Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH Ma’ruf Amin, Sosok Ahli Fiqih Terampil

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2017
  • visibility 461
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Langkah kakinya pendek-pendek. Tatapan matanya sering ke arah depan. Jarang menunduk dan menengadah. Selalu tampak tersenyum. Egaliter dan dialogis. Tak menonjolkan diri sebagai tokoh penting di organisasi massa Islam terbesar negeri ini. Itulah KH Ma’ruf Amin.

Kiai Ma’ruf adalah Rais Am PBNU periode 2015-2020 sekaligus Ketua Umum MUI periode 2015-2020. Dua posisi puncak yang dijabat secara sekaligus ini jarang dimiliki banyak orang. Ulama yang mendapatkan posisi yang sama sebelum Kiai Ma’ruf adalah KH MA Sahal Mahfudh, rahimahu Allah.

Namun, dalam konteks NU, tak seperti para Rais Aam PBNU sebelum-sebelumnya yang semuanya tinggal di daerah, Kiai Ma’ruf tinggal di jantung ibu kota negara, Jakarta. Karena itu, ia mudah diakses oleh media. Ia bisa diwawancara kapan saja. Terlebih beliau ngantor hampir tiap hari; Senin-Selasa di Kantor MUI, Rabu-Kamis di kantor PBNU.

Penting diketahui, Kiai Ma’ruf ini bukan tipe kiai yang suka berdiri di belakang sebagai penjaga gawang. Jika diperlukan, beliau tak ragu maju ke depan, memimpin “serangan”. Ini karena beliau mengerti arah mata angin. Hampir separuh usianya memang dihabiskan di dunia politik. Pernah menjadi anggota lembaga legislatif, dari tingkat bawah hingga pusat.

Aktivitasnya di ranah politik praktis ini yang menyebabkan sebagian orang lupa bahwa Kiai Ma’ruf adalah seorang ahli fikih yang terampil. Para pelajar Islam belakangan tampaknya jarang mendengar noktah-noktah pemikiran keislamannya yang brilian. Padahal, hemat penulis, jika mau ditelusuri jejak akademiknya, Kiai Ma’ruf ini memiliki peran cukup signifikan dalam meletakkan fondasi pembaharuan pemikiran Islam terutama dalam NU.

Dulu ketika NU diserang sebagai organisasi tempat berhimpunnya para muqallid, Kiai Ma’ruf bersama para koleganya seperti Kiai Sahal, Gus Dur, Gus Mus, Kiai Maimoen Zubair, Kiai Imron Hamzah, dan Kiai Wahid Zaini membuat sejumlah terobosan penting. Salah satunya adalah dibukanya pintu istinbath dan ilhaq dalam tubuh NU. Ini sudah dikukuhkan dalam keputusan Munas NU di Lampung, 21-25 Januari 1992.

Saat itu resistensi dari sejumlah kiai bermunculan. Menurut para kiai yang kontra, kerja istinbath dan ilhaq itu adalah kerja akademik para mujtahid seperti para imam madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad ibn Hanbal) atau sekurangnya para ulama madzhab setingkat Imam Nawawi dan Imam Rofi’i. Dan menurut mereka, di NU hingga sekarang tak ada kiai yang memenuhi kualifikasi sebagai mujtahid. Karena itu, tawaran istinbath dan ilhaq itu tak relevan bagi NU.

Penolakan itu terus menggema, dari dulu bahkan hingga sekarang. Tapi tak ada langkah mundur dari Kiai Ma’ruf dkk. Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian. Hingga pidatonya dalam harlah NU ke 91 kemarin, Kiai Ma’ruf masih menegaskan posisi akademik yang sama, yaitu penampikannya pada tekstualisme dan kejumudan dalam berpikir.

Mengutip Imam al-Qarafi, Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa stagnan pada bunyi-harafiah teks Islam tidak memadai untuk menjawab persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan hari ini. Al-Qarafi berkata, al-jumud ‘alal manqulat dhalalun fi al din. Lebih bermasalah lagi, demikian Kiai Ma’ruf, adalah tekstualisme dalam memahami teks-teks keagamaan seperti dalam Kitab Kuning.

Sejak awal 90-an hingga sekarang, Kiai Ma’ruf istiqomah berkampanye tentang pentingnya memahami kitab kuning secara kontekstual, yaitu usaha untuk memahami teks kitab kuning lengkap dengan memahami konteks ketika teks itu disusun oleh pengarangnya.

Tak hanya itu. Seperti umumnya para pembaharu Islam lain, Kiai Ma’ruf pun mengusung ide kemaslahatan. Sebuah adagium yang potensial menghambat pendaratan kemaslahatan dan menahan laju dinamisasi pemikiran Islam secara umum coba dimodifikasi oleh Kiai Ma’ruf. Adagium itu di antaranya berbunyi, al-muhafadhah ‘alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara yang lama yang masih baik dan mengambil yang baru yang lebih baik).

Kaidah ini sesungguhnya menuntut adanya keseimbangan antara merawat tradisi dan upaya inovasi. Namun, dalam implementasinya, bobot merawat tradisi lebih besar sehingga porsi untuk melakukan inovasi pemikiran kurang memadai.

Dari segi substansi, kaidah itu tentu tak bermasalah. Bahkan sangat baik. Namun, menurut Kiai Ma’ruf, kaidah itu perlu dilengkapi. Kiai Ma’ruf menawarkan modifikasi kaidah itu demikian, al-muhafadhah ‘alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah wal ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah.

Poinnya, menurut Kiai Ma’ruf, kemaslahatan itu harus selalu ditinjau ulang. Sebab, “boleh jadi sesuatu dipandang maslahat hari ini, dua tiga tahun lagi sudah tidak maslahat lagi”, tandas Kiai Ma’ruf. Karena itu, penelusuran pada ditemukannya puncak kemaslahatan adalah kerja akademik yang perlu terus menerus dilakukan.

Tapi, sebagaimana para pemikir Islam lain, Kiai Ma’ruf tak membuka aktivitas istinbath pada ranah ibadah. Urusan ibadah, beliau pasrah. Sementara di ranah mu’amalah termasuk siyasah, Kiai Ma’ruf terus melakukan eksplorasi dan inovasi-inovasi pemikiran. Semoga sehat selalu, Kiai.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH R. As’ad Syamsul Arifin Mengawal Negara dari Tapal Kuda

    KH R. As’ad Syamsul Arifin Mengawal Negara dari Tapal Kuda

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 1Komentar

    Oleh: Munawir Aziz,Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 M/1315 H di Syi’ib Ali, Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah. Ketika As’ad kecil lahir, oleh ayahnya, bayi mungil itu langsung dipeluk untuk dibawa menuju Ka’bah. Jarak sejauh 200 meter antara Syi’ib Ali dan Ka’bah tidak menjadi halangan untuk membawa bayi ini mendekat […]

  • Habib Usman Al Athos Ajak Kader Ansor Mujahadah Serentak

    Habib Usman Al Athos Ajak Kader Ansor Mujahadah Serentak

    • calendar_month Kamis, 10 Des 2020
    • account_circle admin
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Ditengah situasi Bangsa yang sedang bersama sama menghadapi masa Pandemi Covid 19 dan tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara , PC Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Purworejo sebagai salah satu lembaga semi otonom GP Ansor pada Hari Sabtu 5 Desember 2020 melaksanakan mujahadah dan doa bersama untuk keselamatan NKRI dan kesuksesan Pilkada 2020. Doa […]

  • Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 572
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Puluhan media Ansor se-Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Reportase On The Road, Sabtu (06/11/2021). Kegiatan yang gelar oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo itu dilaksanakan untuk berlatih bersama bagu para media Ansor di Purworejo untuk paham akan sejarah dan bisa mempublikasikan kepada masyarakat melalui media Ansor yang […]

  • Pelantikan PAC GP Ansor Bagelen Bakal Digelar Bersamaan Pengajian Ahad Pon MWCNU

    Pelantikan PAC GP Ansor Bagelen Bakal Digelar Bersamaan Pengajian Ahad Pon MWCNU

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 325
    • 3Komentar

    Bagelen – Masjid Al Huda, Desa Bugel, Kecamatan Bagelen, akan menjadi saksi semaraknya pelantikan kepengurusan PAC GP Ansor Bagelen masa khidmat 2025–2028. Acara yang digelar bertepatan dengan Pengajian Ahad Pon NU Bagelen ini diperkirakan menghadirkan ribuan jamaah, menandai kuatnya semangat kebersamaan warga NU. Kegiatan ini dirangkai dengan Pengajian Ahad Pon NU Bagelen, agenda rutin yang selalu […]

  • DrW Serahkan Ambulan Ummat Ke Ansor Purworejo

    DrW Serahkan Ambulan Ummat Ke Ansor Purworejo

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Masagoez
    • visibility 2.738
    • 0Komentar

    Sinergi GP Ansor Purworejo dan DrW Peduli dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo Jawa Tengah terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program kerja organisasi. Salah satunya dengan DRW Skincare Purworejo, khususnya dalam program-program sosial dan layanan umat. Hari ini, Ahad (21/6) DrW menyerahkan satu unit mobil […]

  • Ansor Banser Pituruh Bantu Korban Bencana Alam Banjir

    Ansor Banser Pituruh Bantu Korban Bencana Alam Banjir

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.546
    • 1Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Pituruh bergerak membantu warga Dukuh Putihan Desa Brengkol yang terdampak Banjir, Senin dini hari, 26/10/2020. Ansor dan Banser telah mendistribusikan bantuan berdengan bantuan berupa, Air Mineral BAQNU 10 dus, Mie Instan 10 dus. Tidak hanya itu juga ditambah dari Mikat Al-Khidmah dan LPBI NU […]

expand_less