Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
  • visibility 469
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo terjun lingkungan kemasyarakat untuk memberikan bantuan paket sembako, demi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Bantuan ini diberikan pada Minggu, 10/05/2020, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun Tim Media Ansor Purworejo bahwa LPBI NU ini memberikan bantuan paket sembako demi meringankan beban masyarakat yang berdampak pandemi covid-19.

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo juga mendistribusikan beberapa bantuan sembako mulai dari LPBI NU 30 paket, LAZISNU 30 paket, MABAROT 30 paket dan 16 MWC NU  terdiri 30 paket sembako setiap kecamatan.

Diungkapkan, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Yusuf Safaat bahwa dengan hadirnya Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat dalam situasi pandemi covid 19 diharapkan bahwa kita dapat sedikit meringankan beban masyarakat khususnya untuk pangan dengan membagikan sembako gratis.

Selain itu, melalui LPBI NU Purworejo ini berharap agar pandemi virus covid-19 ini segara berkahir dan masyarakat bisa menjalankan aktifitas dengan normal sehingga dampak sosial, psikologi, keagamaan, kesehatan, ekonomi dan lainnya dapat seperti sedia kala.

“Saya berharap untuk warga masyarakat supaya lebih patuh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan peraturan Pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19 dengan tetap dirumah saja. ” ucapnya.

“Sementara itu, pendistribusian pada Minggu, (10/5) telah terdistribusi ke beberapa kecamatan, yaitu kecamatan Loano, Bener, Bayan, Butuh, Grabag. ” imbuhnya.

“Warga masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dengan olahraga minimal 30 menit perhari, mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, tidak berkerumun dan selalu menggunakan masker jika keluar rumah. ” pungkas Yusuf.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban hanyut ditemukan

    Korban hanyut ditemukan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

     Alhamdulillaah, Korban hanyut an. Muhammad Syafi’i 15 tahun, santri PP Al Iman Bulus yang hanyut hari Rabu 10/2 jam – 15.30an, telah ditemukan Hari ini di Sungai sekitar dusun Banjaran-gintungan, Kamis jam 9.45. Semua berkat kerjasama dan koordinasi yg baik antar Relawan, SAR, BANSER, PMI, TNI, POLRI, Santri, dan masyarakat, semua relawan yang diKomandani BPBD […]

  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Brondong, 21 Juli 2023 – Pada hari Jum’at tanggal 21 Juli 2023, Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong menggelar sebuah acara Bakti Sosial yang bertujuan untuk pembangunan Masjid “Darul Muttaqin” yang terletak di Dukuh Pecira, Dusun Sudatan, Desa Brondong, Kecamatan Bruno. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian GP. Ansor Desa Brondong, termasuk […]

  • Membongkar Kerancuan Islam dan Islamisme

    Membongkar Kerancuan Islam dan Islamisme

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Islam dan Islamisme sampai saat ini terus menerus menjadi perhatian publik dunia, sehingga memicu lahirnya terminologi saintifik tentang studi ‘islamologi’. Yakni sebuah kajian Islam dengan kerangka ilmu sosial berbasis penelitian yang mengaitkan realitas keislaman dengan konflik internasional di dunia politik, seperti halnya Sovietologi era awal abad XX (Prakata, VII). Dengan demikian, Bassam Tibi mencoba membeberkan […]

  • Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 60
    • 0Komentar

    “Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat” yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener pada tanggal 29 Juli 2023 di Dusun Krendo, Desa Legetan. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan pejabat penting yang hadir adalah: Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener Bapak Camat R. Imam Ciptadi, S.Pd, M.M. Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) atau perwakilan dari […]

  • Lika-liku Berdirinya Muslimat NU

    Lika-liku Berdirinya Muslimat NU

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 1Komentar

    Ide kuat untuk mendirikan wadah khusus bagi perkumpulan perempuan Nahdlatul Ulama sebetulnya muncul sejak tahun 1938. Meskipun, peringatan hari lahir Muslimat Nahdlatul Ulama, yang menjadi produk final dari gagasan tersebut, dihitung sejak tahun 1946. Para perempuan NU melihat adanya kebutuhan untuk mendirikan organisasi tersendiri. Mereka yang sudah berperan di banyak sektor merasa belum terkonsolidasi dengan […]

  • Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Bandung, NU Online Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren. Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, […]

expand_less