Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
  • visibility 529
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.
Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 
Berikut isi utuh dari pidato bersebut:
Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 
Tanggal 22 Oktober 2017
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا 
ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
أما بعد 
Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 
“..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  
Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 
Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 
Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (حب الوطن من الايمان) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.
Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (حفظ الدين والعقل), jiwa (حفظ النفس), nalar (حفظ العقل), harta (حفظ المال), keluarga (حفظ النسل), dan martabat(حفظ العرض) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.
شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح
والله الموفق إلى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, 22 Oktober 2017
Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • 注册免费账户

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    Balas9 Juni 2026 5:34 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhasabah, From Zero To Hero

    Muhasabah, From Zero To Hero

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Masagoez
    • visibility 647
    • 2Komentar

    Setiap pergantian tahun merupakan momentum bagi setiap orang untuk melakukan muhasabah (mawas diri) terhadap perjalanan hidup yang dilalui selama setahun. Apakah yang telah kita lakukan dari detik ke menit , menit ke jam, jam ke hari, hari ke pekan dan pekan ke bulan? Perbandingan bagi seorang pedagang tentu akan dihitung untung ruginya barang yang telah […]

  • PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 668
    • 3Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Lugosobo, Kamis (19/08/2021). Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi SIKom MSi, Pengurus NU Kabupaten Purworejo, dan sejumlah ulama dan kyai setempat . Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama telah […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2023, Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Bagelen menyelenggarakan kegiatan ziarah ke beberapa tempat makam Aulia di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan spiritualitas anggota dalam mendekatkan diri kepada Tuhan serta mengenang jasa pahlawan dan tokoh agama di tempat-tempat bersejarah. Hari […]

  • Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.071
    • 0Komentar

    Tiga bulan setelah pelaksanaan Konfercab PC GP Ansor Purworejo, Ketua terpilih bersama jajaran pengurusnya melaksanakan silaturohim untuk sosialisasi draft program kerja dan menyerap aspirasi dari pengurus dan kader Ansor Banser ditingkat Pimpinan Anak Cabang bersama Pimpinan Ranting GP Ansor se kabupaten. Kegiatan diawali dengan Rapat Pengurus Harian PC GP Ansor untuk penyusunan jadwal Silaturohim turba […]

  • Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 3Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgBarisan Ansor Serbaguna (Banser) bersiap menuju Alun-alun Kemiri didahului pelepasan dari Markas  Ponpes Al Faham Baledono Purworejo. Jumat Siang (6 Mei 2016) Ketua Pimpinan Cabang (Kanan) dan Ketua Satkorcab Banser (Kiri)

  • Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 572
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Puluhan media Ansor se-Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Reportase On The Road, Sabtu (06/11/2021). Kegiatan yang gelar oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo itu dilaksanakan untuk berlatih bersama bagu para media Ansor di Purworejo untuk paham akan sejarah dan bisa mempublikasikan kepada masyarakat melalui media Ansor yang […]

expand_less