Diklatsar Banser Gebang 2026, Perkuat Kaderisasi Menuju Banser Progresif dan Kolaboratif
- account_circle admin
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GEBANG – Penguatan kaderisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terus dilakukan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Gebang melalui Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Gebang Tahun 2026. Sebanyak 59 peserta mengikuti proses kaderisasi selama tiga hari untuk dipersiapkan menjadi kader yang memiliki kapasitas, kedisiplinan, militansi, serta kesiapan berkhidmah dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Mengusung tema “Banser yang Progresif, Inovatif dan Kolaboratif”, Diklatsar digelar Jumat-Minggu, 2-4 Oktober 2026, di kompleks Lapangan Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.
Peserta berasal dari 17 desa di Kecamatan Gebang serta utusan dari 10 PAC GP Ansor di berbagai wilayah kecamatan sekitar.
Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kaderisasi yang meliputi pembukaan, penyampaian materi, latihan lapangan, pembaiatan hingga penutupan.
Berbagai materi diberikan untuk membekali peserta, mulai dari ke-Ansoran, ke-Banser-an, ke-NU-an dan Aswaja, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga materi pendukung lainnya. Materi PBB menjadi salah satu latihan yang menonjol untuk membentuk kedisiplinan, kekompakan, ketahanan, dan kemampuan bekerja dalam satu tim.
Pada Jumat malam (2/10), Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo H.M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd., mengisi materi Ke-Ansoran. Dalam materi tersebut, ia menekankan pentingnya trilogi kader Ansor, Ngaji, Ngader, dan Nyambut Gawe, sebagai bagian dari perjalanan kader dalam meningkatkan kapasitas, meneruskan kaderisasi dan khidmah organisasi, sekaligus bertanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
Gus Ahil juga menyampaikan jargon kaderisasi terbaru PC GP Ansor Purworejo, “Siap Sinau, Siap Khidmah, Siap Obah.” Jargon tersebut menegaskan pentingnya kader untuk terus belajar, siap mengabdi, dan siap bergerak mengambil peran.
Sementara itu, semangat kolaborasi diperkuat melalui keterlibatan sejumlah unsur dalam proses pembekalan peserta. Materi diberikan oleh unsur Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Puncak proses kaderisasi ditandai dengan pembaiatan peserta. Prosesi tersebut menjadi momentum peneguhan komitmen peserta setelah menjalani seluruh rangkaian pendidikan dan latihan.
Diklatsar melibatkan 25 panitia dan 20 instruktur. Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gebang, Nur Widayanto, turut mengawal pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sejumlah tokoh dan pimpinan turut hadir dalam rangkaian kegiatan, diantaranya Camat Gebang, Muhaimin selaku anggota DPRD Jawa Tengah, Kapolsek Gebang, KH Hasan Aqil Ba’bud, Danramil Gebang, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo H.M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd., serta Kasatkorcab Banser Purworejo H. Hari Raharjo, S.H.
Melalui Diklatsar ini, kader Banser diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan fisik kebanseran, tetapi juga memiliki wawasan, karakter, dan kesiapan untuk berkhidmah serta mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
Semangat tersebut dirangkum dalam trilogi “Ngaji, Ngader, Nyambut Gawe” dan jargon “Siap Sinau, Siap Khidmah, Siap Obah”, sebagai bagian dari upaya membangun kader Banser yang progresif, inovatif dan kolaboratif.


Saat ini belum ada komentar