Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pidato Amanat Ketum PBNU untuk Hari Santri 2017

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
  • visibility 528
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengirimkan surat kepada pengurus NU di tingkat wilayah, cabang, termasuk lembaga dan badan otonomnya di seluruh Indonesia tentang peringatan Hari Santri Nasional.
Surat tersebut dilampiri isi pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. PBNU mengimbau surat ini dibacakan dalam apel Hari Santri yang digelar serentak di berbagai wilayah di Tanah Air pada 22 Oktober 2017. 
Berikut isi utuh dari pidato bersebut:
Amanat Ketua Umum PBNU pada Peringatan Hari Santri 
Tanggal 22 Oktober 2017
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا 
ومولانا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين
أما بعد 
Hari ini tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 
“..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  
Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman. Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila. Tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi. Tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional (mu’âhadah wathaniyyah). Selepas Reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama,bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 
Kenyataan ini perlu diungkapkan untuk menginsyafkan semua pihak, termasuk kaum santri sendiri, tentang saham mereka yang besar dalam berdiri dan tegaknya NKRI. Tanpa kiprah kaum santri, dengan sikap-sikap sosialnya yang moderat (tawassuth), toleran (tasâmuh), proporsional (tawâzun), lurus (i’tidâl), dan wajar (iqtishâd), NKRI belum tentu eksis sampai sekarang. Negeri-negeri Muslim di Timur Tengah dan Afrika sekarang remuk dan porak poranda karena ekstremisme dan ketiadaan komunitas penyangga aliran Islam wasathiyyah. 
Momentum Hari Santri hari ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit “nasionalisme bagian dari iman” (حب الوطن من الايمان) perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme. Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air. Mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air, karena itu Islam harus bersanding dengan paham kebangsaan. Hari Santri juga harus digunakan sebagai revitalisasi etos moral kesederhaan, asketisme, dan spiritualisme yang melekat sebagai karakter kaum santri. Etos ini penting di tengah merebaknya korupsi dan narkoba yang mengancam masa depan bangsa. Korupsi dan narkoba adalah turunan dari materialisme dan hedonisme, paham kebendaan yang mengagungkan uang dan kenikmatan semu. Singkatnya, santri harus siap mengemban amanah, yaitu amanah kalimatul haq. Berani mengatakan “iya” terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan “tidak” dan sanggup menyatakan “tidak” pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan “iya”. Itulah karakter dasar santri yang bumi, langit dan gunung tidak berani memikulnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab ayat 72.
Hari ini santri jugahidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks. Santri perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama (حفظ الدين والعقل), jiwa (حفظ النفس), nalar (حفظ العقل), harta (حفظ المال), keluarga (حفظ النسل), dan martabat(حفظ العرض) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Selamat Hari Santri 2017. Santri kuat, NKRI hebat.
شكرا ودمتم في الخير والبركة والنجاح
والله الموفق إلى أقوم الطريق
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, 22 Oktober 2017
Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA.
Ketua Umum

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • 注册免费账户

    Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    Balas9 Juni 2026 5:34 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Departemen Seni Budaya PC GP Ansor Kabupaten Purworejo bersama dengan Tim Media Ansor se Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan edukasi ke Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo pada Minggi (21/11). Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Seni Budaya, Sahabat Miftahuzzaman menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan untuk mendekatkan generasi milenial dengan sejarah bangsanya. “Penting bagi kita untuk […]

  • PAC GP Ansor Purworejo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Angkatan V

    PAC GP Ansor Purworejo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Angkatan V

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 140
    • 3Komentar

    Purworejo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo sukses menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan V pada Jumat–Ahad, 27–29 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo. PKD merupakan agenda rutin kaderisasi GP Ansor yang bertujuan membekali kader muda dengan keterampilan dan wawasan kepemimpinan. Para […]

  • 5 Keutamaan Puasa Muharram: dari Puasa Paling Utama hingga Pelebur Dosa

    5 Keutamaan Puasa Muharram: dari Puasa Paling Utama hingga Pelebur Dosa

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Memasuki tahun baru hijriah, umat Islam disunnahkan menjalankan ibadah puasa Muharram. Puasa ini dianjurkan langsung Rasulullah saw dalam haditsnya. Puasa ini disunnahkan mulai tanggal 1 hingga 10 atau 11 Muharram. Pertama, puasa Muharram merupakan puasa paling utama. Hal ini sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, […]

  • MWC NU Kecamatan Kemiri Sambut Satu Abad NU Selenggarakan Sambang Ranting

    MWC NU Kecamatan Kemiri Sambut Satu Abad NU Selenggarakan Sambang Ranting

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan tali silaturrahim dan komunikasi dengan ranting nahdlatul ulama. Hal ini juga merupakan dalam rangka menyambut satu abad nahdlatul ulama. Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Zaenal Mustofa Desa Bedono Kluwung, Kemiri, Purworejo, Senin […]

  • Peringati Hari Santri Nasional, SMP Nurul Muttaqin Kemiri Gelar Upacara Sesuai Protokol Pakai Masker

    Peringati Hari Santri Nasional, SMP Nurul Muttaqin Kemiri Gelar Upacara Sesuai Protokol Pakai Masker

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Hari ini, tepatnya tanggal 22 Oktober 2020 merupakan peringatan Hari Santri Nasional. Pada peringatan tahun ini, diusunglah tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Mengingat peringatan Hari Santri tahun ini berada di tengah Pandemi Covid-19. Dalam memperingati hari santri ini, SMP Nurul Muttaqin Kemiri menggelar upacara bendera di Halaman SMP Nurul Muttaqin Kemiri, Kamis, […]

  • GP Ansor Pituruh Gelar Rutin Kajian ‘Muthola’ah Malam Sabtu’ untuk Kuatkan Spiritualitas Anggota

    GP Ansor Pituruh Gelar Rutin Kajian ‘Muthola’ah Malam Sabtu’ untuk Kuatkan Spiritualitas Anggota

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 117
    • 3Komentar

    Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) pimpinan anak cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, secara rutin menggelar kegiatan kajian keagamaan yang dikenal dengan nama ‘Muthola’ah Malam Sabtu’ (Mamas). Kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun ini menjadi wadah bagi para anggota untuk mendalami ilmu agama, memperkuat spiritualitas, serta menjaga […]

expand_less