BENER – Lazisnu PCNU Kabupaten Purworejo mencatat langkah penting dengan meluncurkan program Desa Sejahtera Nahdlatul Ulama di Desa Kedungloteng, Kecamatan Bener, Minggu (15/02/2026). Program ini menjadi percontohan pemberdayaan berbasis zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari warga Nahdliyin, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh.
Ketua Lazisnu PCNU Purworejo, Waluya, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan awal dari implementasi lima pilar utama pemberdayaan. “Harapannya, melalui Desa Sejahtera NU ini, lima pilar program bisa terealisasi secara nyata,” ujarnya.
Lima pilar tersebut meliputi:
- Pendidikan: Beasiswa untuk 13 siswa dari keluarga kurang mampu.
- Ekonomi: Bantuan modal usaha bagi 13 pelaku UMKM, disertai pendampingan pemasaran dan pengembangan usaha.
- Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan kursi roda, dan alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas.
- Dakwah dan Kemanusiaan: Bantuan untuk guru ngaji, keluarga dhuafa, lansia, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni.
- Hijau/Lingkungan: Pembagian bibit pisang kepok dan hortikultura, dengan target penanaman 200 batang pisang.
Selain itu, program ini akan berlanjut dengan pelatihan penanaman pisang pada April, pelatihan pembuatan pelet ikan pada Mei, serta pelatihan home garden pada Juni mendatang.
Ketua Program Desa Sejahtera NU PCNU Purworejo, Ahmad Tholbi, menjelaskan bahwa program ini ditargetkan berjalan minimal enam bulan dengan agenda berkelanjutan, termasuk bantuan rutin bagi guru ngaji dan kelompok rentan. Desa Kedungloteng dipilih karena semangat partisipasi masyarakat yang tinggi serta MWC NU Bener yang tercatat sebagai salah satu pengumpul Koin NU terbaik.
“Sekitar 80 persen kegiatan launching ini merupakan swadaya masyarakat. Antusias warga luar biasa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat,” ungkap Tholbi.
Desa Kedungloteng sendiri memiliki tiga RT dengan sekitar 250 kepala keluarga, mayoritas muslim Ahlussunnah wal Jamaah. Melalui program ini, Lazisnu berharap kesejahteraan masyarakat meningkat, baik secara ekonomi maupun spiritual.
“Kesejahteraan bangsa dimulai dari desa. NU di sini bisa dimaknai Nahdlatul Ulama, tetapi juga Desa Sejahtera Nusantara,” pungkas Tholbi.















