwar berkunjung sowan ke kediaman Romo KH. Chalwani Nawawi (Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah) di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Gebang Purworejo paska Pasca “Apel Kebangsaan Virtual” Ansor Banser Se-Jawa […]

  • Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo terjun lingkungan kemasyarakat untuk memberikan bantuan paket sembako, demi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19. Bantuan ini diberikan pada Minggu, 10/05/2020, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun Tim Media Ansor Purworejo bahwa LPBI NU ini […]

expand_less