Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH Ma’ruf Amin, Sosok Ahli Fiqih Terampil

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2017
  • visibility 382
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah kakinya pendek-pendek. Tatapan matanya sering ke arah depan. Jarang menunduk dan menengadah. Selalu tampak tersenyum. Egaliter dan dialogis. Tak menonjolkan diri sebagai tokoh penting di organisasi massa Islam terbesar negeri ini. Itulah KH Ma’ruf Amin.

Kiai Ma’ruf adalah Rais Am PBNU periode 2015-2020 sekaligus Ketua Umum MUI periode 2015-2020. Dua posisi puncak yang dijabat secara sekaligus ini jarang dimiliki banyak orang. Ulama yang mendapatkan posisi yang sama sebelum Kiai Ma’ruf adalah KH MA Sahal Mahfudh, rahimahu Allah.

Namun, dalam konteks NU, tak seperti para Rais Aam PBNU sebelum-sebelumnya yang semuanya tinggal di daerah, Kiai Ma’ruf tinggal di jantung ibu kota negara, Jakarta. Karena itu, ia mudah diakses oleh media. Ia bisa diwawancara kapan saja. Terlebih beliau ngantor hampir tiap hari; Senin-Selasa di Kantor MUI, Rabu-Kamis di kantor PBNU.

Penting diketahui, Kiai Ma’ruf ini bukan tipe kiai yang suka berdiri di belakang sebagai penjaga gawang. Jika diperlukan, beliau tak ragu maju ke depan, memimpin “serangan”. Ini karena beliau mengerti arah mata angin. Hampir separuh usianya memang dihabiskan di dunia politik. Pernah menjadi anggota lembaga legislatif, dari tingkat bawah hingga pusat.

Aktivitasnya di ranah politik praktis ini yang menyebabkan sebagian orang lupa bahwa Kiai Ma’ruf adalah seorang ahli fikih yang terampil. Para pelajar Islam belakangan tampaknya jarang mendengar noktah-noktah pemikiran keislamannya yang brilian. Padahal, hemat penulis, jika mau ditelusuri jejak akademiknya, Kiai Ma’ruf ini memiliki peran cukup signifikan dalam meletakkan fondasi pembaharuan pemikiran Islam terutama dalam NU.

Dulu ketika NU diserang sebagai organisasi tempat berhimpunnya para muqallid, Kiai Ma’ruf bersama para koleganya seperti Kiai Sahal, Gus Dur, Gus Mus, Kiai Maimoen Zubair, Kiai Imron Hamzah, dan Kiai Wahid Zaini membuat sejumlah terobosan penting. Salah satunya adalah dibukanya pintu istinbath dan ilhaq dalam tubuh NU. Ini sudah dikukuhkan dalam keputusan Munas NU di Lampung, 21-25 Januari 1992.

Saat itu resistensi dari sejumlah kiai bermunculan. Menurut para kiai yang kontra, kerja istinbath dan ilhaq itu adalah kerja akademik para mujtahid seperti para imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad ibn Hanbal) atau sekurangnya para ulama madzhab setingkat Imam Nawawi dan Imam Rofi’i. Dan menurut mereka, di NU hingga sekarang tak ada kiai yang memenuhi kualifikasi sebagai mujtahid. Karena itu, tawaran istinbath dan ilhaq itu tak relevan bagi NU.

Penolakan itu terus menggema, dari dulu bahkan hingga sekarang. Tapi tak ada langkah mundur dari Kiai Ma’ruf dkk. Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian. Hingga pidatonya dalam harlah NU ke 91 kemarin, Kiai Ma’ruf masih menegaskan posisi akademik yang sama, yaitu penampikannya pada tekstualisme dan kejumudan dalam berpikir.

Mengutip Imam al-Qarafi, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa stagnan pada bunyi-harafiah teks Islam tidak memadai untuk menjawab persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan hari ini. Al-Qarafi berkata, al-jumud ‘alal manqulat dhalalun fi al din. Lebih bermasalah lagi, demikian Kiai Ma’ruf, adalah tekstualisme dalam memahami teks-teks keagamaan seperti dalam Kitab Kuning.

Sejak awal 90-an hingga sekarang, Kiai Ma’ruf istiqomah berkampanye tentang pentingnya memahami kitab kuning secara kontekstual, yaitu usaha untuk memahami teks kitab kuning lengkap dengan memahami konteks ketika teks itu disusun oleh pengarangnya.

Tak hanya itu. Seperti umumnya para pembaharu Islam lain, Kiai Ma’ruf pun mengusung ide kemaslahatan. Sebuah adagium yang potensial menghambat pendaratan kemaslahatan dan menahan laju dinamisasi pemikiran Islam secara umum coba dimodifikasi oleh Kiai Ma’ruf. Adagium itu di antaranya berbunyi, al-muhafadhah ‘alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik).

Kaidah ini sesungguhnya menuntut adanya keseimbangan antara merawat tradisi dan upaya inovasi. Namun, dalam implementasinya, bobot merawat tradisi lebih besar sehingga porsi untuk melakukan inovasi pemikiran kurang memadai.

Dari segi substansi, kaidah itu tentu tak bermasalah. Bahkan sangat baik. Namun, menurut Kiai Ma’ruf, kaidah itu perlu dilengkapi. Kiai Ma’ruf menawarkan modifikasi kaidah itu demikian, al-muhafadhah ‘alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah wal ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah.

Poinnya, menurut Kiai Ma’ruf, kemaslahatan itu harus selalu ditinjau ulang. Sebab, “boleh jadi sesuatu dipandang maslahat hari ini, dua tiga tahun lagi sudah tidak maslahat lagi”, tandas Kiai Ma’ruf. Karena itu, penelusuran pada ditemukannya puncak kemaslahatan adalah kerja akademik yang perlu terus menerus dilakukan.

Tapi, sebagaimana para pemikir Islam lain, Kiai Ma’ruf tak membuka aktivitas istinbath pada ranah ibadah. Urusan ibadah, beliau pasrah. Sementara di ranah mu’amalah termasuk siyasah, Kiai Ma’ruf terus melakukan eksplorasi dan inovasi-inovasi pemikiran. Semoga sehat selalu, Kiai.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • H – 01 Rakercab 2019

    H – 01 Rakercab 2019

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 2.523
    • 0Komentar

    Ada Apa di Rakercab Kita : Ada Pencerahan , Optimisme dan Kebersamaan Buat Apa Rakercab Kita : Untuk Menjalankan Amanat Organisasi , Silaturohim, Evaluasi , Koordinasi dan Penataan Program Kerja Siapa yang terlibat di dalamnya : Panitia , Pengurus Pimpinan Cabang dan Semi Otonomnya , Perwakilan PAC dan PR Serta Seluruh Anggota Ansor Banser Purworejo […]

  • Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F. Play Button

    Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F.

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Eps. 10-12 kita kedatangan tamu sepsial jurnalis muda NU yang akan mengangakat aktivitas aktivitas kreatif di tengah pandemi

  • Anggota Banser Desa Sumowono Berperan Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desanya

    Anggota Banser Desa Sumowono Berperan Penting dalam Upacara 17 Agustus di Desanya

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 4
    • 0Komentar

    KALIGESING, ansorpurworejo.org – Pemerintah Desa Sumowono sukses menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 di halaman SD Negeri Sumowono, Kecamatan Keligesing, Kabupaten Purworejo, Pada Kamis (17/8/2023) Acara yang dihadiri oleh warga masyarakat dan berbagai unsur pelajar ini menjadi momen bersejarah yang penuh makna. Saat upacara tersebut, peran penting anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Desa […]

  • Ketua PC Ansor Purworejo, Silahturahmi PAC Ansor Banyuurip

    Ketua PC Ansor Purworejo, Silahturahmi PAC Ansor Banyuurip

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    BANYUURIP, ansorpurworejo.org – Ketua PC Ansor Purworejo Khabib Anwar Dahlan, didampingi sekretaris PC Purworejo Tashilul Manasik untuk bersilahturahmi ke Ketua PAC Banyuurip Miftahuzaman, Selasa, 06/10/2020. Silaturahmi ini bertujuan untuk menyampaikan poin-poin hasil dari Konferensi Besar. Salah satu poin yang disampaikan yaitu terkait kaderisasi anggota baik ansor maupun banser, dikarena sedang masa pandemi covid-19 untuk kaderisasi […]

  • Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgBarisan Ansor Serbaguna (Banser) bersiap menuju Alun-alun Kemiri didahului pelepasan dari Markas  Ponpes Al Faham Baledono Purworejo. Jumat Siang (6 Mei 2016) Ketua Pimpinan Cabang (Kanan) dan Ketua Satkorcab Banser (Kiri)

  • Sholat Tanggal 10 Muharram

    Sholat Tanggal 10 Muharram

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 5
    • 0Komentar

      Dianjurkan shalat dilakukan pada malam tgl 10 muharram (malam jumat depan ini), dimulai setelah isyak sampai subuh. Sumber: Kitab Ianah At Thalibin juz 2 hal 267. Sholat empat rakaat seperti shalat duhur, dengan duduk tahiyat akhir saja. Niat Shalat Sunnah Mutlaq: أُصَلِّي سُنَّةً للهِ تَعَالَى Ushalli sunnatan Lillahi ta’ala Setiap rakaat yg dibaca Fatihah […]

expand_less