Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
  • visibility 454
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.
Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 
Berikut isi utuh dari pidato bersebut:
Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 
Tanggal 22 Oktober 2017
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا 
ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
أما بعد 
Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 
..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  
Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 
Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 
Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (حب الوطن من الايمان) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.
Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (حفظ الدين والعقل), jiwa (حفظ النفس), nalar (حفظ العقل), harta (حفظ المال), keluarga (حفظ النسل), dan martabat(حفظ العرض) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.
شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح
والله الموفق إلى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, 22 Oktober 2017
Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikrar Kesetiaan NKRI

    Ikrar Kesetiaan NKRI

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Bayan, ansorpurworejo.org Melihat perkembangan jaman semakin “konyol”, kita sama-sama melihat, mendengar dari pemberitaan-pemberitaan yang juga membuat “miris” para orang tua, ada orang-orang yang menyakiti diri saja itu dianggap Jihad, menganggap orang yg berbeda pendapat/pemahamannya dianggap Kafir, sehingga “halal” disakiti bahkan dibunuh. Bahkan bisa dirasakan betapa resahnya kita akan generasi-generasi muda yang semakin “ngawur” cara berpikir […]

  • PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo menyelenggarakan Pelantikan dan Rakerancab di Gedung Grha Siola, Purworejo pada Ahad (20/02/2022) Hadir sebagai narasumber stadium generale, Katib Syuriah PBNU Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA berpesan bahwa ansor harus bisa menjadi solusi peradaban, kemanusiaan dan modernitas. Jangan sampai justru menjadi beban. Apa […]

  • 9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Sembilan tim siap ikut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II Zona Kedu. Mereka akan memperebutkan satu tiket ke babak final Region Jateng II, di mana satu tiket sudah digenggam oleh pemenang dari Zona Soloraya, Walisongo FC. Penanggung jawab LSN Jateng II Zona Kedu Sholahuddin Al-Ahmadi menerangkan sembilan tim tersebut akan […]

  • Perkuat Konsolidasi Organisasi, PC GP Ansor Purworejo Gelar Turba di PAC GP Ansor Kemiri

    Perkuat Konsolidasi Organisasi, PC GP Ansor Purworejo Gelar Turba di PAC GP Ansor Kemiri

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KEMIRI – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo menggelar kegiatan TURBA (Turun Bawah) sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung MWC NU Kemiri, Purworejo, Jumat (13/02/2026) malam. TURBA merupakan agenda strategis organisasi di mana pengurus tingkat cabang mengunjungi jajaran pengurus di tingkat bawah, baik Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun […]

  • Lembaga Ekonomi Ranting Nu Brenggong Prakarsai Pasar Minggon Segelap

    Lembaga Ekonomi Ranting Nu Brenggong Prakarsai Pasar Minggon Segelap

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Dalam rangka melaunching Pasar Minggon Segelap desa Brenggong, Ranting NU Desa Brenggong dengan Pemerintah Desa Brenggong membuka pasar Minggon Segelap, Minggu, 07/11/2021 pukul 06.00 WIB. Rangkaian acara ini dimulai Mujahadah Nariyahan Sabtu Malam Ahad (6/11) untuk Persiapan Launching Pasar Minggon Segelap di Balaidesa brenggong oleh Pengurus Ranting NU, Banom NU Ranting, Pemdes, […]

  • Bincang 1 Tahun LBH Ansor Purworejo

    Bincang 1 Tahun LBH Ansor Purworejo

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Lembaga Bantuan Hukum Ansor telah cukup lama berkiprah di tengah masyarakat. Begitupun, LBH PC GP Ansor Kabupaten Purworejo yang di nahkodai Sahabat Muzayyin. Berikut hasil bincang-bincang tim media Ansor dengan beliau. Sebenarnya LBH Ansor itu bergerak di bidang apa?LBH Ansor Purworejo dibentuk sebagai lembaga yang khusus bergerak dan berkiprah dibidang hukum, terkhusus lagi sebagai lembaga […]

expand_less